Merasa Payudara Mengganggu Aktivitas, Penyanyi Australia Ini Pilih Ratakan Dada

177

Operasi mengangkat payudara biasanya dilakukan oleh wanita dengan sebagian besar alasannya adalah alasan medis. Entah itu karena kanker atau penyakit serius lainnya, biasanya kondisi medis mengharuskan payudara diangkat dengan jalan operasi. Namun kali ini berbeda dengan penyanyi Australia bernama Selina Jenkins.

Operasi yang ia tempuh untuk mengangkat payudaranya alias meratakan bagian dada bukan karena alasan medis maupun bukan karena ingin jadi pria transgender. Satu-satunya alasan dibalik keputusan yang bikin cara pikir wanita ini beda dari wanita pada umumnya adalah ketidaksukaannya terhadap payudaranya sendiri.

Menurut Selina, payudaranya cukup mengganggu aktivitasnya sehari-hari sejak usianya masih remaja dan inilah yang menjadi faktor utama mengapa ia memilih mengoperasinya. Rasa ketidaksukaan terhadap payudaranya sendiri ini muncul saat ia melakukan berbagai aktivitas olahraga, seperti berkuda dan Yoga. Ia merasa tak nyaman dengan keberadaan buah dadanya karena merasa tak ada untungnya dan hanya memicu rasa pegal di bagian punggung.

Selina sudah sempat mencari dokter bedah di Australia di tahun 2012 untuk melakukan proses operasi pengangkatan payudaranya secara menyeluruh, namun tak berhasil karena rata-rata dokter menolaknya. Alasan penolakan para dokter adalah karena ketiadaan kondisi medis yang mengharuskan payudara Selina diangkat dengan prosedur operasi.

Barulah saat dirinya ke Florida, Amerika Serikat baru-baru ini, ia menemukan seorang dokter bedah yang bersedia mengabulkan permintaannya. Tak merasa kecewa atau menyesal sama sekali usai payudaranya diangkat, Selina mengaku merasa lega, bahkan ia mengatakan kalau ia tetaplah wanita walau dadanya rata.

Mastektomi adalah istilah bagi tindakan medis mengoperasi payudara dan mengangkatnya. Beberapa hal perlu diperhatikan saat hendak menempuh prosedur ini baik itu karena alasan medis maupun bukan.

  • Memantau efek samping – Ada kalanya operasi berhasil namun pasca itu, pasien dapat mengalami demam. Hal ini wajar dan umum, namun tetap saja perlu diwaspadai dan biasanya demam ini diikuti dengan kondisi bengkak di area yang dioperasi. Hubungi atau temui dokter ketika bengkak dan demam tak kunjung mereda.
  • Merasakan sakit dan ketidaknyamanan – Daerah bekas operasi pasti terasa tak nyaman dan masih sakit, namun ini hanya beberapa hari saja kok. Dokter pun akan memberikan obat pereda rasa sakit, hanya saja kita juga dapat menggunakan kompres es untuk ditempelkan ke area ketiak apabila ingin meredakan dengan cara mandiri. Segera hubungi dokter kalau rasa sakitnya dirasakan cukup lama.
  • Menghindari kegiatan berat – Berbagai aktivitas yang terlalu berat, semacam olahraga berat hingga mengangkat benda berat perlu dihindari lebih dulu sampai lepas jahitan. Jangan lupa mengenai kapan bisa mulai beraktivitas biasa dan melakukan hal-hal berat ditanyakan langsung ke dokter.
  • Membersihkan diri dengan hati-hati – Area bekas operasi jangan sampai basah kena air dan hal ini memang harus benar-benar dijaga, termasuk kebersihannya. Ada perban atau jahitan yang pasca operasi tak boleh kita sentuh apalagi melepasnya tanpa adanya instruksi serupa dari dokter yang menangani. Maka berhati-hatilah sendiri khususnya di kala mandi; jika perlu, tanya dokter mengenai cara menghindari infeksi dan merawat bekas operasi yang benar.

Apapun alasannya, operasi pengangkatan payudara selalu ada risiko bahayanya, maka perhatikan cara merawat pasca operasi. Selalu konsultasikan dengan dokter apapun yang kita ragu untuk melakukannya supaya tak terjadi kesalahan.