Colistin – Obat Apa – Dosis – Kegunaan – Efek Samping

880

Obat Apa?

Colistin adalah obat antibiotik yang khusus mengobati beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini juga dikenal sebagai polymyxin B dan E (tergabung dalam kelompok antibiotik polymyxin). Obat ini dihasilkan dari jenis bakteri Paenibacillus polymyxa. Bakteri ini merupakan jenis bakteri gram positif yang memiliki kemampuan fiksasi nitrogen. Kemampuan ini memungkinkan bakteri tersebut mengubah nitrogen yang terdapat dalam atmosfer (udara) menjadi senyawa kimia yang mengandung nitrogen seperti ammonia (NH3). Selain berguna dalam pembuatan obat antibiotik Colistin (polymyxin), bakteri Paenibacillus polymyxa juga berguna sebagai biofertilizer (pupuk biologis) dan agen biocontrol bagi pertanian.

Obat Colistin terdiri dari campuran rantai polieptida (asam amino) colistin A dan B. Obat ini memiliki kemampuan dalam melawan infeksi bakteri gram negatif, terutama bakteri yang memiliki kekebalan terhadap berbagai jenis antibiotik lainnya. Bakteri gram negatif sendiri merupakan kelompok bakteri yang menunjukkan hasil negatif (tidak menunjukkan warna ungu) pada tes gram noda. Sementara bakteri gram positf merupakan jenis bakteri yang menunjukkan warna ungu (positif) pada tes gram noda. Perbedaan signifikan dari kedua kelompok bakteri ini adalah dinding selnya. Dinding sel bakteri dapat mempengaruhi kinerja serta obat apa yang tepat guna melawan bakteri tersebut. Pada umumnya, obat Colistin berperan menghambat pertumbuhan dari bakteri yang menginfeksi tubuh. Pada bagian – bagian selanjutnya dibahas mengenai dosis, kegunaan dan efek samping dari obat Colistin.

Dosis

Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai dosis obat Colistin. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat antibiotik ini maupun obat antibiotik lainnya, sebab bila tidak sesuai dosis dan masa penggunaan obat antibiotik, dikhawatirkan bakteri yang menginfeksi menjadi kebal atau resistan terhadap obat antibiotik yang digunakan dan tidak menutup kemungkinan juga terjadinya resistan terhadap obat antibiotik lainnya. Dosis yang dipaparkan pada artikel ini dilansir dari MIMS (Monthly Index of Medical Specialities).

  • Dewasa:
  1. Untuk keperluan sterilisasi usus, dosis yang diberikan sebanyak 1,5 hingga 3 MIU (Million International Unit/satuan untuk jumlah zat kimia dilihat dari dampak biologis yang dihasilkan secara terukur), dosis ini diberikan tiga kali sehari melalui mulut (dosis oral).
  2. Untuk penderita infeksi gastrointestinal (infeksi yang berkaitan dengan perut dan usus), dosis oral yang diberikan sebanyak 1,5 hingga 3 MIU tiga kali sehari.
  3. Untuk penderita infeksi parah bakteri gram negatif, dosis parenteral (melalui injeksi) yang diberikan sebanyak 2,5 – 5 mg/kilogram berat badan per hari terbagi dalam 2 hingga 4 dosis. Maksimal dosis yang diberikan 5 mg/kilogram berat badan per hari.
  4. Untuk penderita gangguan ginjal dengan kadar CrCl 10 – 29 mL/menit, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 1,5 mg per kilogram berat badan setiap 36 jam. Kadar CrCl sendiri merupakan singkatan dari creatinine clearance rate (laju pembersihan kreatinin) yang mana adalah volume plasma darah yang dibersihkan dari kreatinin per satuan waktu.
  5. Untuk penderita gangguan ginjal dengan kadar CrCl 30 – 49 mL/menit, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 2,5 mg/kilogram berat badan per hari atau terbagi dalam dua dosis.
  6. Untuk penderita gangguan ginjal dengan kadar CrCl 50 – 79 mL/menit, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 2,5 hingga 3,8 mg/kilogram berat badan per hari terbagi dalam 2 dosis.
  7. Untuk penderita gangguan ginjal dengan kadar CrCl lebih dari 80 mL/menit, dosis parenteral yang diberikan sama dengan dosis biasa orang dewasa.
  • Anak – anak:
  1. Untuk sterilisasi usus pada anak – anak dengan berat badan 15 sampai 30 kg, dosis yang diberikan sebanyak 0,75 – 1,5 MIU setiap tiga kali sehari. Tidak dianjurkan untuk anak – anak dengan berat badan kurang dari 15 kg.
  2. Untuk penderita infeksi gastrointestinal dengan berat badan 15 – 30 kg, dosis yang diberikan sebanyak 0,75 – 1,5 MIU tiga kali sehari. Tidak dianjurkan untuk anak – anak dengan berat badan kurang dari 15 kg.
  3. Untuk penderita infeksi akut bakteri gram negatif, dosis parenteral yang diberikan sebanyak 2,5 mg/kilogram berat badan per hari dibagi setiap 6 hingga 12 jam sehari.

Kegunaan

Kegunaan dari obat Colistin ini adalah mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram negatif, terutama bakteri gram negatif yang memiliki resistan terhadap obat antibiotik lainnya. Pada bagian ini akan dijelaskan beberapa kegunaan dari obat tersebut.

  • Sterilisasi usus

Sterilisasi usus umumnya dilakukan sebagai persiapan sebelum operasi yang akan dilakukan pada organ usus. Sterilisasi usus penting dilakukan agar menghindari infeksi pada organ usus selama proses operasi maupun sesudah proses operasi dan juga untuk menghindari terjadinya infeksi pada organ – organ lain yang kemungkinan dapat terjadi infeksi. Obat Colistin dapat digunakan untuk mengurangi kadar bakteri yang ada pada usus, sehingga dapat mencegah terjadinya proses infeksi tersebut.

  • Mengobati infeksi gastrointestinal

Infeksi gastrointestinal adalah beberapa jenis penyakit yang terkait dengan infeksi pada organ perut dan usus. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur serta parasit. Bakteri yang bertanggungjawab terhadap infeksi gastrointestinal antara lain adalah genus bakteri Campylobacter, Clostridium difficile, Escherichia coli, Helicobacter pylori, genus bakteri Salmonella dan Shigella, Staphylococcus aureus dan Yersinia enterocolitica. Beberapa bakteri yang disebutkan tersebut yang termasuk dalam kategori bakteri gram negatif antara lain adalah genus bakteri Campylobacter, Escherichia coliHelicobacter pylori, genus bakteri Salmonella dan Shigella, dan Yersinia enterocolitica.

Gejala –  gejala dari penyakit infeksi gastrointestinal ini antara lain adalah diare, muntah, sakit perut, dan beberapa jenis gejala lainnya yang terkait dengan organ usus dan perut. Obat Colistin dapat dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit infeksi gastrointestinal ini berkat kemampuannya yang dapat melawan perkembangan bakteri jenis gram negatif. Oleh karena itu, obat ini akan lebih efektif dalam mengobati infeksi gastrointestinal yang disebabkan oleh bakteri gram negatif.

  • Mengobati penyakit infeksi parah yang disebabkan oleh bakteri gram negatif

Obat Colistin merupakan jenis antibiotik yang dibuat khusus untuk menangani berbagai penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri gram negatif. Terutama untuk jenis bakteri yang memiliki resistan atau kekebalan terhadap beberapa jenis obat antibiotik lainnya. Jenis – jenis bakteri yang memiliki kekebalan tersebut antara lain genus Acinetobacter, Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa. Ketiga jenis bakteri tersebut merupakan jenis bakteri gram negatif. Beberapa jenis penyakit yang terkait dengan infeksi bakteri gram negatif akan dijelaskan pada di bawah ini, berdasarkan jenis bakteri penyebab penyakit tersebut.

  1. Pseudomonas aeruginosa, merupakan jenis bakteri gram negatif yang dapat menyebabkan beberapa penyakit pada hewan dan bahkan pada tumbuhan. Beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini antara lain  pneumonia, syok septik (kondisi dimana organ mengalami kerusakan akibat infeksi, yang berujung pada tekanan darah rendah dan kelainan metabolisme sel), infeksi saluran kemih atau infeksi saluran kencing, infeksi gastrointestinal, infeksi kulit (selulitis, bisul, impetigo dan kusta) dan infeksi jaringan lunak. Obat Colistin dapat digunakan untuk mengobati berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa.
  2. Klebsiella pneumoniae, merupakan jenis bakteri gram negatif yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia dan beberapa penyakit infeksi sistem pernapasan terutama pada organ paru-paru.
  3. Acinetobacter baumanii, merupakan jenis bakteri gram negatif yang menyebabkan infeksi pada tubuh melalui peralatan medis yang tidak steril atau disebut sebagai infeksi nosokomial.
  4. Escherichia coli, merupakan jenis bakteri gram negatif yang paling terkenal dan sering menyebabkan berbagai penyakit seperti gastroenteritis, meningitis, infeksi saluran kemih dan Crohn’s disease. Beberapa penyakit tersebut dapat disebabkan oleh infeksi yang akut, yang mana dapat serta merta meningkatkan tingkat keparahan penyakit tersebut.

Beberapa penyakit yang telah disebutkan di atas dapat diobati dengan menggunakan obat Colistin. Mekanisme kerja dari obat ini adalah dengan merusak dan menerobos dinding sel bakteri serta merusak beberapa organel sel.

Efek Samping

Seperti berbagai jenis obat modern lainnya, obat Colistin tidak terlepas dari efek samping yang kemungkinan dapat ditimbulkannya. Efek samping yang paling parah yang dapat ditimbulkan dari penggunaan obat ini adalah keracunan ginjal. Selain itu, beberapa efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan obat Colistin antara lain:

  1. Pusing
  2. Mual dan muntah
  3. Otot lemas
  4. Sakit perut
  5. Gangguan pencernaan

Demikianlah penjelasan mengenai obat tersebut, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi Anda. Perlu diperhatikan bahwa Anda perlu berkonsultasi dengan dokter profesional sebelum menggunakan obat tersebut.