Monday, January 21, 2019
Home Lupus Lupus Eritematosus Diskoid

Lupus Eritematosus Diskoid

Lupus dikenal sebagai sebuah kondisi yang masih termasuk di dalam jenis penyakit autoimun. Penyakit ini adalah sebuah keadaan inflamasi kronis di mana penyerangan terhadap sel serta jaringan organ tubuh terjadi oleh sistem kekebalan tubuh. Berbagai organ atau bagian tubuh yang dapat terserang lupus antara lain adalah sel darah, otak, jantung, ginjal, paru-paru, sendi, sumsum tulang belakang hingga bagian kulit.

Lalu, apakah yang dimaksud dengan lupus eritematosus diskoid? Apakah kondisi ini berbeda dari lupus biasa? Lupus jenis ini adalah penyakit autoimun kronis yang menyerang bagian kulit yang asalnya adalah dari lesi dengan bentuk koin yang dihasilkannya. Sebagai akibatnya, tentu kesehatan kulit akan memburuk, maka kita perlu tahu apa saja penyebab, gejala hingga cara menanganinya.

Penyebab dan Gejala

Penyebab dari lupus eritematosus diskoid ini belumlah diketahui secara jelas, namun karena merupakan sebuah jenis penyakit autoimun, diduga bahwa ada keterlibatan faktor genetik dan juga lingkungan yang berkombinasi. Walau kelihatannya cukup mengganggu, penyakit ini bukanlah jenis penyakit menular sehingga tak akan menyebar hingga diderita oleh orang-orang terdekat kita.

Mungkin kita akan mengira bahwa gejala yang muncul pada kulit tak berbeda jauh dari kondisi gejala reaksi alergi. Namun pada kasus jenis lupus satu ini, ruam kulit adalah gejala utamanya di mana akan muncul dengan tampilan bercak berwarna merah muda hingga bercak dengan warna yang sangat merah.

Ruam ini dapat menyebar di seluruh tubuh penderitanya, yakni mulai dari leher, telapak kaki, telapak tangan, dan juga daerah bawah siku. Kasus ruam pada bagian-bagian tubuh tersebut adalah yang paling sering dijumpai, namun tak hanya itu, karena nyatanya kondisi lupus eritematosus diskoid juga dapat memengaruhi saluran telinga.

Contoh beberapa gejala umum dari lupus eritematosus diskoid dapat dilihat di bawah ini dan sebaiknya Anda mulai mewaspadainya ketika tanda-tanda ini timbul.

  • Kulit mengelupas.
  • Kulit bersisik tebal di bagian kulit tubuh maupun kulit kepala.
  • Kulit menipis.
  • Lesi bulat.
  • Lesi yang melepuh; hal ini lebih sering dijumpai pada ujung jari dan siku tangan.
  • Kulit kepala menebal.
  • Pigmentasi kulit yang berpotensi menjadi permanen.
  • Bisul namun di dalam bibir.
  • Kuku membengkok.
  • Kuku lebih rapuh.
  • Jaringan parut permanen.
  • Kulit gatal-gatal, walau gejala ini cukup jarang dialami penderita lupus jenis ini.

Pada umumnya, gejala lupus eritematosus diskoid dapat muncul dengan sendirinya namun juga dapat mereda sendiri nantinya. Gejala-gejala tersebut tak akan berpengaruh terhadap keseluruhan kesehatan kita, tapi tetap harus mewaspadai dan mengatasi secepatnya.

Siapa yang berisiko tinggi terserang lupus eritematosus diskoid?

Siapapun dapat mengalami kasus penyakit satu ini, walau memang kondisi ini tergolong langka dijumpai pada anak-anak. Lupus eritematosus diskoid lebih sering menyerang wanita dengan rentang usia antara 20 dan 40 tahun di mana artinya risiko jauh lebih tinggi pada mereka. Faktor-faktor lain seperti infeksi, stres hingga trauma mampu menyebabkan kondisi lupus ini lebih buruk.

Pengobatan

Ketika gejala mulai mengkhawatirkan dan Anda tak lagi merasa nyaman, segeralah ke dokter untuk memeriksakan diri. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi kesehatan fisik Anda terlebih dulu dan biopsi kulit juga adalah langkah diagnosa yang dilakukan selanjutnya. Dari hasil pemeriksaan, barulah dokter bisa memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

  • Obat Imunosupresif

Jenis obat ini kemungkinan akan diberikan oleh dokter di mana tujuan utamanya adalah sebagai penurun produksi sel inflamasi di dalam tubuh Anda. Obat ini biasa akan diberikan bila memang kondisi gejala yang dialami penderita sudah tergolong parah. Atau, pemberian obat ini dilakukan jika ingin menghilangkan atau menyembuhkan steroid oral.

Dengan tujuan agar peradangan bisa berkurang, dokter berkemungkinan memberi resep obat anti malaria kepada Anda. Obat ini berjenis oral. Ketika diberi resep obat ini, konsultasikan pula tentang kemungkinan efek sampingnya. Pada umumnya, obat anti malaria tidaklah menimbulkan efek samping berbahaya dan justru jauh lebih ringan ketimbang obat-obat lainnya, tapi tetap bisa dan perlu untuk diwaspadai.

  • Obat Anti Inflamasi Topikal Non-Steroid

Jenis obat lainnya yang dokter berikan kepada para penderita lupus eritematosus pada umumnya adalah obat anti inflamasi topikal non-steroid yang berupa salep atau krim. Obat yang lebih umum diresepkan adalah penghambat kalsineurin, seperti tacrolimus yang juga sekaligus dapat diandalkan dalam mengurangi peradangan. Bila perlu, tanyakan kepada dokter Anda akan segala kemungkinan efek samping yang bisa terjadi selama penggunaan.

Pengobatan dengan Bahan Alami

Setelah mengintip apa-apa saja solusi yang diberikan oleh dokter dan jenis obat apa yang mampu secara efektif membantu meredakan kondisi gejala, Anda pun juga bisa mempertimbangkan untuk pengobatan alami ini. Berikut ini adalah beberapa bahan alami ampuh yang Anda dapat manfaatkan demi kesembuhan kulit dari lupus eritematosus diskoid secara total tanpa adanya bekas luka akibat gejala yang sebelumnya menyerang.

  • Ekstrak Biji Anggur

Walau mungkin gejala telah berhenti, sebagian dari Anda tetap dapat merasakan ketidaknyamanan akibat bekas luka pada kulit. Ruam-ruam yang terjadi kemungkinan akan membekas, maka untuk penanganan alaminya, cobalah untuk menggunakan ekstrak biji anggur sebagai antioksidan yang mengendalikan bekas luka/ruam.

  • Ekstrak Kulit Pinus

Selain ekstrak biji anggur, ekstrak kulit pinus juga adalah alternatif alami yang boleh Anda coba untuk menghilangkan bekas gejala mengganggu pada kulit Anda. Karena sifat antioksidannya yang tinggi, maka ekstrak ini pun dapat dimanfaatkan sebagai pengendali gejala dari lupus eritematosus diskoid.

  • Jamur Reishi

Kegunaan dari jamur Reishi ini adalah sebagai peningkat kekebalan tubuh penderita lupus eritematosus diskoid. Bila Anda mencari cara meningkatkan daya tahan tubuh paling alami, jamur ini dapat menjadi pertimbangan Anda. Bahkan jamur ini pun memang telah dikenal baik serta mujarab dalam mengatasi gejala-gejala yang ditimbulkan oleh lupus eritematosus diskoid.

  • Kunyit

Banyak dari kita tahu betul bahwa kunyit adalah rempah yang bisa dijadikan untuk obat berbagai penyakit. Untuk mengatasi gejala lupus eritematosus diskoid dan mengurangi ruam serta luka yang ditimbulkan pada kulit, campurkan saja kunyit bubuk ½ sendok teh dengan air 100 ml lalu rebus sekitar 10 menit lamanya.

Sebelum dikonsumsi, air kunyit bisa disaring lebih dulu. Minumlah obat alami ini secara rutin karena cara ini pun telah terbukti mampu meredakan inflamasi pada tubuh karena lupus eritematosus diskoid. Konsumsi sehari 2 kali setiap hari seteratur mungkin akan memberikan Anda hasil terbaik yang akan nampak setelah 1 bulan penggunaan. Sementara untuk bekas gejala yang ditimbulkan, mengonsumsi bubuk kunyit sehari 3 kali lebih disarankan.

  • Teh Hijau

Teh hijau dikenal sebagai sumber minuman berpolifenol tinggi yang tentunya makin terpercaya untuk menyembuhkan masalah kulit seperti lupus eritematosus diskoid sekalipun. Dengan mengonsumsi rutin, perkembangan gejala mampu diperlambat atau dihambat. Jadi, tak ada salahnya untuk mulai mengonsumsi teh hijau sebagai solusi pengobatan atau juga pencegahan.

Suplemen dengan kandungan asam lemak omega-3 tinggi rupanya juga mampu menjadi pereda gejala lupus eritematosus diskoid secara alami. Bahkan Anda tak juga perlu khawatir akan bekas luka atau ruam yang mungkin ditimbulkan ke depannya. Selain dari suplemen, dapatkan nutrisi satu ini dari makanan-makanan yang mengandung omega-3, seperti ikan haring, makerel, biji rami, selai kacang, ikan teri, tuna, sarden dan salmon.

  • Aloe Vera

Tak perlu lagi meragukan khasiat lidah buaya untuk kulit, bahkan tanaman super ajaib ini bisa meredakan pula ruam akibat lupus eritematosus diskoid. Untuk penggunaannya, dianjurkan untuk mengambil 2 sendok teh jus lidah buaya dan kemudian mengaplikasikannya langsung dengan cara mengoleskan ke bagian kulit beruam sehari 2 kali. Dalam 2 minggu biasanya terlihat sudah hasil efektifnya, terutama bila memakainya secara teratur.

Tips Perawatan Lainnya

Selain dari konsumsi obat yang diresepkan dokter atau mencoba menggunakan obat dari bahan alami, ada beberapa hal lain yang patut diperhatikan oleh para penderita.

  • Mengonsumsi vitamin D dan menghindari cahaya matahari.
  • Mengenakan topi atau pakaian berlengan panjang dan celana panjang demi memberikan proteksi terhadap kulit, bahkan ketika cuaca sedang mendung.
  • Menggunakan tabir surya senantiasa yang menawarkan SPF 70 atau bahkan di atas itu. Pakailah setiap beberapa jam sekali.
  • Menghindari aktivitas merokok dan lebih baik berhenti demi mencegah bahaya merokok bagi kesehatan, tak terkecuali kesehatan kulit yang bisa terkena dampaknya.

Apakah ada bahaya komplikasi?

Ya, terutama bagi Anda yang telah mengalami serangan berulang. Komplikasi atau bahaya yang perlu diwaspadai adalah timbulnya perubahan warna kulit permanen atau bekas-bekas luka pada kulit yang bisa timbul karena ruam dan gatal. Karena juga mampu menyerang kulit kepala, kerontokan rambut juga menjadi salah satu efeknya. Lupus jenis ini pun menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kanker kulit, terutama bila Anda mempunyai lesi jangka panjang pada kulit di dalam mulut atau bibir.

Kiranya dengan sekilas info mengenai lupus eritematosus diskoid ini, mampu menjadikan Anda lebih waspada terhadap gejala kesehatan yang telah disebutkan. Segera periksakan bila ada yang janggal pada kulit Anda agar penanganan yang didapat juga lebih cepat.

No posts to display

Recommended