Aman Tidak Bayi Tidur Tengkurap? Perhatikan Untung Ruginya

137

Tidur menjadi waktu yang banyak dibutuhkan oleh bayi. Bayi yang baru lahir akan menghabiskan sebagian banyak waktu untuk tidur dan sisanya untuk minum ASI. Bayi bisa tidur sendiri di box  bayi atau bersama di tempat tidur orang tua dengan tempat tidur khusus. Tapi hal yang sangat penting adalah posisi bayi ketika tidur. Banyak orang tua yang mencoba memindah posisi tidur bayi karena merasa kasihan dengan bagian kepala belakang bayi yang berbekas. Posisi yang mungkin dipikir nyaman adalah bayi tidur tengkurap. Beberapa bayi juga lebih nyenyak dengan posisi tidur ini. Lalu aman tidak bayi tidur tengkurap? Simak penjelasan dibawah ini.

Aman Tidak?

Secara medis ternyata dokter sangat melarang orang tua untuk tidak menidurkan bayi dalam kondisi tengkurap. Kecuali jika bayi sudah berusia 12 bulan ke atas. Bahkan dokter memperingatkan posisi tengkurap untuk bayi yang masih kecil sebaiknya tidak dilakukan untuk tidur malam atau siang hari. Posisi tidur bayi yang paling tepat adalah telentang dengan pemakaian bantal khusus pada kepala bayi. Buat sekitar tempat tidur bayi lebih nyaman sehingga bayi bisa tidur lama dalam posisi telentang. Dan juga jangan menidurkan bayi dalam posisi miring.

Bagaimana Jika Bayi Suka Tidur Tengkurap?

Ketika usia bayi sudah mencapai 5 bulan maka gerakan bayi menjadi lebih aktif saat tidur. Terkadang bayi bisa berubah posisinya ketika tidur dan itu menjadi kesukaan bayi. Namun sebaiknya Anda tidak membiasakan bayi untuk tidur dengan posisi tersebut. Cobalah untuk membalikkan tubuh bayi ketika posisi tidur bayi tengkurap. Biasanya bayi akan rewel dan bangun tiba-tiba tapi Anda bisa memberi ASI agar bayi tidak terlalu rewel.

Bahaya Bayi Tidur Tengkurap

  1. Gangguan Pernafasan

Bayi yang tidur tengkurap dalam waktu lama bisa mengalami gangguan pernafasan. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah komplikasi pada pencernaan. Ketika bayi baru saja minum ASI atau makan maka mereka seharusnya bersendawa. Tapi ketika bayi langsung tidur tengkurap maka makanan akan turun sehingga menghalangi trakea. Meskipun ini sering diremehkan tapi ternyata bisa menyebabkan bayi tidak bisa bernafas dan paling buruk menyebabkan mati lemas.

  1. Kurang Oksigen

Ketika bayi tidur tengkurap maka bisa menyebabkan sisi wajah berdekatan dengan bantal atau tempat tidur bayi. Hal ini menyebabkan jumlah oksigen yang masuk ke tubuh semakin berkurang. Bahkan tubuh bayi akan lebih banyak menghirup udara yang mengandung banyak karbon dioksida. Ini akan membuat aliran oksigen ke paru-paru menjadi berkurang, sampai menyebabkan masalah untuk sel tubuh dan gangguan metabolisme.

  1. Gangguan Fungsi Tubuh

Bayi yang tidur tengkurap maka biasanya bertahan dengan posisi yang sama selama beberapa jam. Kondisi ini yang akan menyebabkan gangguan fungsi tubuh seperti tekanan darah menurun, detak jantung tidak normal, dan gangguan organ tubuh lain akibat kurang oksigen. Kondisi ini juga yang menyebabkan kematian mendadak.

  1. Tubuh Bayi Panas

Tidur tengkurap juga menyebabkan tubuh bayi menjadi sangat panas. Hal ini karena tubuh bayi memiliki lebhi banyak bagian kulit daripada berat badan keseluruhannya. Kondisi ini yang akan membuat bayi menghasilkan panas yang lebih banyak daripada tubuh orang dewasa. Sehingga tidur telentang bisa membuat proses pengaturan suhu tubuh menjadi kacau. Risikonya jika terjadi terus menerus bisa menyebabkan dehidrasi dan demam. Kondisi ini juga meningkatkan terjadinya masalah panas hilang timbul pada bayi.

  1. SIDS

Sindrom kematian mendadak atau SIDS menjadi kondisi yang sangat berbahaya untuk bayi yang sedang tidur tengkurap. Kondisi ini bersifat sangat cepat sehingga biasanya orang tua sudah menemukan bayi meninggal saat tidur sementara sebelumnya sehat-sehat saja. Penyebab kematian mendadak sangat menakutkan untuk semua orang tua.

Itulah keterangan yang membuktikan aman tidak bayi tidur tengkurap? Anda bisa menarik kesimpulan bahwa posisi tidur yang paling tepat untuk bayi adalah telentang. Kecuali sudah memenuhi syarat usia untuk tidur miring dan tengkurap.