Ceftazidime – Obat Apa – Fungsi – Dosis – Kontraindikasi – Efek Samping

777

Obat Apa?

Obat Ceftazidime merupakan salah satu dari jenis-jenis obat antibiotik dan manfaatnya yang digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri maupun penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini termasuk dalam kelas obat antibiotik Cephalosporin generasi ketiga. Cephalosporin sendiri merupakan kelas antibiotik β-lactam atau beta-lactam yang memiliki cincin beta-lactam pada senyawa kimia dari obat tersebut. Cephalosporin awalnya dibuat dari jamur Acremonium yang dulunya bernama Cephalosporium, dari nama jamur inilah kelas obat antibiotik tersebut berasal.

Obat ini mampu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dari berbagai kelompok bakteri seperti bakteri aerob gram negatif, bakteri aerob gram positif dan bakteri anaerob. Bakteri aerob merupakan bakteri yang menggunakan oksigen dalam perkembangan dan aktivitasnya. Sementara itu, bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam perkembangan dan aktivitasnya. Bakteri gram negatif merupakan bakteri yang menghasilkan hasil negatif dari tes gram noda, yang mana kelompok bakteri tersebut tidak menunjukkan warna ungu. Lain halnya dengan bakteri gram positif, kelompok bakteri ini menghasilkan hasil positif pada tes gram noda yaitu kelompok bakteri ini menunjukkan warna ungu. Perbedaan kedua kelompok bakteri ini (bakteri gram positif dan gram negatif) adalah struktur dari dinding selnya. Beberapa obat anti bakteri biasanya merusak dinding sel bakteri, sehingga bakteri tersebut mati.

Seperti yang sudah disebutkan pada paragraf pertama, obat Ceftazidime ini digunakan dalam mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti infeksi tulang dan sendi, infeksi intra abdomen (perut bagian dalam), infeksi paru-paru, pneumonia, meningitis, infeksi kulit dan infeksi saluran kemih. Lebih lanjut akan dijelaskan mengenai fungsi, dosis, kontraindikasi dan efek samping dari obat tersebut.

Fungsi

Berikut akan dijelaskan mengenai fungsi dari obat Ceftazidime.

  • Mengobati Infeksi Tulang dan Sendi

Infeksi pada tulang dikenal dalam dunia medis sebagai osteomyelitis, sementara infeksi pada sendi dikenal sebagai septic arthritis atau artritis septik. Osteomyelitis disebabkan oleh infeksi bakteri seperti Staphylococcus aureus, grup A dan B Streptococcus dan bakteri lainnya. Selain disebabkan oleh infeksi bakteri, penyakit osteomyelitis juga disebabkan oleh infeksi jamur walaupun bisa dibilang sangat jarang. Gejala dari penyakit osteomyelitis ini antara lain tubuh terasa lemah, demam dan kulit kemerahan.

Septic arthritis merupakan infeksi pada sendi yang berujung pada terjadinya peradangan pada sendi. Infeksi pada sendi tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, grup B Streptococci, parasit dan jamur. Penyakit ini memiliki gejala seperti rasa hangat, pembengkakan dan rasa sakit pada sendi yang terinfeksi. Obat Ceftazidime dapat digunakan dalam pengobatan penyakit infeksi tulang dan sendi ini dikarenakan karena obat tersebut mampu mengatasi infeksi bakteri penyebab penyakit tersebut.

  • Mengobati Infeksi Intra Abdomen

Penyakit infeksi intra abdomen (perut bagian dalam) merupakan jenis penyakit saluran pencernaan yang menyerang rongga perut dan beberapa bagian saluran pencernaan lainnya seperti penyakit peritonitis. Peritonitis sendiri merupakan jenis penyakit berupa peradangan yang terjadi pada area peritoneum (merupakan bagian dalam dari dinding perut).

Penyebab dari penyakit tersebut adalah adanya infeksi dari beberapa mikroorganisme salah satunya adalah bakteri. Bakteri yang paling umum menyebabkan penyakit ini adalah bakteri gram negatif Escherichia coli serta bakteri anaerob Bacteroides fragilis. Selain disebabkan oleh infeksi, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh faktor non-infeksi seperti kebocoran cairan tubuh ke dalam peritoneum. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain rasa sakit yang hebat pada perut, demam, berat badan menurun serta pembengkakan pada area perut. Berbagai penyakit infeksi intra abdomen yang disebabkan dapat disembuhkan dengan obat Ceftazidime.

  • Mengobati Infeksi Paru-paru

Infeksi paru-paru merupakan berbagai jenis penyakit infeksi yang berkaitan dengan organ paru-paru seperti bronkitis. Penyakit infeksi pada paru-paru dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti bakteri, jamur, virus dan lain – lain. Biasanya gejala yang terjadi pada penyakit infeksi yang berkaitan dengan paru-paru yaitu batuk, kesulitan bernapas, demam, dan lain – lain. Penyakit infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri dapat diobati dengan menggunakan obat Ceftazidime.

  • Mengobati Pneumonia

Pneumonia merupakan jenis penyakit saluran pernapasan yang menyerang organ paru-paru. Penyakit ini berupa peradangan yang terjadi pada paru-paru, tepatnya pada bagian alveolus (kantung udara kecil pada paru-paru). Biasanya pneumonia disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Namun, selain kedua jenis mikroorganisme tersebut, pneumonia juga dapat disebabkan oleh parasit, jamur dan faktor non-infeksi.

Bakteri yang bertanggungjawab atas penyakit ini adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenza, Chlamydophila pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa dan berbagai jenis bakteri lainnya. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain sesak napas, rasa sakit menusuk pada dada, batuk berdahak, demam, meningkatnya laju pernapasan dan gemetar menggigil. Penyakit pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat disembuhkan dengan menggunakan antibiotik Ceftazidime.

  • Mengobati Meningitis

Meningitis merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan akut pada bagian selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, jamur, virus, parasit dan faktor non-infeksi seperti penyebaran sel kanker ke daerah selaput otak dan saraf tulang belakang tersebut. Bakteri penyebab penyakt ini antara lain Grup B Streptococci, Escherichia coli, Mycobacterium tuberculosis dan lain – lain. Gejala – gejala dari penyakit ini antara lain leher kaku, sakit kepala, demam, perubahan kesadaran, muntah-muntah serta tidak dapat mendengar suara bising dan tidak tahan melihat cahaya. Penyakit meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan menggunakan obat Ceftazidime ini.

  • Mengobati Infeksi Kulit

Terdapat beberapa penyakit yang bisa dikategorikan sebagai infeksi kulit, seperti impetigo, bisul, kusta dan selulitis. Infeksi pada kulit dapat disebabkan oleh mikroorganisme, yang mana salah satunya merupakan bakteri. Bakteri – bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada bagian kulit antara lain Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes dan beberapa jenis bakteri lainnya. Obat antibiotik anti infeksi bakteri ini dapat digunakan dalam proses pengobatan berbagai jenis penyakit yang tergolong dalam infeksi kulit, yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Mengobati Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih atau dikenal juga infeksi saluran kencing merupakan beberapa jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada saluran tersebut. Untuk saluran kemih bagian atas yang mengalami infeksi dikenal sebagai infeksi ginjal atau dikenal dalam dunia medis sebagai pielonefritis. Sementara itu, untuk saluran kemih bagian bawah yang mengalami infeksi dikenal sebagai infeksi kandung kemih atau sistitis.

Gejala penyakit infeksi pada saluran kemih bagian atas antara lain demam dan rasa sakit pada bagian perut atas. Sedangkan gejala dari infeksi pada saluran kemih bagian bawah adalah sakit saat buang air kecil serta sering buang air kecil. Infeksi pada saluran kemih pada umumnya disebabkan oleh bakteri Escherichia coli, selain itu ada faktor lain penyebab penyakit tersebut selain bakteri yaitu jamur. Penyakit ini dapat diobati dengan obat Ceftazidime, bila penyebab penyakit tersebut merupakan bakteri.

Dosis

Pada bagian ini dijelaskan mengenai dosis penggunaan obat Ceftazidime ini. Namunm perlu diperhatikan bahwa penggunaan obat antibiotik perlu konsultasi dengan dokter terkait. Dosis yang dipaparkan disini dilansir dari www.medscape.com.

  • Dewasa:
  1. Untuk penderita infeksi tulang dan sendi, dosis yang diberikan sebanyak 2 gram setiap 12 jam sehari, dengan cara intravena atau infus.
  2. Untuk penderita infeksi intra abdomen, dosis yang diberikan sebanyak 2 gram setiap 8 jam sehari, selama 4 hingga 7 hari melalui intravena atau infus.
  3. Untuk penderita infeksi paru-paru yang disebabkan oleh Pseudomonas spp dengan kondisi pasien yang memiliki fungsi ginjal yang sehat, dosis yang diberikan sebanyak 30 hingga 50 mg per kg berat badan setiap 8 jam sehari, dosis diberikan melalui intravena/infus dan tidak boleh melebihi 6 gram sehari.
  4. Untuk penderita meningitis, dosis yang diberikan sebanyak 2 gram setiap 8 jam sehari melalui infus.
  5. Untuk penderita pneumonia parah, dosis yang diberikan sebanyak 2 gram setiap 8 jam sehari melalui infus. Sementara untuk penderita pneumonia tidak terlalu parah, dosis yang digunakan sebanyak 0,5 hingga 1 gram setiap 8 jam sehari melalui infus.
  6. Untuk penderita infeksi kulit, dosis yang diberikan sebanyak 0,5 hingga 1 gram setiap 8 jam sehari melalui infus maupun injeksi intramuskular.
  7. Untuk penderita infeksi saluran kemih parah, dosis yang diberikan sebanyak 500 mg setiap 8 hingga 12 jam sehari melalui infus atau injeksi intramuskular. Untuk infeksi saluran kemih yang tidak terlalu parah, dosis yang diberikan sebanyak 250 mg setiap 12 jam sehari melalui infus ata intramuskular.
  • Anak-anak:
  1. Untuk anak-anak usia dibawah 1 bulan, disarankan tidak diberikan obat ini, karena keamanan dan kemanjuran dari obat ini belum diketahui pada anak-anak usia tersebut.
  2. Untuk anak-anak usia 1 bulan hingga 12 tahun dosis yang diberikan sebanyak 30 hingga 50 mg per kg berat badan, setiap 8 jam sehari melalui infus. Pemberian dosis ini tidak boleh melebihi 6 gram per hari.
  3. Untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas, dosis yang diberikan sebanyak 1 hingga 2 gram setiap 8 jam sehari melalui infus.

Kontraindikasi

Kontraindikasi dari penggunaan obat Ceftazidime ini antara lain sebagai berikut.

  1. Penyakit ginjal kronis stadium 3A
  2. Penyakit ginjal kronis stadium 3B
  3. Penyakit ginjal kronis stadium 4
  4. Penyakit ginjal kronis stadium 5
  5. Gangguan hati
  6. Peradangan pada usus besar
  7. Penurunan protein pembekuan darah (protrombin)
  8. Infeksi clostridium difficile
  9. Alergi terhadap arginine
  10. Alergi terhadap cephalosporin

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi dari penggunaan obat Ceftazidime ini antara lain:

  1. Pembengkakan, sakit dan kemerahan pada daerah suntikan
  2. Sakit perut
  3. Mudah memar dan pendarahan
  4. Gemetaran
  5. Kelelahan yang tidak biasanya
  6. Pergerakan yang tidak terkontrol
  7. Demam
  8. Diare
  9. Halusinasi

Demikian penjelasan mengenai obat Ceftazidime yang meliputi deskripsi singkat mengenai obat tersebut, fungsi, dosis, kontraindikasi dan efek samping dari obat tersebut. Kiranya informasi mengenai obat ini dapat bermanfaaat dan menambah pengetahuan bagi Anda.