Pil PCC – Manfaat, Efek Samping dan Dosis Tepat

Pil PCC kini tengah menjadi perbincangan dan sedang hangat-hangatnya di mana telah dijelaskan oleh Badan Narkotika Nasional alias BNN bahwa pil ini merupakan singkatan dari Paracetamol, Caffeine, Carosprodol. Berita tentang puluhan siswa SD dan SMP yang mengonsumsi pil tersebut sangat hangat dan ramai dibicarakan dan PCC bukanlah pil narkoba jenis flakka.

Para murid pengonsumsi pil tersebut di Kendari, Sulawesi Tenggara diketahui sampai dibawa ke rumah sakit karean setelah meminum pilnya, merek mengalami mual hingga kejang-kejang. Namun, sebelum Anda mengira bahwa ini merupakan sebuah bagian dari obat-obatan terlarang yang sama sekali tak boleh dikonsumsi, kenali lebih dulu apa manfaat, dosis yang benar, hingga efek samping yang kemungkinan terjadi.

Baca juga:

Manfaat Pil PCC

PCC merupakan jenis pil yang diketahui mempunyai kandungan senyawa Carisoprodol yang masih termasuk di dalam golongan muscle relaxants atau relaksan otot. Berikut ini adalah sejumlah manfaat yang sebenarnya bisa didapatkan oleh pengguna PCC asalkan konsumsi pil dilakukan pada kondisi dan dosis yang benar.

  • Merilekskan Otot

Seperti telah disebutkan, ada Carisoprodol yang merupakan sebuah pelemas otot dan itu artinya, fungsi utama dari pil tersebut salah satunya adalah sebagai solusi bagi penderita ketegangan otot. Bagi seseorang yang tengah mengalami otot tegang dan sakit, maka akan dapat lebih rileks dan lemas dengan mengonsumsi pil ini.

  • Menghilangkan Rasa Nyeri

PCC pada dasarnya juga disebutkan bahwa kegunaan utamanya adalah sebagai pereda atau penghilang rasa sakit. Jadi intinya, PCC bukanlah pil yang bisa dikonsumsi secara sembarangan karena perlu ada resep dan izin dari dokter. Obat ini juga telah diterangkan oleh Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jend. Arman Depari bahwa pil ini ampuh ketika digunakan menghilangkan rasa sakit.

  • Obat Sakit Jantung

Pil ini juga bukan obat sembarangan karena pada dasarnya juga berfungsi sebagai obat penyakit jantung. Ada jenis-jenis penyakit jantung tertentu yang dapat diatasi dengan pil ini, namun tentunya dalam pemakaian harus ada izin serta resep dari dokter supaya tidak berefek berbahaya bagi tubuh.

  • Obat Nyeri Punggung

Carisoprodol pun diketahui sebagai obat yang biasanya digunakan sebagai solusi bagi nyeri punggung. Dalam sejumlah penelitian telah dibuktikan bahwa Carisoprodol adalah hal yang lebih unggul ketimbang plasebo dalam membuat pergerakan tubuh, terutama bagian punggung menjadi jauh lebih meningkat dan baik.

Bahkan ditemukan juga hasil studi komparatif lain yang menyatakan bahwa efek dari Carisoprodol sendiri juga lebih tinggi ketika dibandingkan dengan diazepam. Hal tersebut dikarenakan gejala nyeri punggung bawah yang termasuk sudah dalam tahap akut mampu diobati dengan baik dan rasa nyerinya pun dapat hilang secara efektif.

  • Memperbaiki Pola Tidur

Pil ini juga memiliki manfaat sebagai penolong bagi yang mengalami gangguan tidur atau susah tidur. Kemungkinan penderita penyakit tertentu yang merasakan nyeri di tubuhnya akan mengalami insomnia dan akan sulit tertidur lelap. Oleh karena itu, memperbaiki pola tidur dengan meminimalisir rasa sakit, terutama pada penderita fibromyalgia bisa dengan konsumsi PCC.

Migrain dan sakit kepala merupakan jenis penyakit yang biasanya diredakan dengan mengonsumsi caffeine. Bahkan caffeine kerap dijadikan pembangkit dan perileks mental. Namun manfaat seperti ini hanya bisa diperoleh ketika menggunakan sesuai dosis saja.


Baca juga:

Efek Samping Pil PCC

Dalam setiap obat, selalu ada manfaat maupun juga efek samping yang kiranya dapat berbahaya bagi tubuh pengonsumsinya, maka akan lebih baik kalau kita mengenali apa-apa saja efek samping dari PCC agar tak sembarangan dalam mengonsumsi pil tersebut. Berikut adalah beberapa efek yang perlu diwaspadai saat memilih mengonsumsi PCC.

  1. Paracetamol

Paracetamol sendiri merupakan sebuah jenis obat yang dapat kita beli sewaktu-waktu secara bebas tanpa harus menggunakan resep dokter karena tersedia di warung-warung kecil maupun apotek terdekat. Jenis obat analgesik ini biasanya digunakan sebagai penurun demam dan pengurang rasa nyeri dan itulah yang menjadi alasan mengapa paracetamol termasuk di dalam jenis obat analgesik lemah.

Ada beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dari penggunaan atau konsumsi paracetamol, khususnya bila dosis yang digunakan melebihi sewajarnya. Kesehatan tubuh dapat terancam bila penggunaan paracetamol salah atau berlebihan. Bahkan konsumsi jangka panjang juga menimbulkan efek samping dan berikut ini adalah daftar dampak yang patut Anda ketahui:

  • Reaksi alergi
  • Kulit melepuh yang terjadi di seluruh tubuh (hal ini biasanya juga disebut dengan Sindrom Steven Johnson).
  • Kerusakan organ hati ketika menggunakan jangka panjang.
  • Memperburuk kondisi pasien yang sudah memiliki penyakit gagal ginjal, penyakit hati maupun riwayat penyalahgunaan alkohol.

Bila tak mengerti cara penggunaan yang benar, maka silakan untuk mengonsultasikan dengan dokter supaya tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

  1. Caffeine

Caffeine seperti kita ketahui memiliki efek yang menyegarkan alias penghilang rasa lelah. Ketika seseorang merasa ngantuk atau lelah mental, maka kafein adalah penambah energi yang selalu diasup. Pada dasarnya, obat ini merupakan obat bagi penderita sistem saraf pusat atau SSP. Untuk masalah migrain atau jenis sakit kepala lainnya, caffeine merupakan obat yang tepat.

Namun tetap saja, segala sesuatu yang berlebihan tak akan baik bagi tubuh. Ketika dosis yang dikonsumsi terlalu tinggi atau berlebihan bisa mengakibatkan pengonsumsinya mengalami sejumlah efek samping. Efek-efek samping yang bisa berbahaya bagi kesehatan antara lain adalah:

  • Insomnia
  • Tremor
  • Cepat marah
  • Gangguan jantung
  • Cemas berlebih
  • Kejang-kejang
  • Gangguan pada lambung
  • Gangguan usus
  • Kelainan pada kadar gula darah.
  • Peningkatan kadar glukosa
  • Penurunan kadar glukosa yang terlalu rendah.
  • Penyakit gagal ginjal
  • Penyakit hati.

Karena efek-efek sampingnya begitu berbahaya, maka memang dibutuhkan kehati-hatian tinggi dalam menggunakan obat-obat dengan kandungan caffeine.

  1. Carisoprodol

Jenis obat pelemas otot ini memang cara kerjanya adalah secaa sentral dan paling kerap dipakai sebagai peringan nyeri di bagian otot. Obat ini juga lebih sering dikonsumsi sebagai pereda nyeri punggung bagian bawah. Ada sensasi tenang yang ditawarkan oleh obat ini untuk sistem saraf yang ada hubungannya dengan otot sehingga otomatis nyeri berkurang.

Namun konsumsi berlebihan maupun konsumsi jangka panjang akan memberikan dampak tak sehat bagi tubuh. Alih-alih bisa sehat kembali dari rasa nyeri, yang bisa terjadi justru sebaliknya dan malah bisa timbul masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut ini adalah efek-efek samping yang berkemungkinan terjadi bila dosisnya tak tepat.

  • Sakit kepala
  • Jantung berdebar lebih kencang.
  • Tekanan menurun sehingga nantinya terlalu rendah.
  • Gampang mengantuk.
  • Mual
  • Muntah
  • Kram di bagian perut
  • Insomnia

Jenis obat ini akan menimbulkan reaksi yang cukup mengganggu dan sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi obat ini saat seseorang masih berada dalam pengaruh alkohol. Bahkan sangat perlu seseorang menghindari proses mengemudi kendaraan bermotor bila sehabis mengonsumsi Carisoprodol ini.

Baca juga:


Dosis Tepat

Data di tahun 2014 yang lalu saja sudah didapati bahwa hasilnya adalah obat ini telah banyak disalahgunakan, terutama oleh mereka yang memang telah menjadi pecandu obat-obatan. Itulah awal di mana BPOM akhirnya memutuskan menarik obat ini dengan alasan kasus penyalahgunaan obat telah terlampau banyak.

Untuk menghindari berbagai efek samping berbahaya, dosis sangat perlu diperhatikan dengan benar ketika mengonsumsinya. Lebih dari itu, pastikan untuk menggunakan obat ini apabila memang sedang benar-benar dalam kondisi kesehatan yang buruk dan membutuhkan obat ini sebagai solusinya.

  • Paracetamol – Obat pengurang rasa nyeri sekaligus penurun demam ini penggunaannya ada batasannya dan maksimal hanya sampai 4 gram per harinya. Dosis ini pun hanya berlaku untuk pengonsumsi yang sudah dewasa saja. Efek samping berbahaya bisa terjadi bila melebihi dosis.
  • Caffeine – Bagi pengonsumsi yang sudah dewasa, 100-200 mg oral adalah takarannya dan itupun tak boleh lebih sering dari setiap 4 jam. Penggunaannya hanya sesekali saja karena terlalu banyak bisa berefek samping berbahaya.
  • Carisoprodol – Obat ini hanya boleh dikonsumsi maksimal sampai 3 minggu saja. Bagi pengguna orang dewasa, hanya boleh 250-350 mg secara oral sehari 3 kali sebelum tidur. Dosis yang sama juga bisa diperuntukkan bagi anak-anak dengan usia 12 tahun ke atas.

Baca juga:

Demikianlah secara sekilas telah kita ketahui tentang manfaat, efek samping serta informasi dosis dari pil PCC agar kita bisa lebih mengerti dan tak menyalahgunakannya. Setiap obat harus dikonsumsi secara hati-hati karena bahan kimianya mampu membahayakan kesehatan tubuh, terutama kalau tak digunakan secara bijaksana dan sesuai kebutuhan.

, , , , ,
Post Date: Saturday 16th, September 2017 / 09:00 Oleh :
Kategori : Aditif