Home Penyakit dan KelainanHepatitis 9 Gejala Hepatitis C dan Pencegahannya

9 Gejala Hepatitis C dan Pencegahannya

by Septi Haryani

Hepatitis C merupakan salah satu jenis penyakit yang menyerang organ hati. Ada 3 jenis hepatitis, yakni hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C. Hepatitis C merupakan jenis hepatitis yang dianggap paling berbahaya dan sering menyebabkan kematian pada penderitanya. Adapun penyebab utama penyakit ini adalah virus hepatitis C. Sayangnya diagnosis terhadap penyakit ini seringkali terlambat dan setelah diketahui ternyata sudah bersifat sangat kronis. Biasanya gejala awal penyakit hepatitis C menyerupai gejala penyakit lain sehingga sering diabaikan oleh penderitanya. Pada kasus yang sudah parah, hepatitis C bisa berkembang menjadi sirosis hati dan lambat laun bisa berkembang menjadi gagal hati, kanker hati, atau pembengkakan pembuluh darah di lambung atau esofagus hingga menyebabkan pendarahan hingga kematian.

Gejala Hepatitis C

Gejala awal hepatitis C seringkali diabaikan oleh penderitanya karena gejala yang hampir menyerupai dengan gejala penyakit lainnya. Gejala akut dari hepatitis C rata-rata hanya dirasakan oleh 15% kasus penderitanya. Kebanyakan kasus menunjukkan bahwa hepatitis C tidak memperlihatkan gejala awal sama sekali. Jika ada gejala awal maka gejala awal tersebut biasanya hanya menyerupai gejala penyakit lain sehingga sering terjadi keterlambatan diagnosis. Adapun beberapa gejala awal yang sering muncul dan menandakan hepatitis C adalah penurunan nafsu makan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, cepat lelah, serta penurunan berat badan. Sebagian besar kasus hepatitis C hanya menunjukkan gejala awal yang ringan atau bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali selama 10 tahun pertama berkembangnya infeksi di dalam tubuh. Untuk lebih lengkapnya berikut ini beberapa gejala penyakit hepatitis C yang sering dijumpai pada penderitanya.

1. Mudah Lelah

Gejala ini termasuk ke dalam gejala awal dari hepatitis C. Sayangnya hanya sekitar 25% penderita hepatitis C yang sering mengalami gejala awal. Kalaupun kebanyakan penderita merasakan gejala cepat lelah ini biasanya penderita sering mengabaikannya karena menganggap gejala ini sebagai gejala ringan dan bukan sebagai gejala hepatitis C.

2. Nyeri Otot dan Nyeri Sendi

Gejala ini juga termasuk ke dalam gejala awal hepatitis C. Gejala ini merupakan gejala yang sering mengikuti gejala cepat lelah. Nyeri sendi dan nyeri otot merupakan dampak dari meningkatnya racun di dalam tubuh. Fungsi utama organ hati adalah untuk proses metabolisme dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Hepatitis C merupakan penyakit yang menyerang organ hati sehingga ketika organ hati telah rusak secara otomatis proses metabolisme akan terganggu. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penumpukan racun di dalam tubuh dan menyebabkan gejala nyeri otot dan nyeri sendi.

(Baca juga: nyeri sendi lutut)

3. Demam

Gejala awal lainnya dari penyakit hepatitis C adalah demam. Gejala demam ini merupakan dampak dari infeksi hepatitis C itu sendiri. Tubuh demam menandakan adanya aktivitas sistem kekebalan tubuh ketika melawan infeksi virus hepatitis C. Banyak penderita hepatitis C yang tidak menyadari gejala demam ini.

4. Mual dan Muntah

Mual dan muntah merupakan gejala awal yang menandakan hepatitis C. Adanya gejala ini seringkali diikuti dengan gejala penurunan nafsu makan dan juga penurunan berat badan. Mual dan muntah merupakan gejala yang muncul sebagai akibat dari penumpukan racun di dalam tubuh penderita hepatitis C. Penumpukan racun tersebut menyebabkan komplikasi berupa sakit perut kemudian rasa mual dan juga ingin muntah.

(baca juga: sering mual setelah makanmual setelah mengonsumsi kopi)

5. Sakit Kuning

Tidak seperti penyakit hepatitis A yang kebanyakan akan mengalami gejala penyakit kuning, penderita hepatitis C sangat jarang mengalami gejala sakit kuning ini. Menurut data hanya sekitar 20% penderita hepatitis C yang mengalami gejala sakit kuning. Sakit kuning ini akan menyebabkan kulit dan bola mata menjadi menguning. Kondisi ini muncul sebagai akibat meningkatnya kadar bilirubin di dalam darah. Bilirubin tersebut merupakan racun yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh. Akibat kerusakan fungsi hati maka bilirubin tidak bisa dikeluarkan dari dalam tubuh dan menumpuk di dalam aliran darah dan menyebabkan warna kulit dan bola mata menjadi kuning.

(baca juga: bahaya akibat kelebihan bilirubin)

6. Sakit Kepala

Gejala ini sudah masuk ke dalam gejala kronis dari hepatitis C. Pada beberapa kasus, yakni sekitar 25% kasus penderita hepatitis C, hepatitis C akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh mampu melawan virus penyebab hepatitis C tersebut. Namun sebanyak 75% kasus penderita hepatitis C akan mengalami gejala kronis dan bersifat menahun. Salah satu gejala hepatitis C kronis tersebut adalah sakit kepala. Gejala sakit kepala ini seringkali diikuti dengan gejala sulit berkonsentrasi.

7. Gatal-gatal pada Kulit

Dampak lain dari hepatitis C adalah munculnya gejala gatal-gatal di kulit. Gejala ini juga masuk ke dalam gejala hepatitis C kronis. Kondisi ini muncul sebagai akibat meningkatnya kadar bilirubin (racun) di dalam darah. peningkatan jumlah racun itulah yang menyebabkan kulit akan terasa gatal.

(baca juga: obat alergi gatal)

8. Urin Berwarna Lebih Pekat

Saat hepatitis C berkembang menjadi kronis bisa jadi penyakit ini akan menyebabkan komplikasi pada organ ginjal. meningkatnya kadar bilirubin di dalam darah dan juga kerusakan organ ginjal akan menyebabkan adanya perubahan warna urin. Warna urin biasanya akan berubah menjadi lebih pekat dan gelap. Bisa jadi hal tersebut merupakan akibat bercampurnya kotoran-kotoran atau racun yang berasal dari darah yang dicuci di dalam ginjal.

(baca juga: air seni berwarna kuning)

9. Tinja Berwarna Abu-abu

Perubahan warna tinja menjadi abu-abu juga menjadi dampak dari meningkatnya kadar bilirubin di dalam darah. Normalnya tinja seseorang memiliki warna kuning. Warna kuning tinja sebenarnya disebabkan oleh warna bilirubin itu sendiri. Bilirubin normalnya akan keluar bersama dengan kotoran manusia. Namun karena adanya kerusakan fungsi hati maka bilirubin tidak dapat keluar bersama dengan tinja sehingga warna tinja tidak kuning seperti biasanya, melainkan berwarna abu-abu.

Itulah beberapa gejala yang menandakan adanya penyakit hepatitis C. Jika Anda mengalami beberapa gejala seperti yang telah disebutkan di atas maka sebaiknya anda segera memiksakan diri secara medis. Diagnosis dini akan mencegah terjadinya komplikasi pada penderita. Perlu diketahui bahwa hepatitis C merupakan penyebab utama pada 27% kasus sirosis hati dan 25% kasus kanker hati. Untuk itulah penderitanya sebaiknya berhati-hati dan selalu memperhatikan berbagai macam gejala yang dirasakan.

Langkah Pencegahan Hepatitis C

Hingga saat ini hepatitis C belum bisa dicegah melalui vaksinasi. Namun ada beberapa langkah yang bisa diupayakan untuk mengurangi resiko penularan penyakit ini. Adapun beberapa langkah pencegahan yang dimaksud adalah:

  • Tidak mengkonsumsi obat-obatan terlarang. (Baca juga: bahaya narkoba)
  • Hindari berbagai atau menggunakan barang pribadi yang mungkin telah terkontaminasi oleh darah, misalnya seperti alat cukur dan sikat gigi
  • Meskipun hepatitis C jarang menular melalui hubungan seksual, namun tidak ada salahnya jika Anda menggunakan pengaman (kondom) ketika melakukan hubungan seksual dengan penderita.
  • Membersihkan dan juga menutupi luka menggunakan plester tahan air.
  • Tidak menjadi pendonor darah jika menderita hepatitis C. (Baca juga: prosedur transfusi darahbahaya donor darah)
  • Membersihkan ceceran darah menggunakan obat pembersih rumah tangga karena bisa jadi ceceran darah tersebut telah terkontaminasi virus hepatitis C.
  • Tidak berbagi jarum suntik serta berbagai macam barang pribadi.

Itulah beberapa tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan penyakit hepatitis C. Penderita hepatitis C sangat rentan untuk terkena penyakit hepatitis lainnya. Karena itulah biasanya dokter akan memberikan vaksinasi untuk mencegah infeksi hepatitis A dan hepatitis B. Pada beberapa kasus, vaksin influenza dan infeksi pneumokokus kemungkinan juga akan diberikan kepada pasien.

You may also like