3 Metode Pengobatan Skizofrenia yang Terbukti Efektif

50

Skizofrenia merupakan penyakit psikologis yang cukup berat dan sangat sulit untuk disembuhkan. Gangguan kejiwaan satu ini lebih sering muncul saat usia menginjak remaja hingga dewasa muda, dan jarang disadari gejala awalnya. Penderita skizofrenia sering merasa dihantui oleh sesuatu, seakan dikejar-kejar dan kerap mendengar bisikan-bisikan yang sebenarnya tidak ada sama sekali. Kondisi ini tentu akan membuat penderita kesulitan untuk beraktivitas dengan normal.

Dalam kasus yang parah, penderita tidak dapat mengontrol dirinya sehingga tidak dapat membedakan mana yang nyata dan tidak. Tidak jarang dari mereka juga merasakan depresi hingga ingin mengakhiri hidupnya. Sayangnya, hingga sekarang pihak medis masih belum dapat menemukan obat yang benar-benar tepat dan bisa menyembuhkan secara permanen. Tindakan yang dilakukan dokter hanya sebatas mengurangi gejala dan mencegah penyakit bertambah parah. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain sebagai berikut.

1. Obat-obatan

Penyakit psikologis memang dapat diatasi dengan beberapa jenis obat-obatan, dan terkadang harus diminum seumur hidup agar gejala tidak kambuh. Dokter biasanya akan memberikan obat antipsikotik dengan dosis sekecil mungkin untuk mengatasi gejala delusi dan halusinasi. Obat-obatan tersebut berfungsi untuk menekan efek serotonin dan dopamin pada otak, yang tersedia dalam bentuk tablet maupun suntik.

Antipsikotik terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipikal yang meliputi chlorpromazine, fluphenazine, dan haloperidol, dan atipikal yang meliputi aripiprazole, clozapine, olanzapine, dan risperidone. Obat-obatan antipsikotik dapat memberikan efek samping seperti mulut kering, pandangan kabur, kejang, penurunan gairah seks, berat badan naik, tremor dan sering pusing. Saat ini jenis yang sering dipakai adalah obat jenis atipikal karena efek sampingnya lebih kecil dibandingkan dengan jenis tipikal.

2. Psikoterapi

Metode ini dapat dikombinasikan dengan obat-obatan, yang ditujukan agar penderita dapat mengendalikan dirinya sendiri terhadap gejala skizofrenia yang muncul. Psikoterapi terbagi dalam beberapa metode, yaitu terapi individual, terapi perilaku kognitif dan terapi remediasi kognitif. Terapi individual dilakukan dengan mengajak keluarga dan teman pasien untuk memahami kondisi dan pola pikir pasien. Terapi perilaku kognitif dilakukan untuk membantu mengubah pola pikir dan perilaku pasien, sehingga mereka dapat mengatasi gejala halusinasi dan delusi. Sedangkan terapi remediasi kognitif ditujukan untuk membantu pasien mengenal kondisi lingkungan dan mengendalikan pola pikir.

3. Terapi Elektrokonvulsif

Terapi ini dilakukan dengan menggunakan arus listrik rendah yang dialirkan melalui ubun-ubun pasien untuk memicu kejang singkat. Cara ini dapat dilakukan 2-3 kali dalam seminggu selama 2-4 minggu, dan dianggap cukup efektif untuk menekan keinginan bunuh diri dan gejala depresi yang berat. Sebelum pemberian arus listrik dilakukan, pasien biasanya akan dibius umum agar otot-otot tubuhnya lebih rileks.

Nah, itulah metode pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit skizofrenia. Meski tidak sembuh secara total, namun setidaknya penderita bisa mengendalikan diri dan dapat beraktivitas dengan normal.