Sang Ibu Konsumsi Narkoba, Bayi Kembar Lahir Prematur 2 Hari Kemudian Meninggal

255

Tiffany Marie Roberts seorang wanita berusia 29 tahun menjadi terdakwa kasus pembunuhan terhadap dua anak kembar yang ia lahirkan sendiri. Belum lama Tiffany melahirkan anak kembarnya di RS Anak TC Thompson, namun sayang kelahiran kedua anak tersebut dalam kondisi prematur.

Yang lebih mengejutkan lagi, usai dokter memeriksa anak kembar ini justru ditemukan hasil positif narkoba. Selang dua hari lahir ke dunia, sayangnya kedua anak ini malah meninggal yang kemudian memicu Tiffany, sang ibu dari anak kembar tersebut, akhirnya menjalani beberapa pemeriksaan oleh pihak berwajib. Kondisi mencurigakan akan kelahiran prematur anaknyalah yang menjadi alasan kenapa Tiffany harus diperiksa.

Anak kembarnya yang baru saja lahir dalam waktu singkat meninggal bersamaan tentunya menjadi suatu hal yang tak wajar. Rupanya dari hasil pemeriksaan diketahui kalau Tiffany mengonsumsi narkoba jenis ekstasi sewaktu persalinan. Ia mengaku bahwa konsumsi ekstasi sengaja dilakukannya supaya proses melahirkan bisa terbantu.

Lebih dari itu, rupanya ia konsumsi bukan hanya sekali untuk tujuan memperlancar persalinannya. Nyatanya, ia juga terbukti memakai jenis narkoba lain selama mengandung, tak terkecuali benzodiazepin, metamfetamin, roksikodon, oksikodon, serta kokain. Jadi melansir dari New York Post, menurut petugas kepolisian yang memeriksa Tiffany, sejumlah narkoba telah dikonsumsi wanita ini selama hamil.

Rupanya pemeriksaan kondisi bayi kembar prematur yang dilahirkan Tiffany pun menghasilkan bahwa selama ini diduga sang ibu mengabaikan pemenuhan nutrisi bagi janinnya. Karena gizi yang tak terpenuhi dengan baik selama perkembangan janin, inilah yang berpotensi paling besar pula dalam memicu kelahiran prematur.

Selain itu konsumsi narkoba sendiri sebenarnya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan sang ibu. Ibu hamil bisa mengalami hal-hal ini ketika menyalahgunakan narkoba:

  • Gangguan tidur seperti insomnia
  • Kurang memerhatikan asupan gizi untuk jabang bayi
  • Meningkatkan ketegangan emosi serta menimbulkan kecemasan berlebih
  • Dehidrasi karena mual dan muntah berlebihan
  • Daya tahan tubuh makin lemah
  • Meningkatkan risiko kena komplikasi penyakit seperti anemia, penyakit ginjal, dan infeksi
  • Melahirkan prematur
  • Keguguran
  • Perdarahan usai melahirkan
  • Meningkatkan risiko tertular penyakit menular seksual / PMS, HIV AIDS dan hepatitis B

Sementara itu, risiko efek narkoba bagi janin yang paling dapat terjadi antara lain adalah sebagai berikut:

  • Fungsi pembuluh darah plasenta terganggu
  • Terhambatnya suplai nutrisi serta oksigen pada janin
  • Cacat bawaan
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Gangguan pertumbuhan otak
  • Lahir secara prematur
  • Plasenta lepas sebelum bayi lahir
  • Janin meninggal saat masih berada di dalam kandungan

Itulah kenapa, asupan makanan serta minuman para wanita hamil sangat wajib diperhatikan secara serius. Bahkan ketika sakit pun, ibu hamil tak bisa sembarangan minum obat seperti sebelum hamil karena dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin. Rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan, menjauhkan diri dari obat terlarang dan minuman alkohol, serta menjaga pola makan sekaligus pola tidur penting untuk para calon ibu perhatikan.