Ladies, Waspadai 11 Faktor Risiko Kista Ovarium Ini

180

Tak hanya kanker payudara saja yang menjadi momok bagi para wanita, sebab nyatanya setiap wanita pun memiliki risiko tinggi mengidap kista atau kanker ovarium lho. Karena adanya penumpukan cairan selama ovulasi atau peleasan sel telur oleh indung telur, akibatnya timbul kantung berisi cairan yang kita sebut dengan kista ovarium. Lalu, apa sajakah faktor risiko yang kiranya perlu diwaspadai?

  1. Punya Riwayat Kista Ovarium

Jika sebelumnya seorang wanita telah punya riwayat kista ovarium, seperti pernah mengalaminya atau mungkin anggota keluarganya yang mengidap kista ovarium, hal ini memperbesar risiko terkena kista ovarium. Perhatikan riwayat kesehatan keluarga dan cegahlah risikonya dengan berdiet sehat.

  1. Obat Subur

Bagi para wanita yang mengonsumsi atau menggunakan obat penyubur kandungan yang tujuannya agar proses ovulasi berjalan lancar, ternyata hal ini justru mengganggu keseimbangan hormon. Tak hanya itu, penggunaan jenis obat ini pun mampu memperbesar potensi terkena kista ovarium dalam golongan atau tipe kista fungsional sehingga efek samping obat subur perlu diwaspadai.

  1. PCOS/Sindrom Ovarium Polikistik

Risiko kista ovarium dapat lebih tinggi pada wanita yang mempunyai kondisi PCOS atau sindrom ovarium polikistik. Sindrom ini dapat dialami seorang wanita ketika hormon bagi folikel dalam ovarium yang mendukung proses ovulasi tidak terproduksi secara memadai oleh tubuh sehingga kemudian pembentukan kista folikel terjadi.

  1. Stres

Ada hormon tertentu yang bisa dihasilkan oleh tubuh akibat stres berkepanjangan sehingga pada akhirnya malah menimbulkan sakit-penyakit. Kista ovarium pun berisiko tinggi terjadi sebagai efek dari pengelolaan stres yang kurang tepat, maka dari itu segera cari cara mengatasi stres yang benar, olahraga rutin, serta miliki pola hidup sehat.

  1. Menstruasi Dini

Para wanita yang mengalami menstruasi dini atau di usia yang terlalu muda, ini rupanya mampu meningkatkan risiko kista ovarium lho. Hal ini dapat diminimalisir dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi tinggi sehingga dengan pola makan sehat, otomatis tubuh juga terjaga kesehatannya.

  1. Minum Alkohol dan Merokok

Minuman mengandung alkohol alias minuman keras sebenarnya boleh saja dikonsumsi, namun tidak berlebihan dan terlalu sering apalagi dijadikan kebiasaan. Merokok pun merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya masalah kesehatan sistem saraf otak maupun paru-paru, para wanita dengan dua kebiasaan ini bisa saja meningkatkan risiko kista ovarium.

  1. Kemoterapi

Kemoterapi khususnya dengan tamoxifen pada wanita yang mengidap kanker payudara justru malah meningkatkan potensi kista ovarium. Kista ovarium fungsional dapat terbentuk sebagai efek dari tamoxifen tersebut, meski begitu biasanya kista bakal hilang dengan sendirinya jika sudah menyelesaikan kemoterapi dengan tamoxifen tersebut.

  1. Endometriosis

Pada wanita dengan kondisi endometriosis akan lebih gampang terkena kista ovarium. Endometriosis sendiri merupakan pembentukan endometrium atau lapisan rahim di luar rahim dan pada jaringan ini justru kadang terdapat pula kantung berisikan darah atau kista. Sebagai tandanya, seorang wanita bisa sangat merasa nyeri selama haid sekaligus ketika berhubungan intim dengan pasangan.

  1. Infeksi yang Disebabkan Kuman, Bakteri atau Parasit

Kista ovarium juga dapat muncul karena dipicu oleh bakteri, kuman ataupun parasit yang menginfeksi organ kewanitaan. Jadi sebagai langkah pencegahan, pahami dan praktekkan cara menjaga kesehatan reproduksi wanita dengan senantiasa membersihkan secara benar demi menghindari berbagai infeksi.

  1. Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol tinggi dalam tubuh bukan hanya dapat memicu serangan jantung atau penyakit stroke. Nyatanya, kolesterol tinggi pun rupanya berpengaruh buruk pada organ reproduksi wanita, termasuk rahim dan memicu kista ovarium. Sebagai langkah pencegahan, pastikan untuk membatasi asupan makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh.

  1. Faktor Usia

Wanita dengan usia pubertas alias remaja hingga usia menopause adalah yang paling rentan terkena kista ovarium. Usia produktif adalah yang paling berisiko karena wanita-wanita ini masih mengalami siklus datang bulan. Bila kista ovarium tak menimbulkan gejala abnormal, tak mengalami pembesaran dan bisa hilang sendiri, maka kista ini tak berbahaya.

Meski terbilang usia produktiflah yang cenderung lebih berisiko, sebenarnya tak menutup kemungkinan wanita usai menopause mampu menderita kista ovarium, hanya saja kasus ini sangat jarang. Bila seorang wanita telah menopause lalu juga diketahui terkena kista ovarium, risiko terserang kaker ovarium jauh lebih besar.

Untuk meminimalisir risiko kista ovarium, para wanita sebaiknya mulai mengikuti tips diet sehat, menerapkan pengelolaan stres yang tepat, dan pola olahraga yang rutin. Jika mulai timbul gejala yang terasa atau tampak tak wajar, segera ke dokter memeriksakan diri ya.