Biopsi – Pengertian – Jenis – Proses – Efek Samping

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Proses diagnosa suatu penyakit adalah sebuah proses yang sangat penting. Dari proses tersebut maka kita bisa mengenali jenis penyakit pasien.  Proses diagnosa yang cepat dan tepat sangat berpengaruh pada kesembuhan dar pasien. Hal ini berhubungan dengan ketepatan dan kecepatan dalam menangani dari sebuah penyakit, maka dari itu seorang dokter tak akan dapat melakukan penanganan lebih lanjut tanpa diagnosa terlebih dahulu.

Jika ada kesalahan diagnosa meskipun hanya sedikit saja, maka efek yang akan timbul bisa saja cukup berbahaya. Apalagi jika kesalahan diagnosa tersebut berhubungan dengan penyakit-penyakit yang ganas seperti kanker. Untuk melakukan proses diagnosa penyakit dari pasien maka dokter akan menggunakan beberapa prosedur diagnosa yang ada. Salah satu jenis prosedur yang cukup banyak dan sering digunakan dalam dunia kedokteran adalah biopsi.

Dunia kedokteran memang mengenal banyak sekali proses diagnosa. Ada beberapa proses diagnosa yang memang ditujukan untuk jenis penyakit tertentu saja seperti transiluminasi dan radiologi. Sedangkan biopsi sendiri adalah sebuah metode diagnosa penyakit yang bisa dikatakan cukup beragam.

Namun, ada beberapa hal yang masih perlu kalian ketahui mengenai metode medis yang satu ini. Hal yang berhubungan dengan apa itu biopsi, bagaimana biopsi dilakukan, efek samping yang mungkin saja ada. Kali ini kita akan membahas mengenai hal-hal tersebut, agar bisa menambah pengetahuan kita. Beberapa hal yang berhubungan dengan biopsi dan harus kita ketahui, seperti

Apa itu Biopsi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa biopsi sendiri adalah salah satu tindakan medis yang masuk kedalam proses diagnosis. Lebih tepatnya biopsi adalah proses pengambilan sebagian kecil dari jaringan dalam tubuh untuk dapat diamati lebih lanjut.  Pengambilan sampel ini sendiri berhubungan erat dengan adanya kemungkinan lain yang bisa saja timbul.

Selain itu dengan pemeriksaan laboratorium dari sebuah jaringan akan meminimalisir kemungkinan terdapatnya kesalahan diagnosa pada pasien. Hal ini karena terkadang penyakit akan menunjukan gejala yang berbeda-beda pada setiap pasien, atau kadang gejala yang timbul satu sama lain hampir mirip. Jika dokter hanya meletakan hasil diagnosa dari gejala yang timbul maka kemungkinan terjadinya kesalahan diagnosa penyakit akan sangat besar.

Namun, jika diagnosa tersebut didukung oleh hasil pemeriksaan laboratorium maka, hasil diagnosa dari pasien akan lebih akurat. Hasil yang akurat ini akan menjadi sebuah acuan untuk dapat menentukan bagaimana cara yang tepat untuk dapat menangani penyakit pasien.

Biopsi sendiri sering digunakan untuk pemeriksaan penyakit secara khusus. Bisanya metode biopsi ini sendiri sering digunakan dalam proses pengidentifikasian penyakit kanker dan tumor. Melalui proses biopsi dokter akan dapat menentukan apakah kanker dan tumor kita tergolong ganas atau masih jinak.

Selain itu dengan proses biopsi sendiri dapat menentukan tingkat keganasan dari kanker dan tumor. Bisanya proses biopsi ini sendiri dan di dukung oleh proses pemeriksaan yang lain, seperti MRI dan SC Scan. Kedua proses pendukung itu akan menentukan letak dimana penyakit tersebut berada, setelah letaknya diketahui kemudian selanjutnya akan dilanjutkan oleh proses biopsi dengan pengambilan sampel jaringan.

Kenapa Biopsi Dilakukan

Beberapa pasien terkadang akan mengalami kesalahan persepsi saat mendengar kata biopsi. Hal ini berhubungan erat dengan seringnya biopsi digunakan dalam proses pendeteksian penyakit kanker. Hal ini adalah sebuah pemahaman yang keliru dan tidak benar. Jika anda mendapatkan rujukan untuk melakukan tindakan biopsi, hal tersebut tidak langsung berarti bahwa anda terkena kanker.

Biopsi tersebut hanya bertujuan untuk dapat melihat dan mempelajari mengenai kondisi jaringan abnormal dalam tubuh seseorang. Sedangkan alasan sebuah jaringan menjadi abnormal adalah banyak sekali penyebabnya. Selain itu biopsi sendiri tidak hanya digunakan pada proses diagnosa kanker saja. Ada banyak jenis-jenis kista yang dapat di identifikasi menggunakan proses biopsi ini.

Sebaiknya jika dokter memberikan rujukan kepada kita untuk melakukan tindakan biopsi jangan dulu berpikiran buruk. Justru melalui proses biopsi tersebut kita akan semakin mengerti dan paham mengenai penyakit yang kita derita. Terkadang seseorang pasien tidak menyadari menderita penyakit tertentu sampai akhirnya hal tersebut dapat diketahui melalui proses biopsi. Hal seperti itulah yang bisa kita hindari.

Sampai saat ini biopsi masih merupakan sebuah metode utama yang bisa dijadikan acuan akurat dalam diagnosa penyakit. Meskipun ada jenis tes laboratorium lain yang dapat juga dilakukan, namun biopsi masih menjadi ujung tombak utama dalam diagnosa penyakit terutama kanker. Pasien memang selama proses diagnosa kanker akan menjalani serangkaian tes, termasuk pemeriksaan MRI dan CT Scan atau sejenisnya.

Namun, tes tersebut hanya akan dapat menunjukan letak dimana jaringan itu berada. Pada tahap ini bisanya yang akan muncul hanya sebuah area gelap dalam tubuh. Namun, dokter tidak bisa menentukan secara pasti jenis penyakit apakah dan  tingkat keganasannya. Nah, melalui proses biopsilah kedua hal tersebut dapat dinyatakan secara akurat dan tepat.

Jenis dari Biopsi

Proses biopsi sendiri pada dasarnya memiliki berbagai macam jenis yang banyak sekali. Jenis ini berhubungan dengan tempat dimana biopsi tersebut dilakukan. Namun, ada juga jenis biopsi yang ditentukan berdasarkan alat yang digunakan selama proses biopsi berlangsung. Beberapa jenis biopsi yang ada seperti

  1. Biopsi Sumsum Tulang

Biopsi ini sendiri biasanya dilakukan pada daerah sekitar tulang pinggul. Hal ini berhubungan erat dengan lokasi pembentukan dari sel darah dalam tubuh. Sebagaimana kita tahu bahwa sel darah yang terdapat dalam tubuh ini terbentuk di dalam sumsum tulang. Sehingga proses ini biopsi ini sendiri bertujuan untuk dapat mengetahui keadaan dari sumsum tulang.

Selain itu tindakan ini juga dilakukan untuk mendeteksi penyakit  darah seperti leukimia, anemia, infeksi, dan limfoma, melalui proses biopsi inilah dokter akan mengumpulkan informasi dari sumsum tulang dalam tubuh. Selain itu hal ini ini sendiri juga bisa dijadikan acuan apakah ada sel kanker yang berkembang dalam sumsum tulang. Apabila disekitar area sumsum tulang terdapat sel kanker yang menjadi aktif, maka biopsi menjadi sangat penting. Hal ini untuk menunjukan apakah penyebaran kanker telah mencapai bagian sumsum tulang.

  1. Biopsi Endoskopik

Biopsi ini sendiri bertujuan untuk proses pengambilan sampel jaringan pada lokasi-lokasi yang cukup sulit. Dalam prosesnya sendiri biopsi jenis ini memiliki kesamaan dengan proses laparoskopi. Keduanya menggunakan sebuah tabung fleksibel yang dihubungkan dengan kamera kecil pada ujungnya.

Dokter akan mengetahui keadaan jaringan tersebut melalui kamera yang terpasang pada endoskop. Pada pasien yang melakukan tindakan biopsi endoskopi ini sendiri biasanya masih akan tetap merasakan sakit, seperti kembung, rasa tak nyaman. Rasa sakit itu sendiri akan tergantung dari cara masuknya endoskop kedalam tubuh.

  1. Biopsi Kolposkopi

Biopsi ini sendiri bisanya menjadi kelanjutan pemeriksaan setelah ditemukannya hal yang tak normal dalam tes pap smear. Dalam prosesnya akan melibatkan sebuah alat yang disebut dengan kolposkop. Alat ini sendiri bertujuan untuk memeriksa leher rahim sembari mengambil sampel jaringan.

  1. Biopsi Jarum

Biopsi jenis ini adalah biopsi yang paling umum dilakukan. Bisanya biopsi jenis digunakan untuk mengambil sample jaringan pada kulit serta organ lain seperti hati dan ginjal.

  1. Biopsi Eksisi

Biopsi jenis merupakan biopsi yang bisa digunakan untuk mengangkat jaringan atau benjolan dalam tubuh. Pada kategori ini sendiri biopsi eksisi bisa dimasukan kedalam golongan jenis operasi besar, meskipun sayatan yang digunakan tidak terlalu besar. Biopsi eksisi bisanya digunakan untuk mengangkat benjolan yang ada dalam tubuh. salah satu contohnya adalah pengangkatan benjolan yang ada di daerah payudara.

  1. Biopsi insisi

Biopsi jenis ini merupakan biopsi yang kebalikan dari biopsi eksisi. Jika biopsi eksisi merupakan biopsi yang melakukan pengangkatan benjolan secara menyeluruh. Maka biopsi inisisi merupakan jenis biopsi yang hanya melakukan pengangkatan benjolan hanya sebagian saja. biopsi ini sendiri bisanya dilakukan pada daerah jaringan ikat dan otot.

  1. Biopsi Punch

Biopsi ini pada prosesnya akan menggunakan alat khusus yang dapat membuat lubang pada kulit. Alat ini bisanya  digunakan untuk memeriksa kondisi dari kulit pasien itu sendiri. Biopsi punch bisanya digunakan untuk mendeteksi penyakit kulit dan sering dilakukan oleh dermatologist.

  1. Biopsi Stereotactic

Biopsi jenis ini biasanya dilakukan dengan bantuan sinar-x. Sinar tersebut akan menjadi pemandu dari jarum yang digunakan dalam proses biopsi ini. biopsi stereotactic ini sendiri bisanya digunakan pada penyakit yang sulit untuk di jangkau.

  1. Biopsi Kapsul

Biopsi jenis ini akan menggunakan sebuah alat khusus yang menyerupai kapsul. Alat tersebut bertujuan untuk mengambil sampel jaringan yang terdapat pada area di dalam usus.

Bagaimana Proses Biopsi

Pada dunia kedokteran operasi biopsi sendiri bisanya akan dapat dibagi kedalam dua golongan. Pembagian ini sendiri berhubungan dengan kesukaran pada saat biopsi dilakukan. Pembagian ini sendiri sangat berbeda dengan pembagian pada jenis-jenis biopsi.

Pada pembagian jenis lebih berhubungan pada jenis alat yang digunakan atau dimana biopsi dilakukan. Namun pembagian golongan ini berhubungan dengan tingkat kesukaran. Pembagian tersebut adalah

  1. Biopsi Minimal Invasif

Pada proses biopsi yang masuk kedalam golongan ini adalah proses biopsi yang dapat dilakukan dengan sederhana. Melakukannya pun tak perlu dirumah sakit khusus. Proses biopsi golongan ini dapat dilakukan di klinik-klinik tempat dokter melakukan praktek. Selain itu penggunaan bius pun terkadang hanya berupa bius lokal. Proses biopsi yang masuk kedalam golongan ini sendiri seperti biopsi punch yang digunakan untuk mengambil contoh sampel pada kulit.

  1. Biopsi invasif

Proses biopsi yang masuk kedalam golongan ini merupakan proses biopsi yang lebih invasif. Untuk melakukan proses biopsi pada golongan ini sendiri kita harus melakukannya di Rumah Sakit tertentu. Selain itu pada proses ini sendiri akan digunakan bisu total, sehingga selama proses berlangsung pasien akan tertidur.

Efek Samping Biopsi

Sebagaimana tindakan medis yang lain pasti memiliki resiko atau efek samping. Begitu juga dengan tindakan biopsi yang juga memiliki resiko. Namun, resiko yang terjadi pada proses biopsi bisa dikatakan cukup minim. Beberapa resiko yang bisa muncul seperti

  1. Alergi
  2. Nyeri
  3. Infeksi
  4. Pendarahan

Itu tadi beberapa informasi yang berhubungan mengenai biopsi. Selama ini kita mengetahui mengenai operasi biopsi sebagai salah satu tindakan medis. Namun, kita tak mengetahui informasi lengkap mengenai tindakan biopsi itu sendiri. semoga informasi ini bermanfaat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn