Masektomi – Apa – Fungsi – Efek Samping

330

Tubuh manusia merupakan kumpulan dari komponen-komponen yang saling melengkapi satu sama lain. Kelengkapan ini bisa berupa kelengkapan organ, jaringan, sel, atau anggota alat gerak yang lain. Setiap komponen tersebut akan mempengaruhi kinerja dari komponen yang lain. Satu komponen akan dapat mempengaruhi gerak , tugas, dan fungsi dari komponen lain. Tubuh manusia merupakan sebuah hal yang sangat komplek. Begitu juga jika ditemukan sebuah penyakit dalam tubuh manusia yang menyerang organ tertentu. Meskipun terakadang penyakit hanya terfokus pada satu jenis organ saja, namun tidak menutup kemungkinan untuk menyebarnya  penyakit itu ke jaringan-jaringan yang lain. Biasanya penyebaran ini sendiri bisa berupa penyakit itu sendiri atau bisa juga berupa penyakit lain yang berhubungan. Jika terjadi seperti itu maka tindakan terakhir adalah dengan cara menghilangkan sumber penyakit, salah satu metodenya adalah dengan operasi. Salah satu jenis tindakan operasi untuk mengangka suatu penyakit dari dalam tubuh adalah masektomi.

Motode pengenagkatan suatu penyakit dar dalam tubuh pasien dengan melakukan operasi merupakan sebuah cara yang radikal. Hal ini dikarenakan pasti akan menimbulkan suatu bekas tertentu pada tubuh dari pasien. Namun, tindakan operasi saat ini masih menjadi ujung tombak yang paling utama untuk mengobati kanker dan tumor dari dalam tubuh. meskipun ada tindakan lain seperti radioterapi dan kemoterapi. Masektomi sendiri merupakan salah satu dari sekian banyak tindakan medis yang digunakan untuk mengangkat organ yang bersifat kanker dan tumor dari dalam tubuh. Apa itu masektomi, bagaimana masektomi dilakukan, untuk apa masektomi itu tak banyak yang tau. Bagi mereka yang berkecimpung di dunia medis dan kesehatan maka tak akan asing dengan istilah tersebut. Kali ini kita akan membahas berbagai hal yang berhubungan tentang masektomi itu sendiri mulai dari manfaat yang bisa diberikannya hingga kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Beberapa hal yang perlu kalian ketahui tentang tindakan masektomi, adalah sebagai berikut

Apa itu Masektomi

Mari untuk yang paling awal adalah kita bahas mengenai masektomi itu sendiri. Masektomi adalah sebuah tindakan medis yang bertujuan untuk mengangkat payudara dari tubuh pasien. Jadi, operasi masektomi lebih sering dilakukan pada perempuan daripada pria. Meskipun pada dasarnya tidak menutup kemungkinan pria juga bisa menjalani operasi masektomi. Pengangkatan ini sendiri erat hubungannya dan kaitannya dengan keberadaan sel kanker atau tumor pada payudara, sehingga mau tidak mau maka akan dilakukan operasi pengangkatan ini. Selain itu dengan menjalani proses masektomi ini sendiri maka pasien akan dapat menghilangkan secara penuh jaringan sel kanker atau tumor dalam tubuh. Hal ini dikarenakan terkadang metode pengobatan lain yang bertujuan untuk menghilangkan kanker dalam tubuh, masih memiliki kemungkinan untuk kembalinya kanker yang dihilangkan dengan metode tersebut.

Namun, dengan melakukan operasi masektomi pada payudara maka pasien akan dapat menghilangkan secara penuh segala hal yang memungkinkan kanker untuk kembali lagi. Sehingga memang operasi ini lebih efektif daripada tindakan pengobatan yang lain. Namun tentu saja dokter tak serta merta dengan mudah memberikan persetujuan untuk melakukan operasi masektomi kepada pasien yang terserang kanker payudara. Biasanya dokter terlebih dahulu akan melakukan pengamatan dan penilaian mengenai kondisi dari pasien itu sendiri. Keadaan dan kondisi sari pasien akan sangat berpengaruh. Jika tubuh dan kondisi pasien belum benar-benar siap untuk melakukan operasi masektomi maka dokter juga tak akan melakukan tindakan tersebut.

Masektomi sendiri tak selalu berhubungan dengan tindakan pengobatan terakhir untuk penyakit kanker. Sebagaimana kita tahu bahwa kanker payudara merupakan sebuah penyakit yang bisa diturunkan secara genetik. Karena itu bagi mereka yang memiliki riwayat kesehatan dalam keluarganya ada yang mengidap kanker payudara maka ada kemungkinan dia juga akan terkena. Apalagi jika yang mengidap itu adalah anggota keluarga yang lebih dekat. Untuk menghindari kemungkinan tersebut maka beberapa wanita dan bahkan dokter saat ini menyarankan menjalankan operasi masektomi untuk mencegah perkembangan sel kanker itu sendiri. Jadi sekarang posisi dari masektomi juga menjadi sebuah tindakan pencegahan yang paling efektif.

Kapan Masektomi Dilakukan

Setiap dokter tidak dapat dengan mudah melakukan operasi masektomi pada pasien dengan begitu saja. Sebelum memutuskan seorang pasien akan menjalani dan akan mendapatkan operasi masektomi maka dokter akan melakukan pengamatan dan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan secara medis ini sendiri bertujuan untuk lebih meyakinkan dan memastikan bahwa tindakan yang akan diambil merupakan sebuah tindakan yang benar. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan seorang dokter untuk memberikan keputusan operasi masektomi kepada pasien. Pertimbangan yang bisa dijadikan acuan oleh dokter adalah

  • Ukuran payudara
  • Jumlah tumor yang bersifat kanker
  • Stadium kanker
  • Agresivitas serta kecepatan dari pertumbuhan sel kanker
  • Luas area penyebaran kanker

Jika salah satu saja dari pertimbangan yang ada diatas tidak mencukupi maka bisa saja seorang pasien tidak akan mendapatkan operasi masektomi secara langsung. Namun jika memang pasien menghendaki dengan kesadaran sendiri, maka operasi masih bisa dilakukan secara normal.

Selain itu dokter juga akan dengan cepat memberikan keputusan dengan cepat untuk memberikan operasi masektomi apabila ditemukan beberapa kondisi khusus. Kondisi khusus yang bisa terjadi seperti

  • Pasien tidak mengalami perubahan secara signifikan setelah menjalani radioterapi
  • Masih adanya sel kanker, setelah pasien menjalani tindakan lumpektomi
  • Pasien memiliki kondisi medis yang tidak dapat menjalani radioterapi
  • Adanya dua jaringan kanker yang berbeda namun berada dalam satu payudara yang sama
  • Pasien yang hamil dan tidak dapat melakukan operasi masektomi
  • Jika seorang pasien memiliki tumor dengan ukuran 2 inci, yang bisa menyebabkan tumor tersebut kebal terhadap metode radioterapi.
  • Pasien pria yang terdeteksi mengidap kanker payudara
  • Adanya mutasi pada tingkat gen yang akan membuat seorang wanita memiliki kemungkinan yang sangat tinggi untuk menderita kanker payudara.

Jenis Masektomi

Operasi masektomu sendiri memiliki beberapa jenis yang sangat berbeda-beda. Pembagian ini sendiri sangat berhubungan erat dengan jenis dan hasil yang didapatkan. Metode operasi yang digunakan  juga menjadi salah satu alasan pembagian ini.

Beberapa jenis operasi masektomi adalah sebagai berikut

  1. Masektomi Sederhana/Total

Metode ini dilakukan dengan cara mengangkat payudara secara menyeluruh tanpa merusak jaringan kelenjar getah bening yang terdapat di ketiak. Selain itu metode masektomi ini sendiri juga memiliki perawatan yang lebih cepat. Pasien tak membutuhkan waktu rawat inap yang terlalu lama, meskipun begitu masih ada beberapa alat yang dimasukkan kedalam tubuh pasien. Pemasukan alat ini sendiri bertujuan untuk menyerap cairan yang ada di bawah kulit.

  1. Masektomi Radikal Modifikasi

Metode ini sendiri merupakan metode operasi yang mengangkat payudara secara menyeluruh serta mengangkat juga kelenjar getah bening yang terdapat di ketiak pasien.

  1. Masektomi Radikal

Metode ini sendiri juga sering disebut sebagai measektomi halsted. Metode ini sendiri merupakan sebuah metode yang akan meninggalkan cacat yang cukup parah pada pasien. Maka dari itu operasi masektomi radikal sendiri sangat jarang diberikan pada pasien, kecuali dengan pertimbangan khusus.

  1. Masektomi nipple-sparing

Sesuai dengan namanya, maka masektomi jenis ini hanya mengangkat jaringan payudara pada pasien. Namun, menyisakan bagian puting dan areola.

  1. Masektomi skin-sparing

Masektomi skin-sparing merupakan salah satu jenis masektomi yang paling modern dari semua tekhnik masektomi yang ada. Pada teknik ini sendiri dokter hanya menggunakan sebuah sayatan yang tak terlalu besar pada area areola. Melalui sayatan inilah operasi akan berlangsung. Selain itu operasi ini juga akan menyisakan area kulit yang lebih banyak, daripada jenis operasi yang lain.

  1. Masektomi profilaksis

Metode masektomi ini tidak bertujuan untuk mengobati, namun bertujuan untuk mencegah terjadinya kemungkinan kanker payudara pada pasien. Masektomi profilaksis sendiri kini mulai banyak dilakukan oleh mereka yang merasa khawatir dengan keberadaan kanker payudara itu sendiri.

Bagaimanapun juga metode yang dilakukan dalam pengobatan kanker payudara, akan sangat lebih baik jika kita dapat mencegahnya sejak dini. Keberadaan kanker payudara sendiri memang sangat berbahaya bagi perempuan. Selain itu wanita juga harus belajar bagaimana cara mendeteksi kanker payudara agar dapat membuatnya sadar sejak awal

Efek Samping Masektomi

Sebagaimana tindakan medis yang lain yang ada di dunia kesehatan, maka tindakan masektomi sendiri juga memiliki beberapa resiko dan efek samping yang bisa saja muncul. Beberapa resiko dan efek samping yang bisa saja muncul adalah

  • Tanda-tanda infeksi, termasuk demam dan menggigil;
  • Kemerahan, busung, tumbuh nyeri, perdarahan atau keluarnya cairan dari sayatan;
  • Batuk, sesak napas, sakit dada, penumonia;
  • Mual dan / atau muntah, yang tidak hilang setelah mengambil obat yang diresepkan, dan bertahan selama lebih dari dua hari setelah pulang dari rumah sakit;
  • Kemerahan, demam, pembengkakan, pembatas, atau perasaan kekerasan di lengan atau tangan di sisi tubuh, dimana kelenjar getah bening yang dihapus;
  • Pembengkakan dan / atau nyeri di kaki;
  • Gejala mengkhawatirkan lainnya;
  • Perubahan jaringan di lokasi mastektomi;
  • Kekerasan, perubahan kulit atau puting payudara yang tersisa;
  • Depresi

Selain karena faktor genetik, kanker payudara sendiri juga dapat muncul pada mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga yang terserang kanker payudara. Hal ini sendiri sendiri sangat berhubungan erat dengan kondisi dan pola hidup dari pasien itu sendiri. Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab khusus munculnya kanker payudara, seperti

  • Kegemukan/kelebihan berat badan;
  • Pola makan yang buruk;
  • Merokok;
  • Penyakit konvensional atau kronis;
  • Penggunaan obat-obatan tertentu atau suplemen makanan.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk dapat mengurangi terjadinya efek samping setelah pelaksanaan operasi masektomi, seperti

  • Mendapatkan suntikan di sisi lengan yang bukan area operasi
  • Menggunakan sarung tangan pelindung saat membersihkan rumah, berkebun, dan mencuci piring
  • Menggunakan pencukur elektrik untuk menghindari luka sayat
  • Menggunakan tabir surya untuk menghindari terbakar
  • Memakai pakaian longgar dan tidak memakai perhiasan
  • Menghindari alkohol
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan

Itu tadi beberapa hal yang berhubungan dengan masektomi yang harus kalian ketahui. Kanker payudara merupakan sebuah hal yang menakutkan bagi seorang wanita. Namun, jika kita tau dan mengerti bagaimana cara mengatur pola hidup untuk menghindari penyakit tersebut maka perempuan dapat semakin memperkecil kemungkinan timbulnya kanker payudara pada dirinya sendiri. Semoga informasi tadi bermanfaat.