Bocah Ini Nyaris Meninggal Gara-gara Telan Tangkai Permen

107

Cassius Humphries adalah seorang bocah berusia 6 tahun yang nyaris saja kehilangan nyawa gara-gara menelan tangkai permen. Bocah ini mengeluhkan sakit perut yang cukup serius awalnya. Untungnya, dirinya cepat dibawa ke rumah sakit dan dokter memutuskan menempuh langkah operasi demi menyelamatkan nyawa sang anak walau belum diketahui pasti penyebab sakit perut tersebut.

Liz, ibu bocah ini dilansir dari Mirror mengatakan bahwa ia tak percaya bahwa Humphries hampir meninggal hanya karena sebuah tangkai permen, padahal ia mengira awalnya buah hatinya menderita hernia serius atau bahkan usus buntu. Liz sempat panik karena keluhan Humphries mengenai sakit perutnya yang hebat tapi tak diketahui penyebab pastinya.

Karena keluhan itulah Liz langsung melarikan Humphries ke Rumah Sakit Russell Hall di Dudley, Inggris dan segera menempuh pemeriksaan berupa tes darah. Tak hanya itu, sinar X dan USG juga ditempuh oleh bocah ini agar dokter bisa mendeteksi penyebab sakit perut yang tak kunjung sembuh dan membaik.

Usai ketiga metode pemeriksaan pun sang dokter belum juga dapat memastikan apa penyebab sakit perut tersebut sehingga perlu merujuk Humphries ke Birmingham Children’s Hospital. Selama kurang lebih 2 jam operasi berjalan di rumah sakit tersebut usai terdeteksi penyebabnya. Dokter usai operasi menyodorkan tangkai permen yang panjangnya 7,6 cm atau 3 inci kepada sang ibunda.

Tak diragukan lagi, tangkai permen itulah penyebab sakit perut hebat yang dialami oleh Humphries. Menurut Liz, ada kemungkinan tangkai permen tak sengaja tertelan oleh Humphries saat menikmati permennya. Usai kejadian ini, Liz pun bertekad untuk mengawasi buah hatinya lebih baik agar tak terjadi hal-hal berbahaya serupa di kemudian hari.

Melalui kejadian yang menimpa Humphries, ini menjadi pengingat pula bagi para orangtua agar lebih baik lagi dalam mengawasi anak-anaknya, apapun yang dikonsumsi. Jika seorang anak sampai secara tidak sengaja menelan sesuatu atau benda asing, ini langkah terbaik yang diambil oleh para orangtua:

  • Memberi makanan yang mengandung serat tinggi dan pastinya lembut, seperti pisang misalnya.
  • Memeriksa feses si kecil apakah benda asing tersebut sudah berhasil keluar atau malah masih tersangkut di dalam pencernaannya.
  • Memberi minum agar si kecil terhindar dari dehidrasi.
  • Mengamati gejala gangguan kesehatan yang terjadi pada anak, seperti misalnya sakit perut berkelanjutan, mual, muntah, atau keluhan lainnya.
  • Membawa si kecil ke dokter agar bisa terdeteksi apa benda asing yang masuk ke dalam tubuhnya dan meminta bantuan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Penting untuk tak meninggalkan anak apalagi melepasnya tanpa pengawasan yang baik ketika mengonsumsi atau bermain sesuatu. Jika terjadi gejala yang tak wajar dan bahkan tak kunjung sembuh, segera bawa ke dokter untuk menerima tindakan medis.