Arcamox – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

524

Arcamox merupakan salah satu jenis obat yang masuk ke dalam golongan antibiotik penicillin, obat ini biasa digunakan untuk pengobatan penyakit infeksi saluran pernafasan bagian atas maupun penyakit infeksi saluran pernafasan bawah, pengobatan antibiotik untuk infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan, serta infeksi kulit karena bakteri dan jaringan lunak. Komposisi aktif yang terkandung di dalam obat ini yaitu amoxicillin, yang merupakan jenis antibiotik yang memiliki spektrum sedang, juga aktif pada gram negatif dan gram positif.

Sekilas mengenai zat aktif yang terkandung di dalam obat arcamox

Amoxicillin merupakan jenis antibiotik yang masuk ke dalam golongan beta laktam yang masih satu keluarga dengan penicillin semisintetik, antibiotik ini juga memiliki kestabilan pada suasana asam. Antibiotik ini biasa digunakan untuk pengobatan berbagai macam penyakit diantaranya, infeksi pada saluran pernafasan, infeksi saluran kemih, dan juga infeksi pada telinga.

Obat ini hanya digunakan untuk penyembuhan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan tidak untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh virus contohnya penyakit flu, cara kerja obat ini yaitu dengan membunuh dan melakukan penghambatan pada terbentuknya sel dinding bakteri.

Obat antibiotik ini juga aktif pada bakteri gram negatif maupun gram positif yang melakukan penghambatan pada sintesis dinding sel bakteri yang menyebabkan hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linear dapat terbentuk komponen pada dinding sel jadi terganggu, antibiotik ini juga mudah terserap dengan baik pada saluran pencernaan sehingga menyebabkan kadar plasma puncak dapat dicapai dalam 1 jam saja

Indikasi obat

Obat arcamox difungsikan untuk pengobatan infeksi  yang diakibatkan oleh bakteri yang memiliki kepekaaan terhadap amoxicillin contohnya staphylococcus, streptococcus, diplococcus pneumoniae, bacillus antharacis, enterococcus, corynebacetrium diphtheriae, salmonella sp, shigella sp, H. Influenzae, berikut adanya berbagai macam kondisi untuk penggunaan amoxicillin diantaranya:

  • Untuk pengobatan infeksi pada saluran pernafasan contohnya penyakit amandel, gejala sinusitis, radang tenggorokan, cara mengobati faringitis, otitis media, bronkitis asmatis, bronkiektasis, gejala radang tenggorokan dan juga pneumoia.
  • Infeksi saluran kemih (isk) pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore
  • Pengobatan penyakit infeksi kulit dan juga jaringan lunak misalnya saja, luka, selulitis, furunkulosis, pioderma
  • Pengobatan dalam pencegahan endokarditis yang penyebabnya bekteri saat perawatan gigi, pencegahan infeksi oleh streptococcus pneumoniae dan juga penyakit infeksi bakteri lainnya

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat arcamox

  1. Sebelum melakukan pengobatan menggunakan obat arcmaox, sebaiknya periksakan diri anda untuk meyakini bahwa anda tidak memiliki alergi terhadap alergi antibiotik betalaktam contohnya penicillin atau pun cephalosporin.
  2. Untuk lebih berhati-hati bagi pasien yang memiliki penyakit gangguan fungsi hati dan juga ginjal, sebaiknya lakukan pemeriksaaan secara rutin pada organ fungsi hati dan juga ginjal apabila merencakan menggunakan obat ini dalam jangka panjang.
  3. Pasien yang menggunakan obat arcamox juga memiliki efek terjadinya superinfeksi, apabila terjadi gejala superinfeksi sebaiknya hentikan penggunaan obat.
  4. Obat yang masuk ke dalam golongan amoxicillin diketahui dapat keluar bersama air susu untuk itu lakukan konsultasi pada dokter, atau berikan jarak waktu beberapa jam pada saat ibu akan menyusui.
  5. Obat ini tidak bisa digunakan untuk terapi perawatan pada penyakit meningitis, hal ini dikarenakan amoxicillin tidak dapat menembus cairan cerebrospinal.
  6. Obat ini tidak bisa digunakan dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh virus.
  7. Pada pasien yang menderita penyakit leukemia limfatik agar lebih mendapatkan perhatian lebih serius.
  8. Untuk pasien yang menggunakan obat ini sebaiknya lakukan sesuai anjuran yang diberikan oleh dokter, jangan menghentikan pengobatan di tengah jalan karena dapat mengakibatkan resistensi bakteri.
  9. Lakukan pemeriksaan secara rutin pada organ ginjal dan juga hati saat menggunakan obat ini.
  10. Sebaiknya dalam menggunakan obat ini dilakukan setelah makan atau jangan dalam keadaan perut kosong.

Index keamanan pada wanita hamil

Badan pengawas obat dan makanan amerika serikat memasukan obat ini pada kategori B yaitu pada penelitian yang dilakukan pada hewan diketahui dapat terjadi resiko pada janin namun belum ada penelitian secara nyata terhadap wanita hamil dan menyebabkan terjadinya gangguan pada janin yang dikandung, penelitian ini juga tidak bisa dijadikan standar keamanan pada pemakaian ibu hamil untuk itu lebih baik lakukan konsultasi pada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi obat

Umumnya penggunaan pada beberapa jenis obat tertentu dapat menyebabkan interaksi tertentu  apabila obat tersebut digunakan bersamaan produk obat lain maupun pada kondisi kesehatan tertentu, yang dapat menyebabkan berkurangnya manfaat obat setelah digunakan oleh pasien, untuk itu lakukan konsultasi pada dokter dan informasikan mengenai jenis obat-obatan, vitamin maupun produk herbal serta kondisi kesehatan anda saat pada dokter agar dokter dapat mengatur interaksi serta dosis obat pada pasien, beberapa jenis obat-obatan yang dapat berinteraksi pada obat arcamox diantaranya:

  • Apabila obat ini diberikan bersamaan dengan probenesid dapat menyebabkan peningkatkan kadar amoxicillin di dalam darah.
  • Obat arcamox dapat berinteraksi apabila diberikan bersamaan dengan chloramphenicol dan macrolides
  • Obat arcamox dapat berinteraksi dengan obat sulfonamides dan obat tetracyclines
  • Obat-obatan yang masuk ke dalam golongan obat kloramfenikol, makroloid, sulfonamid.
  • Obat allopurinol dapat berpotensi terjadinya ruam

Dosis obat arcamox

  • Dosis pada penyakit infeksi moderat bisa diberikan dosis untuk dewasa dan juga anak-anak dengan berat badan lebih dari 20 kg sebesar 250 mg sampai dengan 500 mg diberikan setiap 8 jam
  • Untuk dosis dewasa dengan berat badan kurang dari 20 kg bisa diberikan dosis sebesar 20 sampai dengan 40 mg per kg berat badan per hari, dengan dosis dibagi setiap 8 jam sekali
  • Untuk dosis penyakit gonococcus urethritis bisa diberikan dosis sebesar 3000 mg diberikan 1 kali dalam sehari
  • Untuk dosis anak-anak dengan berart badan lebih dari 8 kg bisa diberikan pada kemasan syrup dengan dosis 125mg sampai dengan 250 mg diberikan setiap 8 jam sekali
  • Untuk anak dibawah usia 6 bulan bisa diberikan dengan sediaan drops

Efek samping obat

Pada jenis obat-obatan tertentu biasanya dapat menyebabkan efek samping apabila penggunaan obat diberikan tidak sesuai anjuran dan juga resep dari dokter, data yang disebutkan disini bukanlah data yang komperensif namun apabila terjadi dapat menimbulkan efek yang merugikan, untuk itu lakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelum menggunakan obat ini. Berikut data efek samping yang memungkinkan diantaranya:

  • Pada jenis obat yang mengandung amoxicillin biasanya dapat menyebbakan efek samping pada saluran perncernaan seperti mual, muntah dan juga antibiotik kolitis serta gejala diare
  • Obat ini juga dapat menyebbakan efek samping ruam eritematosa makulopapular, urtikaria, ruam pada kulit serta shock anafilaktik
  • Efek samping lainnya yang biasa terjadi seperti perubahan mental, sakit kepala ringan, sering sakit kepala, insomnia (gangguan tidur) kecemasan, kepekaan pada cahaya dan juga suara serta berfikiran yang tidak jelas
  • Efek samping hematologi, efek samping reversibel biasanya terjadi apabila pengobatan dihentikan.

Kontraindikasi

  • Obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap kandungan yang terkandung di dalam obat arcamox
  • Obat ini kontraindikasi pada bayi baru lahir yang memiliki hipersensitivitas pada obat amoxicillin
  • Obat ini kontraindikasi pada penggunaan bersamaan dengan alkohol, karena akan menyebabkan efek samping yang merugikan.
  • obat ini kontraindikasi pada pasien yang memiliki riwayat penyakit ginjal dan gangguan fungsi hati