Putra Sulung Elvy Sukaesih Pernah Kena Stroke dan Kini Derita Depresi?

100

Tengah jadi perhatian publik, Haedar yang merupakan putra sulung Elvy Sukaesih ini sempat diketahui marah besar dan mengamuk di sebuah warung. Fitria sebagai anak kedua Elvy mengatakan bahwa benar adanya bahwa sang kakak menderita gangguan mental skizofrenia yang hingga kini masih dalam proses pengobatan.

Fitria Sukaesih pun menjelaskan bahwa Haedar sebelum depresi pernah mengalami stroke sampai tiga kali. Dari waktu terkena serangan stroke, suaranya pun sampai tak bisa keluar padahal anak Elvy pasti menyanyi sehingga hal ini menjadi pemicu dirinya kecewa. Tak sampai di situ, anaknya pun meninggal sehingga banyak hal yang terlampau berat bagi Haedar.

Menurut Fitria, kakaknya ini sempat mendapat perawatan yang kemudian sudah dinyatakan kalau sudah sehat. Tentu saja walau sudah dianggap sehat, bukan berarti Haedar bisa lepas sama sekali dari obat-obatan. Perlu untuk kita ketahui bahwa serangan stroke yang sudah lebih dari dua kali justru makin meningkatkan risiko kematian penderitanya ketimbang hanya terkena sekali serangan stroke.

Karena disabilitas dapat dialami oleh penderita stroke yang terjadi dalam waktu sekejap, hal ini kemudian membuat mereka terbatas dalam berbuat apapun. Bahkan para penderita stroke yang tadinya sangat aktif mau tak mau perlu bergantung pada keluarga atau teman terdekat sehingga inilah yang mampu memicu rasa depresi.

Gejala stres dan depresi pada Haedar pun menjadi lebih buruk ketika harus kehilangan anaknya yang meninggal dunia. Belum sembuh dari stroke-nya, lalu ditambah dengan kehilangan orang yang terkasih pastinya membuat seseorang merasa sangat terpukul. Itulah kenapa, penyakit stroke begitu merugikan bagi penderitanya karena berpotensi membuat kualitas hidup menurun.

Untuk para penderita stroke, dokter saraflah yang perlu menangani, tergantung dari jenis strokenya. Namun beberapa langkah pengobatan inilah yang paling umum diberikan kepada pasien:

  • Obat-obatan – Mulai dari obat antihipertensi, antikoagulan, dan antiplatelet bila terjadi sumbatan aliran darah menuju otak.
  • Angioplasti – Angioplasti pun kemungkinan dianjurkan oleh dokter supaya arteri dapat diperluas dan mengatasi masalah sumbatan; baru setelah itu menggunakan stent atau ring untuk menyangganya.
  • Operasi – Untuk stroke hemoragik di mana stroke terjadi karena perdarahan di sekitar/dalam otak yang tak dapat disembuhkan dengan obat biasanya pasien perlu menempuh operasi. Operasi ditempuh bertujuan untuk langkah memperbaiki pecahnya pembuluh darah atau sebagai pengurang tekanan di bagian otak.

Penderita penyakit stroke mampu mengalami kekambuhan gejala atau serangan stroke walau tak terdapat komplikasi. Selain pengobatan dan perawatan medis, diperlukan adanya komitmen dan ketelatenan dari pihak pasien untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Mengonsumsi obat secara teratur, mengurangi makanan-makanan yang mengandung kolesterol tinggi, makan makanan bernutrisi, berhenti mengonsumsi alkohol dan aktivitas merokok, dan juga rajin olahraga adalah kunci agar mampu meminimalisir risiko kekambuhan.