Celodim – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

375

Komposisi

  • Celodim merupakan obat berbentuk sediaan injeksi yang setiap vialnya mengandung 1 gramceftazidime sebagai senyawa aktif

Indikasi

Celodim diindikasikan untuk pengobatan berbagai infeksi bakteri, yaitu :

  1. bakteremia (infeksi bakteri di dalam darah),
  2. infeksi tulang dan sendi,
  3. infeksi intraabdomen,
  4. infeksi saluran napas bawah,
  5. infeksi paru-paru,
  6. meningitis,
  7. pneumonia,
  8. infeksi kulit karena bakteri,
  9. infeksi saluran kencing

Mekanisme Kerja Obat

  • mikroba (bakteri, virus, jamur) merupakan makhluk hidup yang selalu ada di sekitar kita dan berpotensi menimbulkan penyakit infeksi.
  • Sebenarnya, tubuh manusia sudah dilengkapi dengan sistem imun yang bertugas menangkal mikroba yang ingin masuk ke dalam tubuh sehingga infeksi dapat dicegah.
  • Namun, ada kalanya sistem imun tidak mampu untuk membendung serangan mikroba tersebut, bisa diakibatkan kondisi sistem imun yang sedang melemah atau mikroba yang menyerang terlalu kuat dan sistem imun tidak mampu mengalahkannya.
  • Pada kondisi seperti ini, tubuh membutuhkan bantuan obat untuk membantu mengalahkan mikroba tersebut.
  • Ceftazidime adalah salah satu antibiotik golongan sefalosporin generasi ketiga, sebagai antibiotik, ceftazidime hanya mampu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Sedangkan infeksi yang disebabkan oleh virus hanya bisa diobati dengan antivirus dan infeksi yang disebabkan oleh jamur hanya bisa diobati dengan antijamur / antifungi.
  • Ceftazidime bekerja membunuh bakteri dengan berikatan pada reseptor di dinding sel bakteri. Ikatan antara ceftazidime dan reseptornya ini akan menyebabkan sintesis / produksi dinding sel bakteri menjadi terhambat.
  • Dinding sel merupakan bagian sel yang sangat penting bagi kelangsungan hidup bakteri karena fungsinya yang melindungi bagian dalam sel dari ancaman lingkungan sekitar.
  • Jika bakteri tidak bisa melakukan pembuatan dinding sel, maka bakteri akan menjadi lemah dan dengan demikian dapat lebih mudah dikalahkan oleh sistem imun atau lama kelamaan akan mati.

Dosis dan Cara Penggunaan

  1. Dosis Celodim untuk infeksi tulang dan sendi: 2 g yang disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh vena) setiap 12 jam
  2. Dosis Celodim untuk infeksi intraabdomen: 2 g yang disuntikkan secraa intravena setiap 8 jam selama 4-7 hari
  3. Dosis Celodim untuk infeksi paru-paru: 30-50 mg/kg berat badanyang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam, dosisnya tidak boleh melebihi 6 g/hari 
  4. Dosis Celodim untuk meningitis dan pneumonia yang disertai dengan komplikasi: 2 g yang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam
  5. Dosis Celodim untuk pneumonia tanpa komplikasi: 0,5-1 g yang disuntikkan secara intravena setiap 8 jam
  6. Dosis Celodim untuk infeksi kulit: 0,5-1 g yang disuntikkan secara intravena atau intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot) setiap 8 jam
  7. Dosis Celodim untuk infeksi saluran kencing tanpa komplikasi: 250 mg yang disuntikkan secara intravena atau intamuskular setiap 12 jam
  8. Dosis Celodim untuk infeksi saluran kencing dengan komplikasi: 500 mg yang disuntikkan secara intravena atau intramuskular setiap 8-12 jam
  9. Pemberian Celodim dilakukan dengan cara disuntikkan secara intravena atau intramuskular sehingga pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Celodim:

  • Hipersensitif terhadap antibiotik golongan sefalosporin atau ceftazidime

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Ceftazidime yang terkandung dalam Celodim termasuk ke dalam kategori B, yaitu obat yang cukup aman untuk digunakan oleh ibu hamil tanpa berisiko mneimbulkan efek samping yang berarti bagi janin
  • Ceftazidime yang terkandung dalam Celodim diekskresikan / dikeluarkan oleh tubuh ke dalam ASI. Konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mendapatkan resep Celodim atau obat lain yang mengandung ceftazidime selama masih dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin tibul stelah penggunaan Celodim:

  1. Diare
  2. Phlebitis
  3. Rasa sakit / tidak nyaman pada tempat penyuntikan
  4. Ruam pada kulit
  5. Sakit perut
  6. Merasa pusing
  7. Mual muntah
  8. Pruritus

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Celodim. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Celodim, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Celodim:

  • Celodim dapat menurunkan efektivitas vaksin BCG (vaksin untuk TBC), kolera dan tifoid jika vaksin diberikan pada saat masih dalam masa pengobatan menggunakan ceftazidime karena adanya interaksi dengan ceftazidime
  • Celodim dapat menurunkan efek beberapa kontrasepsi oral (bazedoxifene, estrogen terkonjugasi, estradiol, estropipate, etinilestradiol, levonorgestrel) akibat adanya interaksi dengan ceftazidime, konsultasikanlah dengan dokter, apakah Anda perlu menggunakan kontrasepsi tambahan selagi dalam masa pengobatan menggunakan Celodim
  • Celodim dapat meningkatkan efek warfarin jika digunakan secara bersamaan karena adanya interaksi dengan ceftazidime
  • Probenesid dapat meningkatkan efek Celodim jika digunakan secara bersamaan karena adanya interaksi dengan ceftazidime

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Celodim tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Celodim, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Celodim dengan pemberian obat lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Celodim tanpa menggunakan resep dokter
  2. Celodim diberikan kepada pasien dengan cara disuntikkan secara intravena (ke dalam pembuluh darah vena) atau intramuskular (disuntikkan ke dalam jaringan otot), pemberiannya harus dilakukan dengan cara yang benar dan di tempat yang tepat untuk menghasilkan efek yang diinginkan dan menghindari terjadinya komplikasi, oleh karena itu pemberian obat ini hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten seperti dokter atau perawat
  3. Celodim adalah antibiotik, yaitu obat yang digunakan untuk infeksi bakteri dan tidak bisa digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus seperti flu / influenza
  4. Jika Anda merasakan rasa sakit / tidak nyaman pada kulit di tempat penyuntikan Celodim, Anda bisa meredakannya dengan mengompres bagian yang sakit tersebut
  5. Perlu dilakukan penyesuaian dosis Celodim pada pasien dengan penyakit ginjal
  6. Celodim tersedia dalam bentuk serbuk di dalam vial, serbuk ini akan dilarutkan oleh tenaga medis sebelum diberikan kepada pasien. Celodim yang telah dilarutkan hanya boleh disimpan selama 24 jam
  7. Jika belum digunakan, Celodim sebaiknya disimpan pada suhu ruangan di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung (dalam kondisi tersimpan dalam kemasannya)