Tuesday, July 16, 2019

Bunion

Bunion merupakan sebuah kondisi di mana bentuk jempol kaki seseorang mengalami kelainan dan hal ini terjadi apabila ada perkembangan bonggol kaki yang berada di bawah jempol kaki. Karena hal inilah jempol kaki akhirnya harus terdorong ke arah samping dan depan. Tentunya penderita bunion akan merasakan ketidaknyamanan yang begitu besar berikut rasa sakit yang begitu hebat.

Letak bunion yang ada pada sendi kaki otomatis menjadikan penderita mengalami rasa nyeri tak tertahankan, khususnya saat digunakan untuk berjalan. Untuk dapat menangani masalah bunion ini secara tepat, penting untuk kita lihat lebih dulu apa saja yang menjadi penyebab, kondisi gejala hingga bagaimana cara diagnosanya.

Penyebab

Penyebab utama dari munculnya bunion pada kaki seseorang masih belumlah jelas diketahui hingga kini walau memang banyak dijumpai teori-teori tentang bagaimana perkembangan bunion ini. Namun selalu ada faktor-faktor yang diduga mampu menjadi faktor penyebab dari munculnya bunion dan perlu untuk diketahui agar mampu mewaspadainya, seperti faktor berikut ini.

  • Cedera pada kaki.
  • Tipe kaki yang memang diwariskan dari orang tua.
  • Bawaan lahir.

Namun ada pula kondisi-kondisi lain yang menjadi faktor peningkat risiko bunion yang secara tidak langsung, seperti halnya kondisi di bawah ini.

  • Sepatu yang ukurannya kurang pas. Sepatu yang terlalu sempit atau ketat memang tidaklah nyaman, dan karena terlalu sempit bisa saja kaki mengalami bunion sebagai akibatnya.
  • Sepatu hak tinggi. Para wanita wajib waspada terhadap pemakaian sepatu hak tinggi karena meningkatkan risiko bunion. Ini karena saat mengenakan sepatu hak tinggi, jari-jari kaki bakal dipaksa untuk ke bagian depan sepatu dan merapat di sana.
  • Keturunan. Cacat kaki struktural merupakan sebuah hasil keturunan dan hal ini rupanya cukup mampu menjadi peningkat risiko bunion.
  • Radang sendi. Peradangan dapat meningkatkan risiko akan munculnya bunion, sehingga ketika radang sendi sudah mulai dirasakan ciri-cirinya, segera atasi atau periksakan ke dokter sebelum berakibat pada bunion.

Menurut para ahli, faktor seperti sepatu hak tinggi dan sepatu yang sempit bukanlah penyebab utama dari munculnya bunion karena kedua faktor tersebut lebih tepat disebut sebagai faktor yang berkontribusi dalam meningkatkan risiko perkembangan bunion pada kaki seseorang. Sementara itu, rheumatoid arthritis adalah contoh jenis peradangan yang berkaitan dengan kemunculan bunion.

Gejala

Setelah mengetahui kemungkinan penyebab serta faktor risiko akan terjadinya bunion, perlu juga untuk mengetahui apa saja gejala yang bisa terjadi karena faktor-faktor tersebut. Tanda-tanda bahwa seseorang mengalami bunion antara lain:

  • Pembengkakan pada area sendi jari kaki.
  • Kemerahan di dekat sendi jari kaki.
  • Sendi jari kaki dan sekelilingnya terasa nyeri atau sakit.
  • Ada tonjolan pada bagian luar pangkal jempol kaki.
  • Rasa sakit terus-menerus dirasakan.
  • Kapalan yang bisa berkembang.
  • Terbatasnya pergerakan jempol kaki apabila jari kaki dipengaruhi oleh arthritis.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Melihat gejala-gejala tersebut, tentunya membuat kita kemudian bertanya tentang kapan seharusnya menemui dokter. Bunion sendiri diketahui bukanlah suatu kondisi kesehatan yang umumnya memerlukan perawatan medis. Bunion dianggap dapat diatasi atau dirawat dengan perawatan mandiri.

Hanya saja, perlu untuk menemui dokter atau dokter spesialis dalam hal kelainan pada kaki seperti ortopedi atau podiatrist apabila memiliki tanda-tanda yang serius seperti halnya:

  • Muncul benjolan pada sendi jari kaki yang terlihat besar.
  • Kaki atau jari kaki terus-menerus bengkak atau dalam keadaan yang besar.
  • Sulit untuk menemukan sepatu yang bisa pas dipakai dikarenakan adanya bunion.
  • Kaki atau jari kaki mulai sulit digerakkan.

Pengobatan Medis dan Alami

Setelah gejala dialami, menemui dokter untuk memeriksakan diri sekaligus memastikan benar atau tidak gejala tersebut merupakan gejala bunion. Penderita pun bisa menempuh beberapa langkah metode diagnosa yang dianjurkan oleh dokter.

Biasanya, dokter akan memeriksa kaki untuk dapat mengidentifikasi bunion dan sesudah melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan melanjutkan dengan sinar-X. Tujuan dari dilaksanakannya sinar-X ini adalah agar dokter bisa lebih mudah dalam mengidentifikasi penyebab bunion yang terjadi pada penderita. Dari metode ini jugalah dokter akan mampu menilai tingkat keparahan bunion penderita.

Pengobatan Medis

Pengobatan medis yang kiranya dianjurkan oleh dokter adalah pembedahan alias operasi. Hanya saja, operasi tidaklah selalu menjadi pilihan yang harus diambil karena pilihan pengobatan ini juga tak akan dianjurkan oleh dokter kecuali memang bunion sangat menyiksa pasien sehingga pasien kesulitan untuk beraktivitas seperti normalnya.

Pembedahan untuk bunion pun memiliki banyak prosedur dan pada umumnya prosedur pembedahan tersebut akan meliputi hal-hal di bawah ini:

  • Menghilangkan jaringan yang mengalami pembengkakan pada area sendi jari kaki yang berukuran besar.
  • Meluruskan jempol kaki dengan mengangkat bagian tulang.
  • Proses penggabungan tulang-tulang dari sendi yang terkena dampak bunion secara permanen.
  • Menyelaraskan tulang panjang yang ada diantara bagian belakang kaki dan jempol kembali di mana tujuannya adalah untuk meluruskan sudut yang kurang wajar dan kurang normal di bagian area sendi jempol kaki.

Setelah selesai pembedahan bunion, kemungkinan besar pasien bisa kembali berjalan seperti normalnya, namun memang harus bersabar untuk masa pemulihan. Ini bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk sembuh total.

Tak hanya itu, pasien juga perlu memerhatikan alas kaki yang dikenakan. Supaya tidak gampang kambuh, pakailah sepatu yang tepat sesudah pemulihan. Setelah operasi, pasien tak seharusnya mengenakan sepatu yang terlalu pas bagi kakinya. Selain itu, konsultasikan dengan dokter tentang apa saja yang perlu dilakukan maupun tidak dilakukan pasca pembedahan.

Perawatan Konservatif

Penanganan dengan menempuh jalur operasi sebenarnya adalah suatu solusi yang diberikan ketika bunion memang telah sangat serius tingkat keparahannya. Bila masih bisa ditangani tanpa operasi, maka langkah-langkah inilah yang kiranya bisa dipertimbangkan dan dilakukan agar gejala dari bunion dapat mereda.

  • Mengenakan sepatu yang nyaman. Alas kaki yang tak sesuai dengan ukuran kaki alias lebih kecil atau sempit hanya akan menaikkan risiko bunion. Jadi, kenakanlah sepatu yang nyaman di mana itu artinya sepatu perlu lebih besar sedikit supaya jari kaki memiliki ruang gerak yang cukup.
  • Obat-obatan pereda nyeri. Ibuprofen, naproxen, dan juga acetaminophen merupakan contoh obat pereda rasa sakit yang bisa dikonsumsi. Obat-obat tersebut akan menjadi pengendali rasa sakit bunion yang cukup ampuh. Selain itu, suntikan kortison juga merupakan sebuah solusi yang baik.
  • Padding. Padding atau bantalan bunion bisa digunakan sebagai salah satu bentuk perawatan pasien bunion tanpa harus operasi. Dokter biasanya akan proses pemasangan pada kaki pasien di mana tujuan solusi ini adalah untuk meredakan tekanan pada bunion dan membuat rasa sakit lebih ringan.
  • Sisipan sepatu. Menggunakan sisipan sepatu yang empuhk juga akan mengurangi tekanan yang dirasakan pada kaki atau jari-jari kaki sewaktu memakai sepatu. Cara ini akan membantu pendistribusian tekanan pada waktu kaki digerakkan sehingga gejala bisa berkurang dan bunion pun dapat dicegah untuk tidak bertambah serius.

Pengobatan dengan Bahan Alami

Ada pula cara-cara alami lainnya yang bisa digunakan untuk mengatasi bunion yang belum terlalu serius. Bahan-bahan alami di bawah ini bisa dipakai untuk mengatasi bunion secara efektif dan layak untuk dicoba.

  • Penerapan es. Setelah kaki digunakan terlalu lama dalam posisi berdiri atau kaki kemudian menjadi terkena radang, mengaplikasikan es pada kaki akan sangat membantu dalam mengurangi inflamasi sekaligus meredakan rasa nyeri.
  • Garam Epsom. Bunion yang disebabkan oleh arthritis bisa mencoba menggunakan garam Epsom supaya nyerinya dapat diredakan. Masukkan segenggam garam Epsom ke dalam air hangat sebanyak 1 ember yang kemudian dicampurkan merata. Setelah itu, rendamkan kaki di sana selama mungkin, khususnya sampai air menjadi dingin. Keringkan kaki sesudahnya dan gunakan minyak esensial untuk memijat kaki; melakukannya seminggu 3 kali secara rutin akan sangat efektif karena kandungan magnesium di dalam garam yang tinggi dalam melawan inflamasi.
  • Kamomil. Pengobatan herbal dengan bahan utama kamomil pun layak dicoba. Selain menjadi cara mengatasi stres, kamomil terutama kantong tehnya dapat digunakan setelah digunakan membuat teh dan dalam kondisi masih hangat sebagai pengompres bunion. Melakukan perawatan dengan cara ini sehari 3-4 kali akan sangat membantu.
  • Kunyit. Kurkumin yang ada di dalam kunyit berkhasiat dalam mengurangi nyeri dan bisa digunakan untuk pemakaian luar maupun dalam. Untuk obat luar, cukup buat pasta dari ½ sendok teh kunyit bubuk yang dicampurkan dengan minyak zaitun secukupnya. Selanjutnya, cukup aplikasikan langsung ke bunion lalu ulangi cara ini sehari 2-3 kali setiap hari sampai ada hasilnya. Namun, selalu ingat dan perhatikan pula efek samping kunyit yang kemungkinan bisa berbahaya bila dosis berlebihan dan tak sesuai dengan yang seharusnya digunakan.
  • Calendula. Herbal lainnya yang layak dicoba ini memiliki sifat anti-inflamasi alami tinggi yang bakal mengurangi inflamasi sekaligus rasa nyeri. Ambil saja daun calendula secukupnya dan hancurkan dengan tangan. Dapatkan ekstrak jusnya dari hasil daun yang dihancurkan tersebut lalu usap atau aplikasikan ke area bunion, biarkan kering. Mengulangi cara ini 2-3 kali dalam sehari dan melakukan perawatan ini dengan rutin akan memberikan hasil efektif.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung sifat anti-inflamasi. Ikan salmon, jahe, kenari, bluberi, stroberi, bawang putih, ubi jalar, dan juga jahe adalah contoh makanan-makanan dengan kandungan anti-inflamasi yang tinggi sehingga bisa dikonsumsi setiap hari selama pemulihan.
  • Menghindari makanan yang menyebabkan inflamasi. Pengobatan dengan cara ini juga perlu diperhatikan oleh setiap penderita. Contoh makanan-makanan berbahaya dan diketahui sebagai pantangan penderita bunion antara lain adalah minyak jagung, daging olahan, daging merah, gula rafinasi, gandum halus, garam halus, dan whey protein.

Bunion pada dasarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, dan dengan informasi seputar bunion ini mulai dari penyebab, gejala hingga pengobatan medis dan alaminya kiranya dapat membantu kita sekalian. Segera ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut dan bila memang positif menderita bunion, pastikan untuk menggunakan obat yang diresepkan oleh dokter secara teratur agar tidak memperparah kondisi.

Recommended