Home ReviewTindakan Medis Antinuclear Antibody – Pengertian, Jenis dan yang Berhubungan Penyakit ANA

Antinuclear Antibody – Pengertian, Jenis dan yang Berhubungan Penyakit ANA

by Dony dwi prasetya

Manusia pada dasarnya rentan akan serangan berbagai macam penyakit. Namun, tubuh kita memiliki sebuah sistem kekebalan yang dapat menjaga kita dari berbagai macam serangan penyakit. Keberadaan sisitem kekebalan ini sendiri sangat penting untuk menjaga tubuh kita tetap sehat dan bugar. Kekebalan atau autoimmun ini sendiri tak hanya memebrikan kekebalan pada serangan yang berasl dari luar tubuh.

Namun, juga memberikan kita kekebalan untuk mengatasi beberapa masalah yang berasal dari dalam tubuh. Terkadang ada juga penyakit yang justru menyerang sisitem kekebalan ini sendiri. penyakit ini menyerang sistem kekebalan manusia, yang menyebabkan kemampuan tubuh untuk menolak beberapa jenis penyakit menjadi melemah. Salah satu jenis kelainan dalam sistem immunitas tubuh manusia adalah Anti Nuclear Antibody.

Anti Nuclear Antibody merupakan salah satu jenis kelanin pada sistem imun. Jenis kelainan ini sendiri mungkin tak terlalu banyak diketahui oleh banyak orang, selain kelainan sistem immun yang wajar kita ketahui. Ada beberapa hal yang berhubungan dengan Anti Nuclear Antibody yang harus kalian ketahui sebelumnya. Beberapa hal yang berhubungan tentang apa dan bagaimana anti nuclear antibody ini bekerja dan efeknya pada tubuh kita. Beberapa hal yang perlu kita ketahui seperti

Antinuclear Antibody

Tubuh manusia memiliki sebuah sistem perthanan tubuh yang disebut sistem immunitas atau sistem antibodi. Sistem antobodi sendiri merupakan sebuah protein yang dihasilkan oleh sistem immun. Antibodi tersebut bekerja untuk mengehalangi masuknya penyakit kedalam tubuh. Antibodi sendiri  membantu mengindentifikasi beberapa benda-benda asing yang masuk dan menyerang tubuh manusia. Serangan tersebut tak hanya dari luar tubuh, namun juga terkadang dari dalam tubuh kita sendiri. antibodi yang berjalan normal akan menyerang substansi yang dianggap akan memberikan bahaya pada tubuh manusia. Beberapa subsantansi yang sering menjadi sasaran antibodi adalah virus dan bakteri yang terkadang menyebabkan penyakit umum seperti flu, demam, batuk, infeksi, dan beberapa jenis penyakit lain.

Namun, tak jarang antibodi sendiri mengalami gangguan dalam proses kerjanya. Terkadang sistem immun tubuh salah mengidentifikasi tubuh kita sebagai sebuah substansi yang berbahaya. Jika kondisi seperti itu ditemukan maka tubuh akan membuat antibodi yang disebut autoantibody. Pada antibodi yang mengelami gangguan maka mereka akan menyerang sel dan jaringan sehat dalam tubuh. Antibodi tersebut akan menyerang protein sehat yang terdapat dalam nukleus sel yang merupakan pusat kontrol dari sel tubuh manusia. Keadaan antibodi yang seperti itulah yang disebut sebagai antinuclear antibody. Autoantibody sendiri biasanya dapat menyebabkan kerusakan pada beberapa jaringan tubuh seperti kulit, sendi, otot, dan beberapa bagian tubuh yang lain.

Anti Nuclear Antibody adalah sebuah hal yang normal yang dimiliki oleh manusia. Namun, jika kadar dan kandungan yang ditemukan dalam tubuh melebihi batas normal maka hal tersebut akan menjadi hal yang membahayakan.

 Jenis-Jenis Antinuclear Antibody

ANA atau Anti Nuclear Antibody sangat umum ditemukan pada beberapa jenis penyakit dan kealinan yang berhubungan denagn sistem immun dalam tubuh manusia. Namun, sebenarnya ANA adalah sebuah protein yang sanga wajar ditemuka dalam tubuh manusia. ANA sendiri memiliki beberapa macam jenis yang dapat dibedakan satu dengan yang lain. Perbedaan jenis tersebut biasanya sangat berhubungan erat dengan jenis penyakit tertentu. Beberapa jenis ANA yang bisa di identifikasi adalah.

1. ENA atau Extactable Nuclear Antigen antigen ini sendiri merupakan kelompok antigen yang bertugas untuk menyerang dan mengidentifikasi jenis penyakit autoimmun. Pengelompokan ini sendiri berdasarkan bisa tidaknya protein tersebut di ekstraksi dari nucleus menggunakan saline. Beberapa jenis serum antigen yang berhubungan dengan penyakit tertentu seperti. :

  • Anti-Ro dan Anti-La kedua serum antigen ini sendiri banyak ditemukan pada pendeirata Syndrom Sjogren dan beberapa penyakit immun yang lain. Ketika kedua serum antigen tersebut ditemukan dalam tubuh dengan presentasi kandunga hingga 30% – 60%, maka kemungkinan besar pasien akan mengalami syndrom Sjogren dan SLE. Pada kasus tertntu tingginya tinggak Anti-Ro dalam tubuh sangat berbahaya terutama bagi mereka yang sedang dalam kondisi hamil. Hal ini karena Ant-Ro dapat mnyusup kedalam janin dengan menembus plasenta. Anti-Ro yang menyerang janin dapat menyebabkan penyakit lupus pada janin untuk kedepannya.
  • Anti Smith atau Anti-Sm antibodi ini meruapkan salah satu hal yang dijadikan barometer bagi seseorang menderitan SLE atau tidak. Hampir semua orang yang di diagnosa mengalami kekurangan Anti-Sm ini menderita SLE. Meskipun keberadaan antigen tersebut tidak memiliki hubungan langsung denagn kerja dari penyakit tersebut. SLE sendiri merupakan penyakit yang berhubungan denagn sisitem saraf pusat, penyakit ginjal, dan beberapa penyakit paru-paru.
  • Anti-nRNP atau Anti-nuclear Ribonucleoprotein meruapkan sebuah antigen yang sering ditemukan bersama dengan Anti-Sm. Meskipun kadang keberadaan Anti-nRNP sendiri dapat merujuk pada jenis penyakit lain. Namun, hampir sebagian besar keberadaan antigen ini sendiri menunjuk pada penyakit SLE
  • Anti-topoisomerase antigen ini sendiri sangat erat hubungannya dengan keberadaan penyakit Skleroderma.
  • Anti-Jo-1 antigen yang satu ini sering dihubungkan dengan kelainan penyakit berupa dermatomitosis dan polymyositis.

2. Anti-double stranded DNA atau Anti-dsDNA merupakan sebuah serum antigen yang menjadi penanda utama seseorang terserang penyakit SLE. Selain itu keberadaan dari antigen ini sendiri juga sering dihubungkan denagn keberadaan dan penyebab penyakit lupus. Selain itu Anti-dsDNA ini sendiri terkadang dapat menyebabkan beberapa kerusakan yang dialami oleh ginjal.

3. Anti-histone antibodies antigen ini sendiri banyak ditemukan pada penyakit lupus. Namun tak jarang penyakit ini sendiri juga ditemukan pada Skleroderma, athritis, dan beberapa jenis obat-obat yang bisa menyebabkan lupus.

4. Anti-gp210 dan Anti-p62 antigen ini sendiri banyak ditemuka pada mereka yang teridentifikasi kelainan PBC atau Primary Biliar Cirrhosis.

5. Anti-Centromere Antibodies antigen ini sendiri banyak dihubungakan dengan penyakit CREST syndrome dan Skleroderma.

6. Anti-Sp100 antigen ini sendiri banyak ditemukan pada mereka yang memiliki kelainan penyakit PBC.

7. Anti-PM-Scl antigen yang satu ini banyak ditemukan dan dihubungkan denga mereka yang memiliki kelainan penyakit Polymyositis.

Antinuclear Antibody Tes

ANA tes sendiri bertujuan untuk dapat mengidentifikasi beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan sistem autoimun dalam tubuh.  Dengan melakukan tes ini sendiri kita bisa mendapatkan informasi apakah sistem kerja dalam tubuh kita berjalan secara normal atau mengalami ganguan yang disebabkan oleh beberapa kelainan penyakit immun. Tes ini sendiri merupakan salah satu bagian dari serangkaian tes yang akan di lakukan dokter untuk dapat menentukan jenis penyakit imun yang kita miliki. ANA tes sendiri pertama kali dilakukan oleh Dr. George Friou pada tahun 1957.

Tes ANA sendiri memerlukan sample darah dari pasien untuk dijadikan acuan dan di teliti di dalam laboratorium. Pada proses ini sendiri bisanaya menggunakan beberapa tekhnik yang bisa mengidentifikasi keberadaan ANA dan seberapa banyak kandungannya dalam tubuh kita. Beberapa metode yang sering digunakan dalah ANA tes adalah

1. Indrect immunofluorescence

Atau ada juga yang menyebutnya sebegai FANA. Tes ini sendiri akan menggunakan sebuah sneyawa kimia yang akan terikat pada protein dalam nukleus inti sel pada pasien yang terduga memiliki ANA. Untuk dapat melihat lebih jelas senyawa kimia tersebut akan dapat bercahaya ketika disinari dengan cahaya pada spektrum tertentu. Dari sinilah dapat diketahui keadaan ANA pada suatu pasien.

2. ELISA

Atau Enzyme- Linked Immunosorbent Assay metode ini sendiri menggunakan beberapa antigen yang diletakan pada cawan. Darah pasien yang diambil untuk dites kemudian akan diletakan pada cawan tersebut. Pada darah yang di diagnosa terdapat ANA maka darah akan tetap tinggal ada cawan saat dilakukan pembilasan.

Penyakit Berhubungan dengan ANA

ANA merupakan sebuh autoantibody yang memiliki kelainan. Kelainan ini sendiri biasanya disebabkan oleh bebrapa jenis penyakit tertentu. Penyakit tersebut akan membuat beberapa antigen yang bisa dihubungkan sebagai suatu gejala untuk mengidentifikasi keberadaannnya. Beberapa penyakit yang sering dihuubungkan dengan ANA adalah.

  1. Syndrome Sjorgen merupakan sebuah sindrom yang sangat berhubungan erat denagn beberapa kelenjar yang menghasilakan air mata dan ludah. Selain itu sindrom ini sendiri juga dapat mengakibatkan kerusakan pada persendian.
  2. Autoimmune Hepatitis meruapakan sebuah penyakit yang dapat menyebabkan pembengkakan pada hati.
  3. Arthritis merupakan sebuah penyakit yang menyebabkan kerusakan pada persendian.
  4. Skleroderma merupakan sebuah penyakit yang berhubungan dengan kerusakan lapisan kulit. Namun, dapat juga menyebabkan kerusakan pada organ lain.
  5. Polymyositis dan dermatomyositis merupakan sebuah penyakit yang kelemahan pada jaringan otot
  6. Penyakit tiroid penyakit ini sendiri dapat menyebabkan ganguan pada tiroid seperti hyothyrodism dan hyperthyrodism.
  7. Lupus eritematosus
  8. Diabetes melitus
  9. Anemia
  10. Vitiligo
  11. Pulmonary fibrinosis

Apakah ANA Selalu Berhubungan dengan Penyakit ?

Tidak, ANA tak selalu berhubungan denagn keberadaan sebuah penyakit. Hal ini karena keberadaan ANA adalah normal ditemukan dalanm tubuh manusia. seseorang yang memilikir rasio 1:80 pada keberadaan ANA dalam tubuh dapat dikategorikan normal. Sedangkan pada rasio 1:40 akan menunjukan hasil negatif saat dilakukan pengecekan darah. Selain itu keberadaan dan tingkat rasio ANA adalam tubuh manusia juga dipengaruhi oleh faktor umur. Pada mereka yang memiliki umur diatas 60 tahun terdapat kemungkinan memiliki rasio ANA yang lebih tinggi dalam darah.

Untuk dapat melihat lebih lanjut biasanya dibutuhkan beberapa tes yang lebih spesifik untuk dapat menentukan panyebab kandungan ANA dalam tubuh kita mengalami peningkatan secara signifikan. Beberapa tes tersebut ditujukan untuk melihat penyakit tertentu yang dihubungkan dengan peningkatan ANA. Beberapa tes lanjutan yang bisa kita lakukan adalah

  1. Anti-cetromere tes merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mendeteksi penyakit Skleroderma.
  2. Anti-Histone merupakan tes yang dilakukan untuk medeteksi penyait lupus yang disebabkan oleh obat-obatan yang kita konsumsi sehari-hari.
  3. ENA panel merupakan tes yang bertujuan untuk menentukan jenis penyakit auto immune yang ada pada tubuh kita.

Seorang dokter yang melalukan tes tersebut akan menjelaskan menganai arti dari setiap hasil tes tersebut. Bagi mereka yang menunjukan tingkat positif terjangkit oleh ANA akan mengalami beberapa perlakuan secara lebih khusus. Untuk penentuan perawatan dan pencegahan lebih lanjut hasil tes tersebut akan menjadi sebuah bahan acuan yang sangat penting.

Itu tadi beberapa informasi mengenai Anti-Nuclear Antibody atau yang biasa disebut juga ANA. Sebuah penyakit autoimmun yang berhubungan erat denagn berbabagi macam penyakit. Semoga informasi tadi bermanfaat.

You may also like