Bedah Onkologi – Pengertian – Tindakan – Efek Samping

251

Kemajuan dalam ilmu kedokteran selalu membawa sebuah hal baru yang bermanfaat dalam penyembuhan. Ilmu kedokteran sendiri memiliki banyak cabang yang memiliki kehususan sendiri-sendiri. Meskipun terlihat perbedaan satu dengan yang lain, namun pada dasarnya ilmu kesehatan akan selalu berkaitan satu dengan yang lain. Hal ini tak akan bisa dipisahkan, karena kemajuan dalam salah satu bidang, akan membutuhkan bidang lain untuk dapat menyokongnya. Hubungan ini semacam simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan.

Salah satu lompatan yang cukup besar dalam bidang kesehatan adalah dengan adanya cabang keilmuan yang mempelajari mengenai radiologi. Cabang yang satu sangat membantu dalam perkembangan cabang keilmuan lain yang sangat penting. Perkembangan keilmuan dalam bidang kedokteran akan selalu berhubungan dengan penyakit yang juga memiliki jenis yang bergama. Banyak sekali jenis-jenis penyakit yang mendapatkan perhatian secara khusus. Salah satu penyakit yang mendapatkan perhatian secara khusus adalah penyakit kanker.

Kanker masih menjadi sebuah momok penyakit yang sangat menakutkan bagi umat manusia. Hal ini dikarenakan banyak sekali kemungkinan-kemunginan yang bisa terjadi di luar batas perhitungan medis yang ada. Kemungkinan pasien yang terserang kanker untuk dapat sembuh secara penuh juga menjadi sebuah tanda tanya yang cuku besar. Meskipun masa sekrang ini banyak sekali metode-metode penyembuhan yang ditujukan untuk merawat pasien yang menderita kanker. Namun, keberadaan metode perawatan itu sendiri juga masih menjadi sebuah pertentangan.

Munculnya pertentangan ini sndiri biasanaya berhubungan erat dengan keamanan dan keberhasilan yang di dapatkan dari metode pengobatan terebut. Walaupun begitu beberapa metode tersebut masih tetap diterapkan dan masih tetap dipergunakan. Pemilihan tersebut kadang dikarenakanan karena tak adanya pilihan lain yang lebih baik dibandingkan dengan metode pengaobatan yang ada. Meskipun begitu masih banyak juga metode pengobtana baru yang terkadang memiliki hasil yang cukup baik dengan resiko yang cukup kecil dan cukup aman bagi pasien.

Metode pengobatan kanker sendiri memiliki banyak sekali jenisnya jika kita menelusurinya satu persatu. Salah satu metode yang cukup terkenal adalah metode non operasi yang berupa kemoterapi dan radioterapi. Pengobatan tersebut termasuk kedalam jenis pengobatan non operasi yang bisa diterapkan pada mereka yang tengah mengidap penyakit kanker. Meskipun begitu tindakan  bedah onkologi atau operasi kanker masih menjadi sebuah jalan terbaik dalam penyembuhan penyakit kanker.

Kali ini kita akan membahas mengenai beberapa hal yang berhubugan dengan tindakan  bedah onkologi yang yang bisa kita ketahui. Mungkin, ada yang sudah mendengar dan mengetahui mengenai tindakan  bedah onkologi, namun ada juga yang belum paham dan mengerti mengenai apa itu  bedah onkologi. Ada beberapa hal yang bisa kalian ketahui mengenai tindakan  bedah onkologi, seperti

Apa Itu Bedah Onkologi

Sel kanker adalah sebuah sel yang sangat umum ditemukan disetiap manusia. Hal ini karena setiap orang memiliki kemungkinan yang sama untuk terkena kanker. Tubuh manusia sendiri memiliki sel kanker yang tertidur, hanya bedanya bagi beberapa orang sel kanker tersebut terbangun dikarenakan adanaya pemicu tertentu. Setiap sel kanker memiliki pemicu yang berbeda-beda, sehingga setiap sel kanker memiliki karakteristik sendiri yang tak sama. Hal inilah yang menyebabkan terkadang metode pengobatan yang diperlukan juga tak sama. Meskipun menggunakan metode yang sama namun, cara pendekatan dan penanganannya akan berbeda. Terkadang kita menemukan seorang dokter yang akan memberikan perlakuan dan dosis obat yang berbeda pada setiap pasien yang ia tangani.

Bedah Onkologi sendiri merupakan salah satu tindakan terakhir sekaligus tindakan yang paling jitu untuk mengatasi masalah kanker. Mengingat resiko kemungkinan yang bisa muncul, maka tindakan bedah onkologi sendiri tidak akan langsung disarankan oleh dokter. Untuk tahapan awal biasanya pasien akan menjalani beberapa terapi pengobatan yang ada. Salah satu tindakan non bedah yang biasa digunakan terhadap pasien adalah chemoprophylaxis. Tindakan tersebut merupakan salah satu tindakan pengobatan yang menggunakan senyawa kimia. Tak jarang juga terkadang dokter menggunakan pengobatan yang menggunakan ANA atau Anti Nuclear Antibody. Tindakan bedah onkologi memang tak bisa berdiri sendiri, dokter akan selalu menyarankan pada pasien untuk menjalani beberapa jenis terapi.

Kapan Bedah Onkologi Dibutuhkan?

Tindakan pembedahan atau operasi adalah sebuah tindakan terakhir yang akan dilakukan oleh dokter. Meskipun, tak jarang terkadang dokter juga menjalankan tindakan pembedahan di awal, untuk kemudian pasien akan menjalani beberapa jenis terapi. Penggunaan tindakan pembedahan sebagai tindakan terakhir disebabkan karena tindakan operasi kanker, merupakan salah satu tindakan operasi besar yang cukup berbahaya. Meskipun dengan pembedahan dokter dapat mengangkat kanker dan jaringan yang telah terinfeksi.

Namun, kemungkinan untuk resiko yang bisa muncul saat pembedahan berlangsung juga cukup besar. Bedah onkologi yang akan dijalani oleh pasien yang menderita kanker sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa macam yang berbeda-beda. Pembedaan ini biasanya didasarkan pada tujuan dari pelaksanaan operasi tersebut. Beberapa fungsi atau tujuan dari pelaksanaan bedah onkologi, seperti

  1. Operasi Pemeriksaan

Operasi yang satu ini biasa akan dilakukan oleh dokter pada awal pemeriksaan. Operasi ini akan dilakukan jika pemeriksaan melalui tindakan lain yang tanpa melakukan operasi masih belum menunujukan hasil yang pasti. Tindakan operasi pemeriksaan ini sendiri biasanya lebih dikenal sebagai tindakan biopsi. Melalui tindakan ini maka dokter akan mengambil sample jaringan dari kanker tersebut. Pemeriksaan terhadap sample tersebut akan banyak memberikan informasi pada dokter mengenai keadaan kanker pasien.

  1. Penetuan Stadium dari Kanker Pasien

Operasi yang satu ini biasanya akan dilakukan lebih dari sekali. Hal ini dikarenakan penentuan dari stadium atau tingkatan dari kanker yang menyerang pasien merupakan hal yang sangat penting. Melalui operasi penentuan ini, maka dokter akan melihat ukuran dan keganasan kanker pasien. Selain itu dokter akan juga dapat melihat kondisi dari kelenjar getah bening dari pasien. Penentuan stadium kanker yang akurat akan sangat membantu perencanaan metode pengobatan dari pasien.

  1. Tindakan Pengobatan Awal

Sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya bahwa tindakan operasi merupakan salah satu tindakan terbaik untuk mengatasi kanker. Tak jarang dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani tindakan operasi sejak awal. Terkadang pasien sendiri yang meminta kepada dokter untuk menjalani tindakan operasi. Melalui tindakan operasi awal, maka penyebaran kanker akan dapat diatasi. Namun, jika penyebaran telah terjadi pada jaringan lain yang ada di dalam tubuh. maka pasien tersebut akan juga menjalani terapi pengobatan lain  selain tindakan operasi

  1. Menghilangkan Gejala atau Simptom Kanker

Bedah onkologi sendiri dapat juga menjadi sebuah tindakan terapi simptomatis. Tindakan terapi yang dapat mengurangi atau menghilangkan secara total gejala dari kanker tersebut. Gejala yang muncul diakibatkan oleh penyakit kanker sendiri, memiliki banyak sekali jenis dan macamnya. Pada beberapa jenis kanker, terkadang gejala atau simptom yang muncul akan sangat mengganggu kehidupan dari pasien itu sendiri.

Tindakan Sebelum Operasi

Secara garis besar tindakan yang akan dilakukan oleh dokter sebelum operasi adalah melakukan konsultasi dan pemeriksaan awal. Melalui tindakan konsultasi ini sendiri, pasien akan diminta untuk menceritakan riwayat kesehatan yang dimilikinya. Apakah pasien tersebut memiliki gejala alergi atau gejala penyakit yang lain. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat penting dan tak dapat kita anggap remeh begitu saja. Tindakan konsultasi ini akan menjadi salah satu pertimbangan bagi dokter untuk menentukan metode pengobatan. Selain itu, melalui tindakan ini pasien juga akan dapat mengetahui mengenai informasi yang berhubungan dengan penyakit yang ia derita.

Pemeriksaan awaln yang dilalukan oleh pasien sendiri bisnaya meliputi,

  1. Rontgen
  2. Tes darah
  3. Pemeriksaan MRI
  4. CT Scan
  5. USG
  6. Endoskopi

Melalui pemeriksaan tersebut, dokter akan dapat menentukan kondisi awal dari penyakit pasien

Tindakan Pembedahan

Operasi merupakan suatu jalan terakhir yang bisa dilakukan oleh pasien. Biasanya operasi sendiri dipilih ketika kondisi kanker sudah dianggap cukup berbahaya. Selain itu juga dikarenakan operasi sendiri dianggap lebih mampu untuk menghilangkan sel kanker secara total. Meskipun terkadang setelah operasi pasien masih diharuskan untuk menjalani serangkaian perawatan. Operasi kanker sendiri dapat dibagi menjadi dua yaitu operasi tradisional dan operasi modern. Pada operasi tradisional biasanya akan dibuat sayatan dan pengangkatan kanker secara total, termasuk beberapa jaringan sehat yang berada di sekitar kanker, hal ini untuk mencegah dan menjamin bahwa seluruh sel kanker telah diangkat. Namun, selain operasi tradisional tersebut masih ada beberapa operasi kanker lain, seperti

  1. Cryosurgery operasi ini dilakukan dengan cara membekukan sel kanker. Pembekuan ini sendiri bertujuan untuk dapat menghilangkan sel kanker baik yang sudah berkembang maupun belum berkembang.
  2. Electrosurgery operasi ini sendiri menggunakan frekuiensi listrik yang cukup tinggi dalam prosesnya. Operasi jenis ini biasanya sering digunakan untuk mengatasi kanker kulit dan kanker pada mulut.
  3. Operasi laser operasi jenis ini merupakan salah satu operasi yang paling sering digunakan oleh dokter. Hal ini karena dengan menggunakan laser maka dokter dapat mengehancurkan sel kanker dengan tepat tanpa merusak jaringan sehat yang berada di sekitar sel tersebut. selain itu laser sendiri dapat memperkecil ukuran dari sel kanker itu sendiri hingga dapat menghancurkannya dalam bentuk menguapkan sel tersebut.
  4. Operasi dengan bantuan robot pada operasi ini dokter akan mengenadalikan tangan-tangan mekanik dalam melakukan operasi. Sembari mengendalikan tangan-tangan mekanis tersebut dokter akan dapat mengawasi kondisi sel kanker dan jaringan yang ada di sekitar sel tersebut dalam bentuk penggambaran 3 dimensi.
  5. Operasi Mohs operasi ini sendiri merupakan operasi yang paling efektif untuk dapat mengobati kanker kulit. Pada operasi jenis ini akan dilakukan penghilangan sel kanker dengan cara selapis-demi selapis. Penghilangan selapis demi selapis ini sendiri dianggap merupakan jalan yang paling tepat dan lebih aman dalam menangani kanker pada kulit.
  6. Operasi Orifisum operasi jenis ini merupakan jenis metode operasi baru yang masih dalam tahap perkembangan. Pada operasi ini sendiri tidak dibutuhkan sayatan dalam operasinya. Sebagai pengganti sayatan maka operasi memanfaatkan lubang alami yang ada dalam tubuh seperti mulut, vagina dan rektum. Metode operasi jenis ini sendiri sering digunakan untuk mengobati sel kanker yang terdapat dalam organ perut.

Tindakan Setelah Operasi

Setelah operasi berlangsung maka pasien akan menginap beberapa lama di rumah sakit. Hal ini akan memudahkan bagi dokter untuk melihat dan mengawasi kondisi pasien. Selain itu dengan beberapa lama berada di rumah sakit akan membuat pasien dapat beristirahat dengan penuh. Setelah pasien diperbolehkan pulang, maka dokter akan memberikan beberapa instruksi yang harus diikuti oleh pasien dengan baik. Instruksi yang diberikan sendiri akan berbeda-beda dan tak sama. Hal tersebut akan bergantung dari tipe operasi, tujuan operasi dan kondisi pasca operasi pasien itu sendiri.

Efek Samping

Sama halnya dengan tindakan operasi yang lain, tindakan bedah Onkologi ini sendiri juga memiliki efek samping yang dapat saja muncul. Beberapa efek samping yang mungkin timbul adalah

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Terganggunya fungsi organ
  • Rasa sakit
  • Pembekuan darah
  • Koma
  • Kematian
  • Komplikasi

Itu tadi beberapa hal mengenai bedah onkologi yang bisa kalian ketahui. Tindakan operasi memang merupakan sebuah tindakan yang sangat efektif. Namun, tindakan tersebut juga memiliki resiko yang sangat besar. Jika memang terdapat tindakan yang dapat ditempuh selain metode operasi, maka tak ada salahnya untuk di coba. Semoga informasi tadi bermanfaat.