Home Merk Obat A-ZMerk Obat F Flucoral – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Flucoral – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Robi Diansah

Flucoral termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Flucoral merupakan obat berbentuk kapsul yang mengandung 150 mg fluconazole dalam setiap kapsulnya

Indikasi

Mekanisme Kerja Obat

Jamur merupakan salah satu mikroba yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada manusia, mulai dari infeksi pada permukaan kulit sampai infeksi di bagian dalam tubuh, seoerti kandidiasis orofaringeal, peritonitis hingga meningitis. Infeksi jamur di kulit umumnya hanya akan mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak percaya diri, namun infeksi jamur di bagian dalam tubuh dapat menjadi berbahaya, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani secepatnya.

Fluconazole merupakan salah satu obat yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur. Umumnya, flukonazole digunakan untuk menangani infeksi jamur yang terjadi di bagian dalam tubuh, bukan infeksi yang terjadi pada kulit.

Fluconazole bekerja menghambat pertumbuhan jamur dengan menghambat kerja salah satu enzim penting yang ada di dalam sel jamur. Dengan terganggunya enzim tersebut, maka metabolisme sel jamur akan terganggu, kemudian jamur menjadi tidak bisa berkembang biak dan lama kelamaan akan mati.

Dosis dan Cara Pengunaan

  1. Dosis Flucoral untuk kandidiasis orofaringeal adalah 200 mg untuk hari pertama, dan dilanjutkan dengan dosis 100 mg/hari selama 2 minggu
  2. Dosis Flucoral untuk kandidiasis vagina tanpa komplikasi adalah 150 mg dalam dosis tunggal (sekali pemberian)
  3. Dosis Flucoral untuk kandidiasis vagina yang disertai komplikasi adalah 150 mg yang diberikan setiap 72 jam sebanyak 3 kali
  4. Dosis Flucoral untuk kandidiasis vagina kambuhan adalah 150 mg/hari selama 10-14 hari, lalu dilanjutkan dengan dosis 150 mg/minggu selama 1 bulan
  5. Dosis Flucoral untuk meningitis yang disebabkan infeksi jamur adalah 400 mg pada hari pertama dan dilanjutkan dengan dosis 200 mg/hari selama 10-12 minggu
  6. Dosis Flucoral untuk peritonitis adalah 50-200 mg/hari, disesuaikan dengan tingkat keparahan infeksi
  7. Flucoral dapat diminum sebelum atau sesudah makan
  8. Telanlah kapsul Flucoral dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan dibuka cangkang kapsulnya)

Kontraindikasi

Pasien dengan kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Flucoral:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap fluconazole
  • Ibu hamil
  • Sedang menggunakan obat-obatan berikut: cisapride, eritromisin, pimozide atau quinidine

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Fluconazole dikontraindikasikan untuk penggunaan oleh ibu hamil karena penggunaan obat ini berisiko menimbulkan keguguran. Namun, obat ini masih dapat digunakan dalam kondisi mendesak dimana nyawa ibu dapat terancam jika tidak mendapatkan terapi fluconazole dan tidak ada alternatif obat yang lebih aman
  • Fluconazole dapat diekskresikan (dikeluarkan) oleh tubuh melalui ASI, konsultasikanlah mengenai efek samping yang mungkin terjadi pada bayi jika Anda mendapatkan resep Flucoral atau obat lainnya yang mengandung fluconazole saat masih dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Flucoral:

  1. Sakit kepala
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Sakit perut
  5. Diare
  6. Ruam pada kulit

Tidak semua pasien yang menggunakan Flucoral akan mengalami efek samping, namun beritahukanlah kepada dokter jika Anda mengalami efek samping di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Flucoral.

Interaksi Obat

Berikut adalah obat-obat yang mungkin menimbulkan interaksi dengan Flucoral:

  1. Pasien yang menggunakan fluconazole bersamaan dengan obat-obat berikut berisiko mengalami gangguan irama jantung: amiodarone, amisulpride, amoxapine, artemether, astemizole, cisapride, disopyramide, eritromisin dan berbagai bentuk esternya (eritromisin etilsuksinat, laktobionat dan stearat), indapamide, klaritromisin, ondansetron, pimozide, quinidine
  2. Obat-obat berikut dapat mengalami peningkatan efek jika digunakan secara bersamaan dengan fluconazole: axitinib, ergotamin, fentanil, flibanserin, lovastatin, simvastatin, warfarin
  3. Clopidogrel dapat mengalami penurunan efek jika digunakan secara bersamaan dengan fluconazole
  4. Cilostazol dapat mengalami peningkatan toksisitas jika digunakan secara bersamaan dengan fluconazole

Untuk menghindari terjadinya efek yang tidak diinginkan akibat interaksi obat, beritahukanlah kepada dokter/apoteker mengenai obat apapun yang sedang atau akan Anda gunakan, tanyakan apakah obat tersebut aman untuk digunakan secara bersamaan dengan Flucoral. Jika obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Flucoral, maka dokter/apoteker akan menyarankan pemberian jeda waktu antara konsumsi obat yang satu dengan yang lainnya atau mengganti salah satu obat dengan obat lain.

Perhatian

  1. Jangan menggunakan Flucoral tanpa resep dari dokter
  2. Segeralah kembali melakukan konsultasi dengan dokter jika gejala infeksi yang Anda alami tidak kunjung membaik setelah menggunakan Flucoral
  3. Perlu dilakukan monitoring terhadap penggunaan Flucoral pada pasien yang memiliki gangguan fungsi hati
  4. Jika Anda mengalami efek samping berupa pusing atau sakit kepala setelah menggunakan Flucoral, hindarilah mengemudikan kendaraan untuk sementara waktu
  5. Perhatikanlah kondisi Flucoral atau obat apapun yang akan Anda konsumsi pastikan obat tersebut masih dalam keadaan baik, jika Anda melihat perubahan warna atau bentuk pada obat ini (misalnya kapsul yang terlihat meleleh), jangan gunakan obat tersebut dan tanyakanlah kepada apoteker mengenai apa yang harus dilakukan
  6. Perhatikan tanggal kadaluwarsa Flucoral atau obat lainnya yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsa yang tercantum pada kemasannya
  7. Simpanlah Flucoral di tempat kering, sejuk dan terlindung dari sinar matahari langsung, serta jauhkanlah dari jangkauan anak-anak

You may also like