Sudah Lama Tak Olahraga? Waspadai 8 Efek Buruknya bagi Tubuh

177

Lama tak olahraga dan bahkan cenderung ingin berhenti dari aktivitas fisik? Urungkan segera niat tersebut jika Anda memilikinya, sebab ada beberapa dampak buruk dari kurangnya olahraga bagi tubuh yang pastinya Anda tidak harapkan. Berikut ini adalah yang paling rentan terjadi pada tubuh ketika kita tak lagi olahraga.

  1. Penurunan Massa Otot

Saat 2 minggu saja tak olahraga, bisep dan paha depan bisa terlihat akan adanya penyusutan massa otot di sana. Penurunan massa otot ini pun bisa terjadi secara signifikan, apalagi kalau Anda meneruskannya dan benar-benar ingin berhenti melakukan olahraga.

  1. Peningkatan Tekanan Darah

Tubuh yang sudah lama tidak digerakkan alias tidak dibuat olahraga juga rupanya bisa berdampak pada melonjaknya tekanan darah. Telah dibuktikan oleh hasil penelitian International Journal of Applied and Basic Medical Research bahwa pola hidup seseorang hanya dalam waktu 2 minggu saja bisa menentikan tekanan darah kita; ya, tekanan darah menyesuaikan terhadap cara makan dan gaya hidup kita lho.

  1. Peningkatan Kadar Gula

Berhenti olahraga juga merupakan pemicu kenaikan kadar gula dalam darah sebab pada dasarnya ketika kadar gula turun, ini karena glukosa digunakan oleh otot dan jaringan tubuh sebagai pemroduksi energi. Kenaikan drastis dari kadar gula biasanya terjadi 2-3 minggu setelah berhenti olahraga yang otomatis meningkatkan risiko gangguan tiroid, jantung, serta potensi penyakit diabetes.

  1. Fungsi Otak Terpengaruh

Otak pun dapat terkena dampak buruk dari tidak lagi berolahraga. Kinerjanya bisa saja menurun dan pada akhirnya reaksi dan cara berpikir pun jauh lebih lamban. Jadi, pastikan untuk tak vakum olahraga terlalu lama karena otak bakal bisa cukup cepat berubah dalam fungsi memori dan daya ingat.

  1. Perubahan Suasana Hati

Tidak latihan fisik selama seminggu saja rupanya juga turut berdampak pada suasana hati lho. Jika setelah seminggu tak olahraga, coba rasakan lagi apakah Anda jadi lebih mudah emosi. Karena perubahan suasana hati yang terjadi, hal ini pun berpengaruh pada fisik yang cepat lelah menurut Journal of Psychiatry Clinical.

  1. Penurunan Stamina

Tidak olahraga dalam 2 minggu, tubuh tak hanya mengalami kenaikan gula darah atau tekanan darah. Rupanya, penurunan stamina adalah salah satu efek buruk dari vakum berolahraga. Sebagai akibatnya, kelelahan bisa mudah terjadi saat sedang beraktivitas ditambah pula mitkondria sel-sel otot hilang padahal tubuh memerlukannya sebagai pengubah oksigen menjadi energi.

  1. Perut Buncit

Semakin lama vakum berolahraga, efek buruknya dapat menghampiri bagian perut. Jika perut tambah buncit saja, ada kemungkinan ini karena makan yang kurang dijaga plus olahraga yang super jarang. Lemak mudah menimbun di bagian perut dan akan sulit terbakar kalau pola makan dan olahraga kurang baik.

  1. Peningkatan Berat Badan

Kalau perut saja bisa membuncit karena penumpukan lemak, jelas efek peningkatan berat badan sangat berisiko tinggi terjadi saat tidak berolahraga. Berhenti olahraga bukan keputusan yang tepat apalagi kalau asupan makanan tidak dijaga tetap sehat dan seimbang. Tumpukan lemak biasanya bakal bersarang tak hanya di perut, tapi juga di paha, lengan, pinggang, leher hingga pipi lho.

Kurang olahraga, tidak olahraga atau bahkan berhenti olahraga jelas memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh, termasuk suasana hati dan mental. Jika tak ingin mudah sakit dan stres, cobalah untuk memantapkan niat untuk rajin olahraga dengan memiliki latihan fisik ringan agar badan tetap bugar.