Cholvastin – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Cholvastin termasuk ke dalam golongan obat keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Setiap tablet Cholvastin mengandung 20 mg lovastatin sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

  • Cholvastin diindikasikan untuk kondisi hiperkolesterolemia (kondisi kadar kolesterol dalam darah yang melebihi normal / kolesterol tinggi)

Mekanisme Kerja Obat

Tubuh kita memerlukan kolesterol untuk digunakan dalam berbagai proses metabolisme tubuh, misalnya pembentukan hormon, pembentukan membran sel dan pembentukan asam empedu. Namun, kolesterol yang berlebih di dalam darah dapat menimbulkan berbagai gangguan pada sistem kardiovaskular, seperti :

  1. penyempitan pembuluh darah,
  2. stroke,
  3. angina pektoris / angin duduk,
  4. serangan jantung,
  5. hingga penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, kondisi hiperkolesterol harus segera diatasi untuk mencegah terjadinya berbagai komplikasi, salah satu caranya adalah dengan menggunakan obat penurun kolesterol seperti lovastatin.

Selain diperoleh dari makanan, tubuh juga memproduksi kolesterol. Produksi kolesterol di dalam tubuh dibantu oleh enzim HMG-CoA reduktase. Lovastatin akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan cara menghambat kerja enzim HMG-CoA reduktase sehingga diharapkan kadar kolesterol akan menurun.

Dosis dan Cara Penggunaan

  • Dosis awal Cholvastin adalah 20 mg yang dikonsumsi bersama dengan makan malam, kemudian dapat dilakukan penyesuaian dosis setelah 4 minggu (jika diperlukan), dosis maksimal Cholvastin adalah 80 mg/hari (penyesuaian dosis hanya boleh dilakukan oleh dokter)
  • Jika Cholvastin digunakan bersamaan dengan danazol, diltiazem atau verapamil, dosis Cholvastin tidak boleh melebihi 20 mg
  • Dosis pada pasien dengan penyakit ginjal parah / gagal ginjal tidak boleh melebihi 20 mg/hari
  • Telanlah tablet Cholvastin dengan bantuan sedikit air dalam keadaan utuh (jangan dikunyah, digerus atau dihancurkan)

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Cholvastin:

  • Hipersensitif (alergi) terhadap lovastatin
  • Penyakit hati aktif
  • Ibu hamil dan menyusui

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Lovastatin termasuk dalam kategori X, yaitu obat yang dikontraindikasikan bagi penggunaan pada ibu hamil. Hasil penelitian pada hewan menunjukkan bahwa pemberian obat golongan inhibitor enzim HMG-CoA reduktase pada hewan yang sedang hamil dapat menyebabkan kelainan pembentukan tulang pada janin
  • Tidak diketahui apakah lovastatin diekskresikan / dikeluarkan melalui ASI, namun penelitian pada hewan menunjukkan bahwa lovastatin diekskresikan melalui air susu. Oleh karena itu, penggunaan lovastatin pada ibu menyusui juga dikontraindikasikan

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin terjadi setelah penggunaan Cholvastin:

  1. Perut kembung
  2. Sakit perut 
  3. Konstipasi / sembelit
  4. Diare
  5. Mual
  6. Dispepsia
  7. Kram otot
  8. Merasa pusing

Tidak semua pasien akan mengalami efek samping di atas setelah menggunakan Cholvastin. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Cholvastin, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat dan Makanan

Berikut adalah obat dan makanan yang mungkin menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan Cholvastin:

  1. Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek lovastatin dan meningkatkan risiko terjadinya rhabdomyolysis (kerusakan jaringan otot): atazanavir, cobicistat, darunavir, delavirdine, eritromisin beserta bentuk-bentuk esternya (eritromisin etilsuksinat, eritromisin laktobionat, eritromisin suksinat), idelalisib, isoniazid, itrakonazole, ketokonazole, klaritromisin, nelfinavir, quinidine, ritonavir, saquinavir
  2. Lovastatin dapat meningkatkan efek afatinib jika digunakan secara bersamaan
  3. Obat-obat berikut dapat meningkatkan efek lovastatin jika digunakan secara bersamaan: amiodarone, diltiazem, fluvoksamin, metronidazole, nifedipin, siklosporin, verapamil, zafirlukast
  4. Obat-obat berikut dapat menurunkan efek lovastatin jika digunakan secara bersamaan: apalutamide, artemether, butabarbital, butalbital, deksametason, efavirenz, fenitoin, hidrokortison, karbamazepine, metilprednisolon, nevirapine, prednison, rifampisin, topiramate
  5. Obat-obat berikut dapat saling meningkatkan toksisitas jika digunakan bersamaan dengan lovastatin: kolkisin, niasin
  6. Fenofibrat dapat saling meningkatkan efek jika digunakan bersamaan dengan lovastatin
  7. Buah anggur dapat meningkatkan efek lovastatin jika dikonsumsi secara bersamaan

Selalu konsultasikan mengenai obat apapun (sintetis maupun herbal) yang sedang atau akan Anda gunakan kepada dokter dan/atau apoteker untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Cholvastin tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda.

jika ternyata obat tersebut tidak bisa digunakan bersamaan dengan Cholvastin, dokter atau apoteker mungkin akan menyarankan pemberian jeda waktu antara pemberian Cholvastin dengan pemberian obat lainnya, mengganti salah satu obat dengan obat lain sebagai alternatif, atau penurunan dosis salah satu obat.

Hal-Hal yang Perlu Anda Ketahui tentang Cholvastin:

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Cholvastin tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Cholvastin yang telah diresepkan oleh dokter
  3. Jangan menghentikan penggunaan Cholvastin tanpa anjuran dari dokter
  4. Lakukanlah pemeriksaan secara rutin ke dokter selama Anda menggunakan Cholvastin agar dokter bisa menilai kondisi Anda dan melakukan penyesuaian dosis jika diperlukan
  5. Perlu dilakukan monitoring pada pasien dengan diabetes yang menggunakan Cholvastin karena penggunaan lovastatin dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah
  6. Minumlah Cholvastin pada waktu yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efek obat dan membantu Anda mengingat untuk mengkonsumsi obat ini
  7. Sebelum mengkonsumsi Cholvastin atau obat apapun, selalu perhatikan kondisi obatnya, jika Anda melihat ada perubahan warna (misalnya terdapat bercak-bercak warna pada tablet) atau perubahan bentuk obat, jangan gunakan obat tersebut dan segera tanyakan kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan
  8. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Cholvastin atau obat apapun yang akan Anda konsumsi, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsanya
  9. Simpanlah Cholvastin pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak