Hemisferektomi – Pengertian – Metode – Tindakan – Efek Samping

444

Manusia adalah makhluk berakal dan berpikiran, jika kita berbicara mengenai akal dan pikiran maka yang akan terlintas adalah keberadaan dari otak itu sendiri. otak memang merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. organ yang satu bisa dikatakan merupakan sebuah pusat pengelola semua informasi yang masuk kedalam tubuh kita. Informasi yang masuk itu sendiri dapat memiliki berbagai macam bentuk dan saluran. Dapat saja informasi tersebut berupa suara, bau, gambar, atau rangsangan sesuatu seperti rasa sakit, perih dan sebagainya. Setiap informasi yang masuk kedalam tubuh manusia akan diolah terlebih dahulu melalui otak. Setelah diolah terlebih dahulu maka barulah otak akan memberikan  respon yang sesuai dengan rangsangan yang kita terima. Kegiatan ini sendiri berlangsung dalam hitungan detik dan sangat cepat. Perintah respon tersebut oleh otak akan diteruskan melaui jaringan syaraf yang tersebar keseluruh bagian tubuh kita.

Jika ada keterlambatan penyampaian respon , berarti ada sesuatu yang tidak beres pada sistem tersebut. otak sendiri meskipun merupakan organ yang terlindung di dalam tengkorak manusia, bukan berarti todak rentan terhadap gangguan dan penyakit. organ otak sendiri merupakan sebuah organ yang sangat rentan terhadap gangguan dan penyakit yang berbahaya. Bahkan kita mengenal beberapa tindakan operasi seperti kraniektomi dan kraniotomi yang berusaha untuk mengobati penyakit yang terdapat pada otak itu sendiri.

Otak sendiri merupakan sebuah organ yang sangat rentan terhadap penyakit. Karena itu jika otak mengalami sebuah kelainan maka akan cepat diambil tindakan pencegahan untuk mengatasi kondisi tersebut. tindakan pencegahan dan pengobatan itu sendiri terdiri dari berbagai macam. setiap tindakan memiliki resiko dan keuntungannnya sendiri-sendiri. Namun, yang dapat dipastikan adalah pembedahan di area otak merupakan salah satu alangkah yang bisa dikatakan cukup berbahaya. Jika terjadi sedikit saja kesalahan maka akibat yang ditimbulkan bisa sangat berbahaya. Bisa saja akan timbul penyakit lain yang justru membuat keadaan pasien mengkhawatirkan. Salah saat tindakan operasi yang dilakukan pada otak adalah Hemisferektomi. Tak banyak yang mengetahui tindakan operasi ini, mungkin ada yang tau namun dengan nama berbeda. Kali ini kita akan membahas mengenai hal-hal yang berhubungan dengan tindakan medis ini. beberapa hal yang perlu kalian ketahui adalah.

Apa Itu Hemisferektomi

Hemisferektomi merupakan salah satu dari beberapa tindakan pembedahan yang dilakukan pada bagian otak. Hemisferektomi sendiri merupakan tindakan pembedahan yang berhubungan dengan pengangkatan cerebrum atau otak tengah manusia. cerebrum sendiri merupakan bagian otak yang terbesar. Bagian ini sendiri terdiri dari dua bagian yang bisa kita lihat dengan adanya sebuah garis yang memisahkan kedua bagian tersebut. cerebrum adalah bagian otak yang bertugas untuk kegiatan fisiologis, emosional dan kejiwaan yang berbeda.  Kedua bagian cerebrum sendiri sendiri memiliki tugas yang sangat berbeda satu sama lain, meskipun masih saling berkaitan.

Tindakan operasi ini sendiri bisa dilakukan dengan pengangkatan sebagai dari otak manusia. selain dilakukan pengangkatan melalui operasi ini juga bisa menonaktifkan otak yang mengalami gangguan. Operasi hemisferektomi ini sendiri adalah sebuah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengobati pasien yang terkena penyakit epilepsi atau ayan. Metode penonaktifan bagian otak yang rusak ini sendiri dapat sedikit banyak mengurangi penyebaran sumber dari penyakit ayan ke bagian otak yang lain. Jika memang tidak dilakukan pencegahan seperti itu, maka sumber penyakit tersebut akan tersebar dan dapat menimbulkan efek yang lebih besar dan lebih berbahaya pada pasien.

Dalam melakukan operasi hemisferektomi sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yang umum dilakukan. Metode tersebut adalah

  • Metode Anatomik

Operasi yang menggunakan metode ini bisa dikatakan merupakan sebuah metode operasi yang cukup radikal. Hal ini dikarenakan operasi dengan metode ini dilakukan dengan pengangkatan sebagian hemisfer yang di diagnosa menjadi penyebab kejang.

  • Metode Fungsional

Metode operasi ini sendiri bisa dikatakan merupakan sebuah modifikasi dari metode hemisferektomi anatomi. Metode operasi yang satu ini dilakukan dengan cara pemutusan bagian otak yang telah di diagnosa menjadi penyebab kejang pada pasien. Setelah dilakukan pemutusan maka bagian otak tertentu akan diangkat. Operasi ini sendiri biasanya hanya dilakukan pada pasien yang berumur 13 tahun ke bawah.

Kapan Operasi Hemisferektomi dibutuhkan

Tindakan operasi hemisferektomi yang mengakibatkan dilakukannya pengangkatan sebagian dari otak hanyalah sebuah tindakan alternatif. Tindakan operasi sendiri baru akan dilakukan jika pasien tidak menunjukan tanda-tanda kemajuan. Tanda ini biasanya dapat dilihat dengan berkurangnya frekuensi kejang pada pasien. Pada pasien yang tidak mendapatkan penanganan secara baik bisanya tingkat kejang dalam sehari akan terjadi cukup sering. Dalam beberapa kasus pasien yang mengalami kejang mendadak dapat membahayakan nyawa pasien itu sendiri. Hal ini dikarenakan kejang yang muncul terjadi secara mendadak dan tidak ada tanda-tanda sebelumnya.  Munculnya kejang secara mendadak ini sendiri bagi para pasien juga dapat menyebabkan beban psikologis yang dapat berujung pada stres dan depresi yang cukup berbahaya. 

Selain dapat digunakan untuk mengatasi masalah kejang yang muncul setelah dalam jangka waktu pengobatan tertentu, tindakan operasi ini sendiri dapat digunakan untuk mengatasi kondisi medis yang lain, seperti

  • Hemimegaloencephaly

Suatu kondisi medis yang dapat ditunjukkan dengan pertumbuhan salah satu bagian otak yang terlalu cepat dari bagian yang lain. Pertumbuhan yang abnormal ini sendiri dapat memicu terjadinya penghimpitan pada bagian otak yang tumbuh secara normal.

  • Ensefalitis Rasmussen

Penyakit ini sendiri juga disebut dengan sindrom Sturge-Weber. Sebuah sindrom yang bisa dikatakan cukup langka dan dapat menyebabkan kerusakan pada hemisfer.

Prosedur operasi ini sendiri sangat diharapkan dapat memberikan efek positif pada mereka yang mengidap penyakit epilepsi serta beberapa penyakit lain yang saling berkaitan satu sama lain. Operasi hemisferektomi ini sendiri memiliki kemungkinan yang lebih baik pada pasien yang masih berumur dibawah 1 tahun. Hal ini dikarenakan pada pasien pada umur tersebut maka bagian otak yang tertinggal masih mungkin untuk dapat berkembang dan menggantikan fungsi hemisfer yang telah diangkat.  Pada anak-anak yang memiliki umur semakin muda saat menjalani tindakan operasi ini maka kemungkinan besar akan memiliki tingkat hidup yang lebih baik. Hal ini dikarenakan fungsi kognitif anak masih akan dapat kembali lagi seiring dengan perkembangan dari anak tersebut.

Pasien yang telah mengalami tindakan operasi hemisferektomi ini sendiri biasanya akan menginap di rumah sakit terlebih dahulu. Ha ini bertujuan untuk dapat lebih bisa melihat perkembangan pasien setelah operasi berlangsung. Selain itu dengan tinggal di rumah sakit maka pasien akan melalakukan beberapa rehabilitasi untuk memulihkan kondisi fisiologis dan kondisi kejiwaan. Efek yang dapat muncul pada pasien setelah menjalani operasi ini biasanya akan sangat berbeda-beda, hal ini akan tergantung pada tingkat kedewasaan dari pasien itu sendiri. pada mereka yang lebih dewasa biasanya akan mengalami kesulitan dalam menentukan suatu keputusan.

Bagaimana Hemisferektomi Dilakukan

Langkah awal adalah dokter akan memastikan kondisi kesehatan pasien, serta mematikan bahwa pasien tidak memiliki alergi terhadap kandungan yang ada dalam anastesi. Setelah kedua hal tersebut dipastikan maka dokter akan melakukan anastesi total pada pasien. Setelah itu dokter akan membersihkan setiap rambut, kulit dan daging sampai tulang tengkorak terlihat. Setelah tulang tengkorak terlihat maka dokter akan melanjutkan operasi kraniotomi, tindakan operasi yang digunakan untuk membuat lubang pada tengkorak pasien. setelah dibuat lubang dan diangkat flap tengkorak maka langkah selanjutnya adalah dokter akan membuat tanda dimana lokasi hemisfer yang akan di angkat. Tindakan penandaan ini sendiri biasanya dilakukan dengan menggunakan bantuan alat tertentu, seperti elektroda subdural atau satelit elektrik. Pada  tindakan yang cukup ekstrim terkadang pasien yang menjalani operasi ini masih dalam keadaan sadar. Pasien yang berada dalam keadaan sadar ini sendiri dapat menunjukan pada dokter bagian otak yang mempengaruhi fungsi lain dari tubuhnya. Seperti penglihatan, pendengaran, penciuman, dan perasa serta beberapa fungsi yang lain. Setelah dapat dipastikan bagian otak yang menjadi sumber kejang maka dokter akan mengangkat bagian tersebut. Setelah operasi selesai maka bagian selaput otak akan dijahit kembali dan flap tulang akan dikembalikan pada kondisinya seperti semula.

Tindakan Operasi lain untuk menangani Epilepsi

Tindakan operasi hemisferektomi sendiri pada dasarnya bukanlah satu-satunya tindakan medis yang digunakan untuk dapat mengatasi penyakit epilepsi. Selain operasi hemisferektomi sendiri masih ada beberapa tindakan medis lain yang bisa digunakan seperti.

  1. Reseksi Lobus

Cerebrum sendiri dapat dibagi menjadi empat bagian utama yang sangat penting yaitu frontal, pareital, temporal, oksipital. Penyakit epilepsi lobus temporal merupakan salah satu gejala epilepsi yang paling umum terjadi dan paling sering ditemukan. Operasi reseksi lobus temporal ini sendiri dilakukan dengan cara melakukan pengangkatan pada bagian depan dan tengah lobus temporal. Hal ini dikarenakan kedua bagian tersebut adalah bagian yang paling sering terkena gejala epilepsi

  1. Lesionektomi

Tindakan ini sendiri dilakukan dengan melakukan pengangkatan pada suatu lesi yang terdapat pada otak. Lesi ini sendiri bisa berbentuk tumor atau kanker yang menyerang bagian otak dan menyebabkan timbulnya gejala kejang.

  1. Korpus kalosotomi

Korpus kalosom merupakan sebuah bagian pada otak yang terdiri dari serabut jaringan saraf. Jaringan saraf ini sendiri menghubungkan kedua hemisfer. Pada tindakan operasi ini sendiri dilakukan dengan cara pemutusan jaringan saraf tersebut. pemutusan ini sendiri menyebabkan impuls listrik yang menyebabkan kejang tidak tersebar. Metode operasi ini sendiri dilakukan pada penderita yang mengalami gangguan kejang yang tidak terkontrol.

  1. Transeksi Subial Multipel

Metode operasi ini biasanya dilakukan jika penyebab epilepsi terdapat pada bagian otak yang tidak dapat diangkat. Jika hal tersebut terjadi maka dokter akan membuat sebuah sayatan dangkal untuk memutuskan jaringan saraf yang ada. Pemutusan ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan seminimal mungkin diusahakan untuk tidak menimbulkan gangguan pada kerja otak.

Efek Samping operasi Hemisferektomi

Sama dengan tindakan medis yang lain, tindakan medis ini sendiri juga tak lepas dari kemungkinan munculnya efek samping. Beberapa efek samping yang bisa saja muncul adalah

  1. Pendarahan
  2. Stroke
  3. Meningitis
  4. Pembengkakan otak
  5. Kebocoran cairan otak
  6. Peningkatan tekanan otak
  7. Penglihatan ganda
  8. Efek psikologis
  9. Stres
  10. Kerusakan saraf

Itu tadi beberapa informasi mengenai hemisferektomi yang bisa kalian ketahui. Tindakan operasi ini sendiri bukanlah sebuah tindakan utama untuk mengatasi kejang pada epilepsi. Tindakan operasi ini merupakan tindakan alternatif pada pengobatan epilepsi. Semoga informasi tadi bermanfaat.