Wanita Ini Tak Bisa Menyusui Karena Didiagnosa Kanker Payudara Saat Masih Hamil

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Sarah Hanan, dikutip dari BBC News, adalah seorang wanita 29 tahun yang harus mengidap kanker payudara dengan sifat kanker yang terlalu agresif sehingga perlu menempuh pengobatan kemoterapi padahal sedang hamil. Sarah menyadari di area payudaranya ada yang keras saat disentuh, tapi tak sampai mengira itu adalah tumor ketika meminta dokter melakukan pengecekan.

Biopsi dan USG pun ia perlu jalani demi mengetahui apa yang terjadi pada payudaranya, dan kabar hasil diagnosa dari dokter ia dapatkan esok harinya. Ya, ia positif terdiagnosa kanker payudara di mana hal ini membuat bingung dirinya sendiri beserta sang suami.

Ben, suami Sarah pun mengatakan betapa mengerikannya kabar tersebut karena ia tak bisa membayangkan harus menjadi orang tua tunggal dan kehilangan istri beserta anaknya. Meski kemoterapi mampu berdampak buruk pada bayi menurut para dokter yang mereka temui, nyatanya mereka tak memiliki pilihan lain.

Bahkan pada kemoterapi pertamanya saat sedang berada pada masa kehamilan trimester pertama, tumor payudaranya telah berukuran dua kali lipat. Efek samping kemoterapi sekaligus efek kehamilan muda seperti mual dan kelelahan pun akhirnya harus ia alami, termasuk harus kehilangan rambutnya.

Kemoterapi terus berlanjut sampai 3 minggu sebelum HPL atau hari persalinan di mana ia perlu berhenti dulu dari terapi. Namun kabar baiknya, Sarah berhasil melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat bernama Noah. Barulah seminggu setelah melahirkan, kemoterapi dilanjutkan kembali dan alhasil ia tak bisa menyusui buah hatinya.

Hal ini membuat Sarah sangat sedih dan terpukul karena masa-masa menyusui adalah masa yang ia dambakan untuk segera datang di kehidupannya. Namun karena harus menjalani kemoterapi, ia tak bisa lakukan itu dan tak akan pernah bisa menyusui sehingga ia merasa bahwa hak tersebut diambil secara paksa darinya dan ia tak punya pilihan.

Mutasi gen TP53-lah yang diketahui menjadi penyebab terjadinya kanker payudara pada Sarah setelah tes genetik dilakukan dan hal ini bisa saja membuat risiko kanker timbul di waktu lain meningkat. Itulah kenapa, pada bulan Mei mendatang ia akan menempuh mastektomi ganda sehingga tak akan bisa menyusui, baik itu menyusui anaknya yang pertama maupun jika nanti ke depannya ia punya anak lagi.

fbWhatsappTwitterLinkedIn