Afatinib – Obat Apa – Kontraindikasi – Dosis – Efek Samping

800

Apa itu Afatinib ?

Afatinib bukanlah obat-obatan kemoterapi, tetapi adalah terapi dengan tujuan tertentu. Terapi dengan tujuan tertentu adalah hasil penelitian bertahun-tahun mengenai sel kanker dan sel-sel normal. Terapi dengan tujuan tertentu dimaksudkan untuk mengidentifikasikan bentuk lain dari sel-sel kanker. Para ilmuwan mencari secara spesifik dan mendetail mengenai perbedaan sel kanker dan sel sel normal.

Informasi itu kemudian digunakan untuk membuat terapi dengan tujuan tertentu untuk menyerang sel sel kanker tanpa merusak sel sel normal, yang secara otomatis akan mengurangi resiko efek samping. Terapi ini bekerja dengan cara merusak kemampuan sel kanker untuk berkembang, membetulkan dan berkomunikasi dengan sel-sel lain. Afatinib juga dikenal dengan Gilotrif di Amerika, Giotrif di Eropa dan sebelumnya dikenal dengan Tomtovok dan Tovok. Obat ini digunakan di Amerika, Eropa, Taiwan, Meksiko, Chili, Jepang dan negara lain untuk penanganan pasen dengan kondisi EGFR (epidermal growth factor receptor) mutation positive, atau metastatik sel-sel kanker besar pada paru-paru yang terdeteksi dengan tes FDA.

Afatinib diklasifikasikan sebagai tyrosine kinase. Afatinib dibuat dengan khusus untuk menghambat pertumbuhan sel kanker dengan beberapa cara dan dengan demikian berharap kanker itu sendiri akan hilang. Para peneliti masih dan akan terus melakukan studi akan identifikasi kanker apa yang paling cocok dan efektif diserang dengan terapi ini dan menemukan penyakit-penyakit lain yang bisa ditangani dengan Afatinib selain kanker.

Kontraindikasi AFATINIB dan info yang Harus Didiskusikan ke Dokter

Untuk mengurangi kontraindikasi Afatinib, sebaiknya diskusikan kepada dokter mengenai obat-obatan lain yang sedang anda konsumsi, termasuk diantaranya vitamin, obat herbal dan lain-lain. Selama mengkonsumsi Afatinib, tidak disarankan untuk menerima segala jenis imunisasi dan vaksinasi tanpa persetujuan dokter.

  • Afatinib akan membuat kulit anda terasa sensitif dari paparan sinar matahari, oleh karena itu sebaiknya batasi kegiatan luar yang terkena sinar matahari langsung. Kulit terbakar, ruam dan jerawat akan semakin memburuk sesuai dengan banyaknya paparan. Selalu gunakan tabir surya dan gunakan topi serta pakaian yang melindungi kulit seoptimal mungkin agar tidak terkena paparan matahari langsung ketika mengkonsumsi Afatinib.
  • Pada wanita yang sedang hamil atau berusaha untuk hamil atau sedang dalam masa menyusui, harus berkonsultasi pada dokter sebelum mengkonsumsi Afatinib. Konsumsi Afatinib dikhawatirkan akan memberikan dampak yang tidak diinginkan kepada janin dan bayi.
  • Bagi wanita dan pria, sama-sama dianjurkan untuk menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom saat berlangsungnya terapi Afatinib, setidaknya selama 2 minggu sampai terapi itu selesai. Setelah terapi selesai dan anda ingin punya anak juga harus diinformasikan kepada dokter.

Prosedur Minum obat Afatinib

Afatinib berbentuk pil dan dikonsumsi secara oral. Obat ini sebaiknya diminum dalam kondisi perut kosong atau setidaknya 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Pil Afatinib tidak boleh dihancurkan dan dikunyah, harus diminum dengan air putih. Setelah minum Afatinib, banyak-banyaklah minum air putih selama 24 jam kira-kira sebaiknya 3-4 liter, kecuali dokter menyarankan sebaliknya.

Ukuran Dosis Obat Afatinib

Dokter akan memberikan dosis Afatinib dilihat dan dipertimbangkan dari banyak faktor, misalnya kondisi kesehatan secara keseluruhan atau kondisi kesehatan khusus lainnya, dan jenis kanker yang ada di dalam tubuh anda. Dokter akan memberikan dosis dan jadwal untuk konsumsi Afatinib.

Apa yang terjadi jika overdosis obat Afatinib?

Apabila terjadi overdosis Afatinib, segera datangi unit gawat darurat terdekat dan sebaiknya membawa obat-obatan, vitamin, herbal yang sedang dikonsumsi oleh pasien untuk memudahkan diagnosa dokter. Apabila ada dosis yang terlewat maka sesegera mungkin konsumsi dosis tersebut, namun jika sudah mendekati waktu konsumsi dosis selanjutnya maka jangan menambah jumlah dosis.

Bagaimana cara penyimpanan obat Afatinib?

  1. Simpan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan dan anak-anak.
  2. Jangan terkena sinar matahari langsung dan jangan disimpan di tempat yang lembab seperti lemari kamar mandi. Tempatkan pada suhu ruangan.
  3. Jika tablet berubah warna maka segera kembalikan ke apotik yang memberi anda Afatinib.
  4. Sangat tidak dianjurkan untuk membuang obat yang sudah kadaluarsa atau tidak terpakai lagi di saluran pembuangan atau toilet karena untuk mengurangi resiko pencemaran lingkungan.
  5. Sisa obat apapun yang anda miliki sebaiknya diberikan kembali ke farmasi untuk dibantu pembuangannya secara tepat.

Efek Samping Obat Afatinib

Meskipun memiliki efek yang luar biasa, kebanyakan obat-obatan dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan, meskipun tidak semua orang akan mengalaminya. Efek yang tidak diinginkan seringkali meningkat khususnya apabila tubuh sedang beradaptasi dengan substansi obat yang baru. Berikut adalah beberapa efek samping pada umumnya yang telah dilaporkan, namun jika efek samping ini terus berlanjut dan menjadi sangat parah maka segera hubungi dokter :

  • Diare
  • Acneiform eruption
  • Luka di mulut
  • Paronychia (infeksi di kuku)
  • Mulut kering

Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa efek samping yang tidak sering terjadi namun masih ada kemungkinan seperti :

  • Berkurangnya nafsu makan
  • Gatal-gatal
  • Turun berat badan
  • Mimisan
  • Infeksi usus besar
  • Inflamasi pada bibir
  • Demam
  • Hypokalemia (jumlah potassium rendah)
  • Conjunctivities (mata merah)
  • Rhinorrhea (Hidung mengeluarkan ingus)
  • Enzim liver yang meningkat

Ada saat dimana kita harus segera menghubungi dokter apabila efek samping yang terlihat adalah :

  • Demam lebih dari 38 derajat celcius
  • Menggigil
  • Kesusahan bernafas dengan batuk
  • Palpitation (rasa sakit di dada atau telinga yang terasa berdengung dan sakit)

Efek samping lain yang juga cenderung serius dan membutuhkan penangananan medis namun tidak termasuk gawat darurat adalah :

  • Diare (4-6 kali dalam 24 jam)
  • Mual (tidak bisa makan)
  • Muntah-muntah (muntah lebuh dari 4-5 kali dalam 24 jam)
  • Tidak dapat makan dan minum dalam 24 jam atau terlihatnya gejala dehidrasi seperti : kelelahan, kehausan, mulut kering, warna urine yang gelap dan kuantitas yang menurun dan sakit kepala
  • Mata dan kulit menguning
  • Warna urine berubah menjadi seperti warna teh
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Rasa nyeri pada bagian kanan lambung
  • Mudah berdarah atau terluka daripada biasanya
  • Perubahan pada kulit dan kuku (ruam, gatal-gatal, infeksi, inflamasi, dan lain-lain)
  • Batuk dengan atau tanpa dahak
  • Luka pada mulu
  • Rasa sakit ketika buang air kecil
  • Inflamasi pada mata, seperti keluar air, mata memerah, terasa sakit, penglihatan menurun dan sensitif terhadap cahaya
  • Sakit kepala yang sangat berat hingga tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari
  • Adanya bengkak pada sendi kaki
  • Naiknya berat badan secara tiba-tiba

Anda mungkin akan rentan terhadap resiko infeksi, jadi sebisa mungkin hindari keramaian orang yang sedang menderita flu, demam atau gejala infeksi lain. Untuk menangani luka di mulut akibat Afatinib, gunakan sikat gigi yang lembut dan bersihkan 3 kali sehari dengan 1 sendok teh baking soda dicampur 300 ml air. Gunakan razor elektrik dan sikat gigi yang lembut untuk meminimalisir terjadinya pendarahan. Hindari kontak fisik atau olahraga yang berpotensi membuat luka luar.

Bagi yang menderita mual dengan sangat, sebaiknya makan dalam porsi kecil berkali-kali dan konsultasikan kepada dokter obat yang bisa membantu mengurangi rasa mual. Pada umumnya, menghindari pemakaian alkohol dan apabila terpaksa hanya konsumsi dalam jumlah minimal pada saat menjalani terapi Afatinib. Selalu gunakan tabir surya dengan SPF 15 atau lebih dan juga gunakan pakaian yang melindungi kulit seoptimal mungkin. Yang terakhir adalah cukupkan waktu istirahat dan jaga konsumsi pola makan dengan nutrisi yang baik.

Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan anda secara berkala untuk memonitor respon tubuh dan efek samping dari terapi Afatinib itu sendiri. Termasuk di dalamnya tes darah secara berkala untuk mengetahui fungsi internal organ seperti ginjal dan liver.