Operasi Endometriosis – Manfaat, Metode, Biaya dan Bahaya

Endometriosis adalah salah satu penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi wanita.  Orang terkadang menyebutnya sebagai jenis-jenis kista.  Ini tepatnya di bagian endometrium atau dinding rahim sehingga disebut endometriosis. Dinding rahim yang seharusnya hanya menebal ke arah dalam, karena beberapa sebab mekenebal ke arah luar rahim.  Jika tidak terjadi pembuahan, dinding rahim seharusnya luruh bersamaan dengan menstruasi dan karena di luar dinding rahim penebalan tidak bisa luruh darah tidak bisa keluar. Selanjutnya, lama kelamaan dinding terus menebal.

Endometrisis dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya :

  • Produksi hormon estrogen yang berlebihan – Ini dapat dipicu karena konsumsi makanan yang menyebabkan akibat kelebihan estrogen. Makanan tersebut di antaranya coklat, kacang-kacangan, buncis, dan sebagainya.
  • Faktor keturunan – Faktor keturunan menjadi penyebab yang sangat signifikan. Orang yang mempunyai genetik tingkat pertama mengalami endometriosis, maka kemungkinannya 7 kali lebih besar daripada yang tidak. Genetik tingkat pertama contohnya, ibu, bibi, atau saudara kandung.
  • Paparan radiasi lingkungan – Radiasi atau lingkungan yang berubah seperti banyaknya polusi juga dapat meningkatkan resiko dan menjadi penyebab endometriosis.
  • Sistem imun tubuh yang lemah – Sistem imun yang sedang lemah menyebabkan tubuh tidak bereaksi ketika terjadi penebalan pada dinding rahim bagian luar.  Baru dirasakan ketika sudah timbul gejala-gejala endometriosis.

Gejala endometriosis berbeda-beda pada setiap orang.  Bahkan, ada beberapa wanita yang tidak merasakan gejala apapun dan endometriosis baru diketahui saat kehamilan atau sulit hamil.  Beberapa gejala endometriosis, yaitu :

  • Nyeri panggul.
  • Menstruasi dalam jumlah yang banyak.
  • Rasa sakit pada saat haid.
  • Timbul bercak darah pada saat tidak haid.
  • Tidak bisa hamil.
  • Jika hamil cenderung mengalami keguguran.
  • Sakit atau pendarahan saat berhubungan intim.
  • Nyeri dan keluar darah pada saat buang air kecil.
  • Nyeri dan keluar darah pada saat buang air besar.
  • Pada beberapa wanita bisa menjadi penyebab diare berkepanjangan, badan lemas dan mual.

Endometriosis bukan penyakit mematikan, namun bahaya endometriosis harus diwaspadai.  Pengobatan endometrisis dapat bermacam-macam tergantung tingkat keparahannya, seperti :

  • Obat pereda sakit.
  • Terapi hormon, misalnya hormon kontrasepsi, terapi progestin, analog hormon pelepas gonadotropin, danazol, dan antiprogestogen.
  • Operasi endometriosis. Operasi dilakukan jika endometrium dalam tahap sangat mengganggu dan tidak dapat diatasi dengan obat pereda sakit dan terapi hormon.

Saat obat tak lagi efektif, maka dokter pada umumnya barulah menyarankan untuk pengambilan tindakan operasi. Mengenai operasi endometriosis, manfaat, metode, biaya, dan bahayanya perlu untuk pasien ketahui.

Manfaat dan Metode Operasi

Operasi endometriosis bertujuan mengangkat atau menghilangkan penebalan dinding rahim. Atau dengan kata lain memotong bagian yang menebal dari dinding rahim yang menyebabkan sakit. Karena seperti umumnya operasi, hal ini mempunyai resiko maka ini merupakan alternatif terakhir. Operasi endometriosis sebenarnya ada 2 macam, secara prosedural hampir mirip tetapi tidak sama, operasi tersebut yaitu :

  1. Operasi Laporoskopi

Operasi ini merupakan jenis operasi yang paling baru dan modern mengenai prosedur pengangkatan kista.  Pada operasi ini, hanya jaringan endometriois yang diangkat dengan prosedur laparoskopi atau laser.  Operasi ini hanya memerlukan sayatan kecil dan tidak banyak menimbulkan rasa sakit.


  1. Operasi Konvensional Pengangkatan Rahim

Operasi konvensional pengangkatan rahim dilakuan dengan mengangkat keseluruhan bagian rahim. Serviks dan kedua ovarium juga diangkat. Ovarium diangkat, karena bagian inilah yang memproduksi hormon estrogen dan merangsang tumbuhnya kembali endometriosis. Wanita yang melakukan operasi ini otomatis tidak dapat hamil seumur hidupnya.

Saat ini operasi pengangkatan rahim disarankan hanya bagi wanita yang tidak ingin punya anak lagi atau wanita yang sebelumnya sudah melakukan operasi laparoskopi namun endometriosis kambuh lagi. Operasi konvensional ini dilakukan seperti operai Caesar dengan sayatan besar di perut dan pengangkatan seluruh rahim. Pemulihan pasca operasi ini lebih lama dibandingkan laparoskopi. Metode atau prosedur operasi laparoskopi, yaitu :

Sebelum Operasi

Sama halnya dengan berbagai operasi lain, operasi endometriosis dengan laparoskopi mewajibakan pasien untuk memeriksakan seluruh kesehatannya terlebih dahulu dan menjelaskan prosedur operasi kepada pasien dan keluarga. Selain itu dokter akan menyarankan pasien untuk tidak mengkonsumsi obat pengencer darah dan menghindari minum alcohol dan merokok.  Obat pengencer darah yang diberikan, antara lain :

  • Heparin
  • Aspirin
  • Warparin

Saat Operasi

Operasi dilakukan setelah pasien positif dinyatakan siap secara fisik melalui berbagai pemeriksaan kesehatan.  Sehari sebelum melakukan operasi pasien diminta utnuk menjalani puasa sekitar 8 sampai 12 jam. Kemudian prosedur operasi dilakukan, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pasien dibius total.
  • Dokter membedah pasien dengan sayatan kecil di bagian perut.
  • Dokter menyuntikkan gas karbondioksida ke dalam perut agar bagian atas perut menggembung, agar alat bisa dimasukkan.
  • Dokter akan memasukkan laparoskop, sejenis kamera yang dapat dijalankan dan dapat memperlihatkan bagian dalam perut.
  • Dokter melakukan pengagnkatan kista degan laser atau dengan pemotongan dengan berpedoman pada gambar yang diperlihatkan oleh laparoskopi.
  • Setelah kista diangkat, laparoskopi dikeluarkan dari dalam perut dan perut dijahit kembali.
  • Operasi berlangsung antara 1 sampai 3 jam.

Perawatan setelah Operasi

Setelah operasi sampai 1 hari pasien akan merasa mual, pusing, dan nyeri di perut.  Namun, pasien tak perlu khawatir sebab ini akan hilang dengan sendirinya. Dalam waktu 1 x 24 jam jika tidak ada keluhan lain, maka pasien sudah dapat menjalani perawatan di rumah. Di rumah, pasien harus menjaga kebersihan agar jahitan bekas operasi tidak terjadi infeksi.

Dokter akan memberi obat agar jahitan cepat kering dan dapat segera dibuka. Pada perawatan selanjutnya, selama beberapa bulan dokter akan tetap memberikan obat untuk mengendalikan hormon estrogen. Pasien juga dilarang mengkonsumsi makanan yang merangsang produksi hormon estrogen secara berlebihan. Dianjurkan konsumsi makanan untuk endometriosis.

Biaya dan Bahaya Operasi

Biaya operasi endometriosis saat ini masih cukup mahal. Untuk operasi konvensional dengan mengangkat seluruh rahim biayanya sekitar 15 sampai 25 juta, sedangkan operasi dengan prosedur laparoskopi, sedikit lebih mahal antara 25 sampai 40 juta. Namun, biaya operasi ini tergantung pada besarnya penebalan yang akan diangkat dan kelas dan rumah sakit mana yang akan melakukannya.

Setiap prosedur  atau tindakan medis mempunyai kelebihan dan kekurangan, begitu pula degan operasi Endometriosis. Dengan harapan endometriosis akan hilang total, di bawah ini ada beberapa bahaya atau efek samping operasi endometrisosis, terutama operasi laparoskopi.

  • Mengalami gangguan penggumpalan darah. Hal ini merupakan resiko yang dapat dialami setiap prosedur operasi.
  • Gangguan pembuluh darah yang tercemar gas karbondioksida akibat dari operasi laparoskopi yang memasukkan gas ini ke dalam perut.
  • Beberapa pasien operasi dapat mengalami efek samping dari obat bius total, misalnya gejala pneumonia, alergi, dan kerusakan syaraf.
  • Nyeri pasca operasi bisa dialami sampai 1 sampai 2 tahun.
  • Resiko munculnya endometriosis kembali pada pasien yang hanya melakukan pengangkatan endomteriosis dan tidak melakukan diet sehat terapi hormon.

Terkadang seseorang tidak mempunyai pilihan ketika penyakit yang datang mengharuskan dilakukannya operasi.  Mudah-mudahan artikel operasi endometriosis ini dapat memberi gambaran bagi Anda yang hendak menempuh tindakan operasi ini.

, , ,

Follow Halosehat

ig-halosehatgroup