Home ReviewTindakan Medis Coronectomi – Pengertian – Tindakan – Metode – Efek Samping

Coronectomi – Pengertian – Tindakan – Metode – Efek Samping

by Dony dwi prasetya

Tubuh manusia merupakan sebuah sistem yang sangat kompleks. Sistem yang bekerja dengan setiap hal terhitung dan dihitung dengan baik. Namun, meskipun bisa dikatakan kita memiliki sistem yang sangat baik, bukan tak mungkin tubuh kita akan mengalami serangan-serangan penyakit tertentu. Penyakit yang menyerang manusia sendiri banyak sekali penyebab dan efeknya. Beberapa penyakit ada berasal dari luar tubuh manusia namun ada juga penyakit yang memang datang dari dalam tubuh manusia itu sendiri. Setiap penyakit tersebut memiliki efek yang berbeda-beda tergantung dari jenis penyebab dari penyakit tersebut.

Terkadang penyakit ini sendiri bisa saja menyerang organ yang bisa dikatakan tidak mungkin terserang penyakit, dikarenakan fungsi dari organ itu sendiri masih belum diketahui dengan pasti. Setiap organ dan jaringan yang terdapat dalam tubuh manusia memang saling mempengaruhi satu sama lain. setiap organ tersebut akan berhubungan dan membentuk sebuah sistem tertentu yang terdapat di dalam tubuh manusia. salah satunya adalah sistem pencernaan.

Sistem pencernaan adalah salah satu sistem yang cukup penting, setelah sistem darah dan sistem saraf. Bahkan bisa dikatakan bahwa energi yang berada dan berputar di dalam tubuh ini sendiri dibuat di dalam sistem pencernaan ini sendiri. Sistem pencernaan ini sendiri tak hanya terbatas pada pencernaan dan penyerapan setiap zat mineral dan vitamin yang ada di dalam makanan saja. Namun, sistem pencernaan ini sendiri juga bertugas untuk menyerap dan mengolah racun yang masuk kedalam tubuh manusia. Organ dalam sistem pencernaan yang bertugas dalam hal ini adalah hati dan pankreas. Kedua organ tersebut memiliki tugas untuk mencerna dan mengolah racun yang masuk kedalam tubuh manusia.  Pada dasarnya setiap organ yang terdapat dalam sistem pencernaan ini memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing. Jika keberadaan dan fungsi dari bagian sistem ini terganggun, maka akan dapat mengganggu kinerja sistem secara keseluruhan.

Sistem pencernaan sendiri secara keseluruhan tak hanya berpusat dan berkutat pada organ dan jaringan yang ada di bagian perut saja. Pada dasarnya mulut sendiri merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan yang sangat penting. Mulut bertugas sebagai tempat masuk dan penghancuran makanan sebelum mengalami pengolahan dalam sistem pencernaan. Melihat fungsinya yang sangat penting maka, kegiatan penjagaan kondisi dari mulut memang sangat penting. Salah satu bagian yang cukup penting bagi keberadaan mulut adalah gigi. Bagian ini merupakan salah satu bagian yang berperan dalam penghancuran makanan yang masuk kedalam tubuh.

Dengan fungsinya yang cukup penting, maka tak jarang terkadang gigi juga mengalami kerusakan dan gangguan yang cukup serius. Gangguan dan kelainan yang dialami oleh gigi dapat diatasi dengan berbagai tindakan medis yang ada. Salah satunya adalah melalui tindakan operasi yang disebut dengan  Coronectomy. Bagi mereka yang memang memperdalam mengenai keilmuan yang berhubungan dengan gigi dan mulut maka tindakan yang satu ini bukanlah hal yang asing lagi. Ada beberapa hal yang harus kalian pahami terlebih dahulu mengenai tindakan yang satu ini, seperti

Apa Itu Coronectomi ?

Mulut sebagai salah satu bagian dari organ pencernaan memang harus diperhatikan dengan baik. Kondisi kesehatan gigi dan mulut memang tak bisa kita abaikan begitu saja. jika bagian ini mengalami gangguan yang cukup serius, maka akan mempengaruhi kinerja yang ada pada organ pencernaan. Gangguan atau kelainan yang terdapat pada bagian mulut sendiri bisa berasal dari berbagai hal. Ada gangguan yang memang disebabkan oleh infeksi bakteri ada juga gangguan yang berasal dari dalam tubuh manusia itu sendiri.

Gangguan yang berasal dari dalam tubuh manusia ini sendiri biasanya berupa kelainan pertumbuhan gigi. Jika ditemukan kelainan seperti ini, maka tindakan yang paling tepat adalah segera melakukan tindakan pemeriksaan ke dokter yang berkompeten, yaitu dokter gigi. Namun, tak jarang terkadang gangguan yang terjadi di dalam organ mulut merupakan hasil atau efek samping, dari pola hidup yang kurang sehat dan kurang baik.

Coronectomi merupakan salah satu jenis tindakan medis yang dilaksanakan untuk mengatasi masalah pada area mulut. Secara garis besar tindakan operasi ini sendiri bisa dikategorikan sebagai salah satu bagian dari bedah digestif. Tindakan coronectomi ini sendiri lebih terfokus pada area gigi, terutama pada bagian gigi geraham. Kita pasti mengenal dan akrab dengan yang namanya kelainan yang disebut dengan wisdom teeth. Kelainan ini merupakan salah satu bentuk kelainan yang menyerang pada area gigi. Terutama pada area gigi geraham terakhir yang berada di bagian paling belakang.

Kelainan pertumbuhan ini disebabkan karena area pertumbuhan dari gigi geraham ini tidak terlalu mencukupi. Sehingga terkadang perkembangannya menjadi miring dan menekan gigi geraham yang berada di depannya. Pada beberapa kasus, pasien yang mengalami kelainan wisdom teeth atau gigi bungsu ini sendiri akan merasakan rasa sakit yang cukup mengganggu saat kambuh. Sebagai salah satu jenis penyakit gigi dan mulut yang cukup sering menyerang banyak sekali pasien. Bagi mereka yang tidak mengalami tindakan operasi ini, biasanya akan sangat tergantung pada konsumsi obat-obatan penghilang rasa sakit.

Bagi mereka yang mengalami masalah dengan bagian gigi geraham maka akan mendapatkan rekomendasi dari dokter yang bersangkutan untuk melaksanakan tindakan operasi ini. Selain itu melalui tindakan ini sendiri banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh pasien jika dibandingkan dengan tindakan operasi biasanya yang banyak dilakukan. Perbedaan dari operasi ini dengan operasi normal yang banyak dilakukan adalah metode dan hasil akhir yang di dapatkan. Selain itu tujuan dari pelaksanaan operasi ini juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Kapan Coronectomi Diperlukan ?

Tindakan coronectomi sendiri pada dasarnya tidak dapat begitu saja dilakukan pada pasien. Tindakan coronectomi sendiri baru akan dilakukan jika memang pasien tidak dapat melakukan tindakan operasi secara normal. Pada keadaan normal maka pasien akan melakukan operasi berupa pengangkatan secara langsung seluruh bagian dari wisdom teeth tersebut. Namun, jika setelah melalui pemeriksaan secara menyeluruh dan dokter menemukan adanya resiko berbahaya maka barulah coronectomi menjadi salah satu jalan yang bisa ditempuh dan dilakukan pada pasien tersebut. Secara garis besar tindakan operasi merupakan tindakan operasi penyelamatan dari kemungkinan kerusakan yang jauh lebih berbahaya.

Pada operasi normal maka wisdom teeth tersebut akan diangkat secara menyeluruh sampai ke akar gigi. Namun, hal ini lah yang menjadi berbahaya karena posisi dari akar wisdom teeth yang cukup riskan. Akar gigi wisdom teeth ini sendiri sangat berdekatan dengan salah satu cabang sistem saraf yang sangat penting. Akar dari wisdom teeth biasanya akan sangat berdekatan dan dikelilingi oleh Linual Nerve atau Inferior Alveolar Nerve, kedua saraf inilah yang memberikan rasa pada bagian lidah, bibir dan dagu. Jika terjadi kerusakan pada kedua saraf tersebut maka kita akan berakibat mati rasa dan terganggunya kinerja pada ketiga bagian tersebut.

Bisanya dokter akan memberikan saran untuk melakukan tindakan coronectomi setelah melihat hasil pemeriksaan pada gigi pasien. Jika ditemukan spot hitam pada bagian akar gigi, maka dokter bisanya akan melakukan tindakan operasi coronectomi.

Tindakan Sebelum Operasi

Tindakan yang umum dilakukan sebelum operasi adalah tindakan pemeriksaan dan konsultasi terlebih dahulu. Sebelum menjalani tindakan operasi secara penuh maka pasien akan diminta untuk menerangkan kondisinya secara menyeluruh meliputi berbagai riwayat kesehatan yang ada. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi bagi dokter dalam penentuan cara penanganan yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan dari pasien tersebut. Selain itu selama tindakan konsultasi berlangsung, dokter akan menjelaskan prosedur yang dilakukan selama operasi berlangsung. Segala informasi mengenai keuntungan dan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi akan diberikan kepada pasien. Hal ini merupakan hak yang harus didapatkan oleh pasien dan kewajiban yang harus dilakukan oleh dokter.

Selain menjalani tindakan konsultasi, biasanya dokter juga akan melakukan tindakan pemeriksaan terhadap bagian gigi pasien. Tindakan pemeriksaan yang ada pada dasarnya sangat sederhana. Tindakan ini hanya berupa tindakan pelaksanaan rontgen atau CT Scan untuk melihat kondisi dari wisdom teeth pasien.

Metode Operasi

Pada pelaksanaan operasi sendiri biasanya dokter akan memberikan suntikan anastesi lokal. Karena itu saat tindakan konsultasi berlangsung dokter akan menanyakan mengenai ada tidaknya gejala alergi pada pasien. dalam pelaksanaan tindakan operasi ini sendiri seorang dokter harus benar-benar memperhatikan keadaan dari wisdom teeth itu sendiri. Setelah pemberian anastesi pada bagian wisdom teeth tersebut, maka dokter akan memberikan sayatan pada bagian daging dimana gigi tersebut berada. sayatan tersebut akan memiliki kedalaman beberapa milimeter sampai akhirnya bagian mahkota gigi dapat terlihat dengan jelas.

Setelah bagian mahkota gigi tersebut terlihat dengan jelas, maka tindakan selanjutnya yang akan dilakukan oleh dokter akan pengeboran dan penghilangan enamel. Bagian mahkota gigi akan dipisahkan dari bagian akan gigi. Saat pelaksanaan ini, dokter harus berhati-hati agar tidak menyebabkan pergerakan pada bagian gigi tersebut. setelah mahkota gigi tersebut dapat terpisah secara sempurna dengan akar gigi, maka dokter akan menghilangkan sisa enamel yang ada. Sisa akar gigi yang ada akan dibiarkan beberapa milimeter dari sistem saraf yang ada. Tindakan ini, merupakan salah satu tindakan yang cukup aman untuk dilakukan.

Namun, tidak semua pasien dapat melaksanakan tindakan operasi coronectomi ini sendiri. Ada beberapa kondisi khusus yang menyebabkan seorang pasien tidak dapat menjalani tindakan operasi ini, seperti

  1. Gigi geraham ternyata sangat mudah bergerak saat tindakan operasi dilakukan
  2. Pasien menjalani pengobatan lain yang dapat mempengaruhi kecepatan penyembuhan, seperti radioterapi maupun kemoterapi.
  3. Posisi gigi yang ada ternyata sangat berbahaya. Salah satunya adalah posisi gigi yang sejajar dengan sistem saraf.

Tindakan Pasca Operasi

Setelah menjalani tindakan yang ada biasanya dokter akan memberikan beberapa instruksi yang harus dilakukan oleh pasien. Selain itu dokter juga akan memberikan beberapa jenis antibiotik yang dapat dikonsumsi oleh pasien secara rutin. Hal yang paling penting untuk dilakukan adalah jangan lupa untuk melakukan konsultasi secara rutin dengan dokter, jika kita menemukan beberapa keanehan pada bagian operasi. Hal ini dikarenakan terkadang dalam beberapa waktu akar gigi yang ada, akan pecah dan diharuskan untuk menjalani tindakan operasi yang kedua.

Efek Samping

Meskipun terkesan seederhana, namun tindakan operasi ini sendiri tetap saja memiliki beberapa jenis efek samping. Beberapa efek samping yang bisa saja muncul adalah

  • Alergi
  • Rasa sakit
  • Nyeri
  • Mati rasa
  • Pembengkakan
  • Pendarahan
  • Kerusakan saraf
  • Tindakan operasi lanjutan

Itu tadi beberapa hal yang bisa kalian ketahui mengena tindakan coronectomi. Tindakan ini memang merupakan salah satu tindakan alternatif yang bisa diambil, jika memang tindakan operasi konvensional pengangkatan gigi memiliki resiko. Namun, pada dasarnya tindakan coronectomi ini sendiri juga memiliki resikonya sendiri yang juga harus kita perhatikan dengan baik. Untuk tindakan yang lebih baik, maka sebaiknya kita melakukan konsultasi dengan dokter gigi. Semoga informasi tadi bermanfaat.

You may also like