Asam Eikosapentaenoat (EPA) : Manfaat – Sumber Makanan – Dosis dan Efeknya

Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia zaman sekarang, terutama kesehatan jantung. Olahraga rutin, pola makan hidup sehat dan lain sebagainya, salah satu cara manusia untuk menjaga kesehatan jantung manusia. Penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia dan dijuluki sebagai “silent killer” karena penyakit jantung tidak mempunyai tanda-tanda sebelum terjadi serangan. Omega 3 adalah suplemen makanan yang dicari oleh masyarakat guna menurunkan risiko terkena penyakit jantung. Kandungan asam eikosapentaenoat dalam omega 3 dapat membantu manusia mengatasi risiko penyakit jantung.

Asam lemak essensial merupakan jenis asam lemak penting yang dibutuhkan oleh tubuh untuk proses metabolisme. Asam lemak essensial diperoleh dari asupan makanan sehari-hari manusia, karena tubuh manusia tidak bisa memproduksi sendiri. Ada dua macam asam lemak essensial yang sering masyarakat kenal, yaitu Omega-3 (asam alfa-linolenat/ALA) dan Omega-6 (asam linoleat).

Omega-3 telah dikenal masyarakat memiliki khasiat yang berguna bagi tubuh, antara lain sebagai suplemen kesehatan, menurunkan risiko penyakit jantung, dan lain sebagainya. Asam lemak esensial merupakan prekursor sejumlah senyawa eikosanoid, yang strukturnya mirip dengan hormon pada tubuh manusia (prostaglandin, tromboksan, leukotrien). Dan turunan dari asam lemak tersebut salah satunya adalah asam eikosapentaenoat atau EPA. Berikut penjelasannya tentang asam eikosapentaenoat (EPA).

Manfaat EPA

Omega-3 (asam alfa-linolenat/ALA) adalah prekursor utama dari asam eikosapentaenot (EPA), asam dokosaheksaenoat (DHA). Kedua asam diatas merupakan asam lemak tak jenuh rantai panjang dengan gugus rantai karbon yang berbeda, EPA mempunyai gugus 20 rantai karbon dan 5 ikatan ganda sedangkan DHA memiliki gugus 22 rantai karbon dan 6 ikatan ganda.

Asam eikosapentaenoat (EPA) adalah salah satu hasil sintesis dari omega-3, yang didapat dari asupan makanan. Asam lemak ini mempunyai manfaat yang sangat penting untuk tubuh manusia pada kardiovaskuler, pencernaan, dan kekebalan tubuh. Banyak disebutkan bahwa EPA dapat membantu pencegahan penyakit kardiovaskuler (arterosklerosis), kanker, hingga alzheimer.

Dalam sebuah studi penelitian, EPA dapat membantu dalam produksi prostaglandin dalam tubuh, yang kemudian diedarkan lewat pembuluh darah. Dimana fungsi prostaglandin tersebut diantaranya mencegah pembekuan darah, mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah yang terlalu tinggi serta menurunkan kekentalan darah.

Telah kita ketahui bahwasanya mengkonsumsi EPA sehari-hari sesuai standar kebutuhan sangatlah bermanfaat bagi tubuh manusia. Mulai dari efek terhadap organ kardiovaskuler hingga sistem syaraf manusia. Berikut manfaat yang wajib kita ketahui:

  • Merangsang sirkulasi darah
  • Meningkatkan penguraian fibrin, senyawa dalam pembentukan bekuan darah dan parut
  • Menjaga tingkat trigliserida darah
  • Mengurangi risiko stroke iskemik dan trombotik
  • Mengurangi risiko penyakit radang sendi (rheumatoid arthritis)
  • Mencegah terjadinya kejadian penyakit jantung koroner
  • Mencegah penurunan daya pikir dan risiko penyakit alzheimer
  • Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
  • Meningkatkan kinerja otak dan mempertajam konsentrasi

Dosis dan Sumber Makanan EPA

Kebutuhan EPA standar sehari-hari sekitar 220 mg per hari. Namun dalam kesehariannya, manusia tidak bisa memenuhi kebutuhan EPA sebesar itu maka perlu adanya penambahan menu makanan mengandung EPA yang dikonsumsi oleh manusia. Tidak ada perhatian khusus untuk konsumsi EPA. Terdapat banyak sumber makanan yang mengandung EPA di lingkungan kita, maka dari itu perlu dicermati terkait sumber makanan tersebut berasal.

Sumber makanan yang mengandung EPA bisa kita jumpai dalam menu makanan kita sehari-hari, baik dari sayuran maupun daging-dagingan. Namun makanan yang mengandung EPA paling banyak kita jumpai pada macam-macam ikan laut, yang mengandung omega-3 yang tinggi.


Dibawah ini jenis-jenis sumber makanan yang mengandung EPA, yang dapat menjadi pedoman kita dalam memenuhi kebutuhan standar konsumsi EPA.

  • Ikan: Dalam hal ini ikan yang dimaksud yaitu ikan laut seperti ikan sardin, ikan salmon, tuna, mackerel, ikan tengiri, dan ikan herring. Minyak ikan merupakan sumber utama dari asam eikosapentaenoat, dan terdapat luas di pasaran dalam kapsul lunak minyak ikan, ikan matang, atau makanan dengan tambahan minyak ikan.
  • Udang-udangan: Hewan sejenis ini banyak sekali ditemukan di laut bebas, seperti udang, kepiting besar, kerang, dan lain sebagainya. Hewan sejenis ini banyak sekali mengandung omega-3, dengan kadar rendah omega-6.
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian: Beberapa kacang-kacangan mengandung kadar omega-3 yang tinggi. Pada golongan biji-bijian, mengandung omega-3 lebih tinggi dibanding omega-6.
  • Sayur-sayuran: Sayuran berwarna hijau seperti bayam, labu, brokoli, mengandung zat besi dan omega-3.
  • Daging-dagingan: Daging segar/daging merah mengandung banyak gizi yang terkandung, salah satunya omega-3. Namun perlu diketahui, cara mengolah dan penyajian daging harus benar dan tepat agar kandungan gizi dalam daging tidak rusak.
  • Mikroorganisme: Alga coklat (kelp) adalah salah satu sumber alternatif omega-3 yang bisa kita konsumsi untuk memenuhi asam lemak esensial.

Efek Kelebihan dan Kekurangan EPA

Bagi kebanyakan orang yang mengkonsumsi suplemen EPA, sering merasakan efek samping ringan seperti mual, diare, bersendawa, hingga gangguan pencernaan, akan tetapi efek samping tersebut masih bisa ditolerir oleh tubuh manusia. Namun, konsumsi EPA yang melebihi 3 gram per hari dapat mengakibatkan masalah serius pada kesehatan manusia terutama masalah kardiovaskular.


Efek yang ditimbulkan akibat kelebihan konsumsi EPA antara lain:

  • Dapat meningkatkan faktor risiko pendarahan
  • Kontrol glikemik yang rendah pada pasien diabetik
  • Adanya peningkatan kadar kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) pada pasien diabetik dan hiperlipidemia
  • Terbentuknya produk oksidasi aktif yang diakibatkan dari proses oksidasi asam lemak omega-3
  • Stroke Haemorraghic (pecahnya pembuluh darah dalam otak)

Selain itu juga, kurangnya konsumsi EPA dalam kebutuhan sehari-hari menyebabkan beberapa efek yang merugikan bagi tubuh manusia antara lain timbulnya gangguan kesehatan pada penglihatan dan saraf, timbul eksema pada kulit dan dermatitis, menghambat pertumbuhan bayi, dan gangguan reproduksi.

Maka dari itu, perlu perhatian khusus dalam konsumsi EPA untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alangkah lebih baik kita konsumsi EPA yang berasal dari bahan alami yang tidak berlebihan kadarnya.

Perbedaan EPA dan DHA

Asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA) pada dasarnya berasal dari satu gugus asam lemak tak jenuh rantai karbon panjang yaitu asam linolenat. Namun terdapat perbedaan pada keduanya. Dari struktur dasar zat hingga manfaat yang diberikan oleh kedua zat tersebut.

Asam Eikosapentaenoat (EPA)Asam Dokosaheksaenoat (DHA)
Terdiri dari 20 rantai karbon dengan 5 rantai karbon ganda

Merupakan hasil sintesis dari asam alfa-linolenat (ALA)

Mempunyai manfaat yang penting bagi kardiovaskular

Terdiri struktur 22 rantai karbon dengan 6 rantai karbon ganda

Merupakan hasil proses sintesis dari asam eikosapentaenoat

Biasanya dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi, balita pada enam bulan pertama kehidupan

Berperan perkembangan otak bayi, balita

Demikian penjelasan mengenai asam eikosapentaenoat. Semoga bermanfaat dan konsumsilah sesuai batas wajar atau atas petunjuk dokter.

, , , , , , , , , , , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup

Oleh :
Kategori : Panduan Gizi