Sering Tidur dengan Kipas Angin Menyala? Waspadai 8 Bahaya Ini

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Setuju tidak kalau akhir-akhir ini cuaca sedang panas-panasnya? Bagi yang tak punya air conditioner di rumah atau AC, kipas angin adalah barang elektronik penyelamat. Serta bagi yang tak bisa tidur karena saking kepanasan, rasanya penting untuk menyalakan kipas angin supaya tak gerah. Padahal, ada lho beberapa dampak buruk atau bahaya tidur dengan kipas angin menyala.

  1. Dehidrasi

Bila dengan sengaja semalaman kipas angin dinyalakan, kesejukannya memang tak dapat dipungkiri, namun udara yang terasa dingin nan sejuk tersebut berisiko tinggi malah menyerap air dalam tubuh. Ini bisa kemudian menyebabkan kekeringan pada tubuh dan membuat tubuh rasanya lemah.

  1. Kulit Kering

Kegerahan dan keringat terus mengucur padahal hendak tidur memang menjadi hal mengganggu. Namun menyalakan kipas angin secara terus-menerus apalagi dengan arah menghadap ke diri sendiri sampai pagi juga tak baik, ini karena kulit bisa jadi kering karena tubuh alami gejala dehidrasi walau kerap kali tak disadari oleh kita.

  1. Kurang Oksigen

Saat menikmati kesejukan dari udara kipas angin sambil terkantuk-kantuk atau malah tertidur nyenyak, paru-paru kita sedang terancam sebenarnya. Bila kipas angin disetel dengan tingkat kekencangan tinggi, ini bisa menghambat paru-paru untuk mendapatkan pasokan oksigen yang memadai. Hal ini bisa saja kemudian malah menjadi pemicu seseorang jadi kesulitan saat bernapas, lho.

  1. Mudah Terserang Penyakit

Produksi keringat berlebih saat cuaca panas memang bisa berkurang berkat udara dari kipas angin, namun tahukah bahwa keringat yang dihasilkan tubuh itu adalah usaha mengatur suhu sehingga tubuh seimbang? Jika demikian terus-menerus, maka keseimbangan tubuh berisiko mengalami gangguan dan penyakit mudah menyerang.

  1. Otot Nyeri dan Kaku

Kebiasaan kipas angin nyala terus-menerus apalagi menemani tidur kita malah bisa-bisa menaikkan potensi terkena encok. Produksi cairan pelumas yang membantu fungsi otot serta sendi dapat menjadi turun karena efek suhu di kamar karena penggunaan kipas angin, jadi hati-hati dengan kondisi nyeri dan kaku pada otot ya.

  1. Hipertermia

Penggunaan kipas angin berlama-lama dan terus-menerus apalagi sebagai teman tidur lelap juga dapat berisiko pada hipertermia atau suhu tubuh yang berada di atas normal atau lebih dari 36 derajat Celsius. Hal ini dapat terjadi ketika kipas angin dinyalakan di ruangan yang tak tersedia ventilasi udara sehingga suhu karena ketidakmampuan tubuh dalam berupaya menahan suhu panas.

  1. Bell’s Palsy

Tidur memang paling enak kalau ditemani angin sejuk tapi kipas angin yang nyala terus-menerus dan tubuh terpapar olehnya bisa berdampak pada risiko Bell’s Palsy, yakni kelumpuhan wajah. Ketegangan bisa terjadi pada wajah akibat paparan suhu dingin udara kipas angin dan ini mampu menurunkan kemampuan ekspresi wajah.

  1. Alergi Debu

Menyalakan kipas angin sama dengan membiarkan perputaran sirkulasi udara hanya di dalam ruangan itu saja sehingga pergantian udara pun tak terjadi. Akibatnya, sisa nafas kita sendiri bakal terhirup lagi. Jadi ketika penggunaannya setiap hari sebagai teman tidur, bisa-bisa malah tubuh kita terpapar debu terus-menerus dan akhirnya mampu mengalami alergi debu dengan keluhan batuk, tenggorokan sakit hingga serangan asma.

Bagi para pengguna kipas angin, lebih berhati-hatilah terhadap segala dampak buruk kipas angin bagi kesehatan apabila tubuh yang sedang tidur terpapar angin dalam jangka panjang. Kepanasan memang tak nyaman, tapi penggunaan kipas angin seperti ini malah justru bisa menambah ketidaknyamanan tubuh di kemudian hari karena kesehatan terganggu lho.

fbWhatsappTwitterLinkedIn