Duflomex – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

232

Duflomex merupakan obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh bakteri, salah satunya adalah obat antibiotik untuk saluran kemih. Duflomex mampu menyebar dengan baik di dalam tubuh. Obat ini tidak dijual bebas di apotik.

Kandungan:

  • Ciprofloxacin 250 mg/tablet.
  • Ciprofloxacin 500 mg/tablet.

Fungsi / Indikasi:

Zat antibiotik Ciprofloxacin yang terkandung di dalam Duflomex merupakan zat antibiotik golongan kuinolon. Diflomex merupakan obat infeksi bakteri yang mampu mengobati infeksi yang berada diseluruh bagian tubuh. Beberapa infeksi-infeksi bakteri yang dapat diobati diantaranya adalah:

  1. Infeksi saluran kencing,
  2. infeksi tulang,
  3. infeksi sendi,
  4. infeksi perut,
  5. infeksi pernapasan,
  6. infeksi kulit karena bakteri,
  7. infeksi lainnya yang disebabkan oleh bakteri.

Dlufomex juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi pasca operasi. Meski demikian, obat ini tidak mampu untuk menyembuhkan penyakit seperti flu, pilek, maupun penyakit lain yang disebabkan oleh virus penyakit. Karena dari berbagai jenis penyakit, terdapat perbedaan sakit karena virus dan bakteri.

Aturan Pakai:

  • Dosis pemakaian obat ini tidak boleh sembarangan, penggunaan Duflomex harus mengikuti resep yang telah diberikan dari dokter.
  • Tidak boleh ditambah, ataupun dikurangi sendiri.

Kontraindikasi:

Obat ini tidak boleh diminum oleh pasien yang hypersensitive terhadap Ciprofloxacin. Selain itu hasil studi mengatakan bahwa Ciprofloxacin dapat menembus sawar plasenta, sehingga penggunaan Duflomex pada ibu hamil dan menyusui harus berada dalam pengawasan dokter.

Efek Samping Duflomex:

Efek samping yang ditimbulkan oleh Duflomex sangat beragam. Beberapa efek tersebut diantaranya adalah gangguan pencernaan, seperti  :

  • diare,
  • mual,
  • kembung,
  • hilangnya nafsu makan.

Duflomex juga menimbulkan efek gangguan pada sistem syaraf, seperti :

Selain gangguan pada sistem syaraf dan saluran pencernaan, Ciprofloxacin juga mempengaruhi panca indera. Pasien akan mengalamin gangguan pada pendengaran, gangguan pada penciuman, dan gangguan pada penglihatan, dimana penglihatan akan menjadi kabur untuk sesaat. Efek lain yang dialami oleh beberapa pasien adalah muncul ruam pada kulit, kerusakan ginjal, dan kerusakan pada hati. Hal ini merupakan beberapa efek samping obat jangka panjang dari pengguaaan obat Duflomex, namun apabila terjadi hal yang mengkawatirkan, segera konsultasikan kepada dokter.

Peringatan:

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengkonsumsi obat ini:

  1. Duflomex tidak boleh dikonsumsi secara tanpa resep dari dokter, jangan menambah atau mengurangi dosis yang telah diberikan.
  2. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan, namun untuk menghindari terjadinya gangguan pencernaan, sebaiknya minumlah obat ini setelah makan.
  3. Penggunaan obat ini tidak boleh dicampur dengan produk yang mengandung Magnesium, Antasida, Quinapril, Sucralfate, Didanosine, Alumunium, Calcium dan zat besi (FE). Produk-produk susu akan menghambat proses kinerja obat, sehingga obat tidak dapat bereaksi secara efektif terhadap tubuh. apabila ingin mengkonsumsinya, konsumsilah setelah 4 jam dari pemakaian obat.
  4. Bacalah dengan baik aturan yang tertera pada label.
  5. Simpan dengan baik ditempat yang aman dari paparan sinar matahari, gunakan suhu ruangan untuk menyimpan.
  6. Habiskan segera, atau konsumsilah secara rutin sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter, agar bakteri tidak memiliki celah untuk menginveksi kembali.
  7. Pemakaian Duflomex akan dihentikan sesuai kondisi pasien dan petunjuk dari dokter.
  8. Penggunaan antibiotik yang berulang kali dan dalam jangka panjang, akan menimbulkan kekebalan pada bakteri, atau dalam hal ini juga bisa dinyatakan bahwa bakteri mampu menginveksi kembali, jika resistensi terhadap antibiotik telah dikembangkan oleh bakteri tersebut.
  9. Apabila pasien lupa minum obat, atau melewati batas waktu minum obat segeralah minum obatnya, dan apabila sudah hampir waktunya untuk meminum obat berikutnya lewati dosis itu, setelah itu lanjutkan meminum dosis berikutnya.