Efek Samping Obat Penenang Yang Berbahaya

17660

Obat penenang merupakan sejenis analgesik yang memberikan efek ketenangan (depresan) bagi penggunanya. Obat ini biasanya diresepkan oleh seorang dokter untuk menghilangkan kecemasan yang dialami pasien terutama sebelum dilakukannya sebuah proses operasi.

Cara Kerja

Cara kerja obat penenang adalah untuk mempengaruhi sistem saraf pusat, yaitu memperlambat aktivitas otak sehingga seseorang yang mengkonsumsinya bisa merasakan rasa tenang dan relax.

Sekarang ini, banyak sekali penyalahgunaan jenis obat ini, sehingga obat ini dapat bereaksi untuk menyebabkan ketidaksadaran seseorang atau memberikan efek memabukkan, bahkan hingga berdampak pada kematian.

Jenis Obat Penenang

Beberapa jenis obat penenang antara lain adalah :

  • Barbiturat, meliputi amytal, nembutal,seconal, luminal
  • Benzodiazepines, meliputi clonazepam, diazepam, estazolam, flunitrazepam, lorazepam, midazolam, nitrazepam, oxazepam, triazolam, temazepam, clhordiazepoxide, alprazolam.
  • Herbal sedative, meliputi ashwagandha, duboisia hopwoodii, proosanthera striatiflora, catnip, cava, mandrake, valerian, marijuana
  • Nonbenzodiazepine, meliputi lunesta, sonata, ambien, imovan
  • Antihistamin, meliputi diphenhydramine, dimenhydrinate, doxylamine, phenergan, promethazine
  • Cloral hydrate
  • Alcohol

Biasanya obat penenang bisa berupa kapsul ataupun tablet, cairan, dan suntikan.

Beberapa efek penggunaan obat penenang :

Pada saat mengkonsumsi obat ini, si pemakai secara langsung akan mengalami beberapa hal seperti berikut :

  1. Merasa santai / tenang / relax
  2. Merasa pusing serta kebingungan
  3. Gagap, cadel, kesulitan dalam berbicara
  4. Pandangan menjadi kabur
  5. Mengalami mabuk / teler seperti pengguna alkohol.
  6. Denyut nadi melemah
  7. Melebarnya pupil mata

Jika obat ini dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang, si pengguna bisa merasakan hal-hal seperti berikut :

  1. Berat badan meningkat
  2. Mengalami insomnia
  3. Nafsu makan yang meningkat
  4. Kesulitan dalam berfikir serta mengingat
  5. Mengalami gangguan sexual (impotensi)
  6. Mengalami gangguan reproduksi
  7. Mengalami perubahan kepribadian
  8. Mengalami depresi
  9. Berkurangnya koordinasi
  10. Selalu merasa haus
  11. Tidak bisa menahan keluarnya urine
  12. Berhalusinasi
  13. Lebih agresif
  14. Gangguan sistem pernafasan dan jantung (sama seperti bahaya obat nyamuk yang dapat mematikan)
  15. Ketergantungan

Ketergantungan baik fisiologis maupun ketergantungan psikologis bisa terjadi setelah beberapa bulan mengkonsumsi obat ini secara terus menerus. Biasanya si pengguna akan merasakan ketidaktenangan pada saat tidak mengkonsumsi obat ini.

Ketergantungan ini bisa terjadi

  • Merusak penilaian serta mengurangi konsentrasi. Penggunaan obat ini bisa menyebabkan sipengguna lebih rentang mengalami kecelakaan / cidera. Untuk itu saat sedang mengkonsumsi obat penenang sebaiknya jangan melakukan aktivitas berkendara ataupun menjalan mesin.
  • Efek lainnya dari obat ini adalah bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Seorang wanita yang sedang hamil sebaiknya menghoindari pemakaian obat ini, karena resiko yang ditimbulkan bisa mengakibatkan gangguan kemampuan belajar pada anak nantinya.
  • Menambah masalah dalam hidup

Saat sedang stress dan kita memutuskan untuk mengkonsumsi obat penenang, mungkin akan berdampak kebaikan pada kita untuk sementara waktu. Namun, setelah efek yang ditimbulkan obat ini habis, justru masalah kita akan bertambah karena kita menjadi seorang yang mengalami ketergantungan pada obat ini.

  • Penggunaan obat penenang yang dicampur dengan alkohol atau obat-obatan lainnya bisa berdampak lebih buruk lagi bagi si pengguna, karena terjadinya peningkatan pengaruh dari kedua jenis zat yang terkandung di dalamnya, sehingga dapat berakibat lebih buruk hingga pada kematian.
  • Obat penenang juga dapat memberikan efek kebal terhadap obat itu sendiri, sehingga bahaya obat penenang sangat mematikan, bahkan hampir sama dengan bahaya narkoba.

Seorang pecandu obat penenang yang ingin melepaskan diri dari ketergantungannya, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter maupun pakar kesehatan lainnya. Karena si pecandu bisa mengalami beberapa hal seperti kejang, delirium, bahkan berhentinya sistem pernafasan. Sebaiknya orang tersebut menjalani program rehabilitasi, karena dengan begitu bisa meminimalisir reaksi yang ditimbulkan akibat penghentian penggunaan obat ini.

Cara menghindari ketergantungan pada obat penenang :

Sama sepertinya efek samping obat tidur, obat untuk penenang juga memiliki efek tinggi terhadap ketergantungan. Untuk itu, berikut beberapa tips untuk melakukan pencegahan ketergantungan dari obat penenang.

  • Memilih jenis obat penenang yang waktu paruhnya relatif lebih panjang ataupun menengah. Hal ini karena obat penenang dengan masa waktu habis di dalam darah yang panjang lebih kurang menimbulkan efek ketergantungan dan toleransi yang cepat dibandingkan dengan obat yang dengan waktu paruh pendek/singkat. Hal tersebut dikemukakan oleh seorang pakar psikologis bernama Dr Andri, Spkj, fapm.
  • Penggunaan obat harus dalam pengawasan dokter. Pasien dilarang untuk mencoba membeli atau mencoba-coba dosisnya sendiri, jika tidak ingin beresiko kecanduan obat tersebut.
  • Memakai dosis optimal terkecil dalam waktu yang singkat. Pasien biasanya akan mendapatkan pemantauan dari dokter dalam mengggunakan obat jenis ini, dan saran dokter harus diperhatikan dengan baik. Jika merasa sudah terlalu lama (lebih dari 4 minggu pemakaian), pasien bisa bertanya kepada dokternya kapan akan segera dilepaskan dari obat ini.

Jika kita sayang dan peduli pada kesehatan kita, ada baiknya kita menghindari penggunaan obat-obatan semacam ini. Masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari stres. Misalnya dengan berolahraga, berekreasi / menyalurkan hobi, berbicara dengan teman, ataupun melakukan diet yang sehat.