Home Penyakit dan KelainanSirosis Hati 6 Penyebab Pengerasan Hati – Gejala dan Pencegahan

6 Penyebab Pengerasan Hati – Gejala dan Pencegahan

by rudiregz

Dalam istilah medis, organ tubuh berupa hati disebut Hepar atau Liver. Hepar atau hati mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari zat-zat yang bersifat merusak bagi tubuh atau racun (toksik). Selain itu, hati mempunyai fungsi mengubah bentuk gula cadangan untuk digunakan tubuh, metabolisme lemak, serta berperan dalam proses pembekuan darah. (Baca juga: Ciri-ciri hati bengkak)

Pengerasan hati (Sirosis Hepatis)

Penyakit pengerasan hati memiliki nama medis yaitu Sirosis Hepatis. Keadaan ini dikarenakan terjadinya perubahan sel-sel normal hati menjadi jaringan parut. Proses terbentuknya jaringan parut disebut Fibrosis. Jika kejadian terbentuknya fibrosis terus berlansung hingga terjadi perubahan seluruh sel hati, maka terjadilah sirosis dimana hati mengeras dan mengecil. Sirosi hepar atau pengerasan hati adalah stadium akhir penyakit hati.  (Baca juga: Sirosis hati)

Penyebab pengerasan hati

Secara umum, penyebab pengerasan hati karena penggunaan alkohol dan akibat infeksi. Namun ternyata ada penyebab lain yang juga berperan terhadap terjadinya pengerasan hati. (Baca juga: Bahaya penyakit liver)

1. Alkohol

Fungsi hati adalah memetabolisme lemak termasuk alkohol. Dalam keadaan normal, hal ini masih mampu ditolerir oleh hati. Tetapi dalam jumlah yang banyak, hal tersebut membebani kerja hati sehingga merusak sel hati.

2. Kegemukan

Kegemukan dikatakan penyebab pengerasan hati yang bersifat non-alkohol. Namun, proses terjadinya pengerasan hati kurang lebih mirip dengan alkohol. Pada kegemukan, lemak yang berlebihan juga membuat hati bekerja keras hingga melewati batas dan merusak hati. (Baca juga: Lemak di hati)

3. Penyumbatan saluran empedu

Terjadinya penyumbatan saluran empedu akibat batu empedu ternyata membuat aliran darah di hati menjadi terhambat. Peredaran darah yang tidak lancar menyebabkan sel-sel hati menjadi rusak dan mati. Ketika terjadi proses regenerasi, sel-sel hati bukannya kembali normal seperti semula, melainkan menjadi jaringan parut. (Baca juga: Akibat kelebihan bilirubin)

4. Infeksi virus hepatitis B dan Hepatitis C

Infeksi virus hepatitis dalam waktu lama akan merusak fungsi sel-sel hati. Pada awalnya penderita masih mengalami penyakit hepatitis dan fungsi sel-sel hati belum sepenuhnya rusak seperti pada pengerasan hati. Namun diduga akibat infeksi pada sel hati, maka terjadi proses radang. Sel-sel hati yang terinfeksi akan dimatikan dan diganti sel baru. Sayangnya akibat infeksi terjadi perubahan sel, sehingga proses pemulihan sel tidak kembali seperti semula. Akibatnya banyak sel hati mengalami fibrosis. (Baca juga: Ciri-ciri liver rusak)

5. Gagal jantung

Hal ini hampir mirip dengan penyumbatan empedu. Dalam keadaang gagal jantung yang kronis, perjalanan aliran darah tubuh tidak akan lancar. Termasuk aliran darah balik yang ada di hati untuk kembali ke jantung.

Akibatnya aliran darah yang tidak lancar menyebabkan kematian sel dan berganti menjadi jaringan parut dan kehilangan funsinya. (Baca juga: Ciri-ciri fatty liver)

6. Penumpukan zat besi di hati

Ternyata kelebihan zat besi tidak baik bagi tubuh. Penumpukan zet besi pada tubuh disebut hemokromatosis.
Kelebihan zat besi akan menyebabkan zat besi tertimbun di beberapa organ tubuh termasuk hati. Penumpukan ini dalam waktu yang lama menyebabkan terjadinya kerusakan sel hati. Sel hati yang rusak kemudian berganti menjadi jaringan parut.

Gejala pengerasan hati

Pada awal terjadinya pengerasan hati, sulit untuk menyadari penyakit ini. Penyakit ini baru dapat disadari umumnya setelah terjadi pengerasan hati dalam waktu yang lama. Dalam keadaan kronis dapat dijumpai gejala berupa tubuh mudah letih dan lemah, penumpukan cairan pada perut dan kaki akibat gangguan arus balik darah yang pembuluhnya melewati hati. Nafsu makan menurun dan sering mual. Hal ini merupakan tanda yang umum bila terjadi kalainan pada hati. (Baca juga: Gejala penyakit liver – gejala sirosis hati)

Kulit tampak menguning dikarenakan pengeluaran atau pembuangan empedu tidak berjalan normal. Sehingga emedu yang harusnya terbuang melalui kotoran manusia, malah tersebar melalui pembuluh darah ke seluruh tubuh. Muntah darah, akibat percabangan pembuluh darah hati dan saluran pencernaan yang terganggu. Pengerasan hati membuat aliran darah tersebut tidak lancar dan akhirnya tertumpuk menjadi varises di esofagus. Varises ini kemudian dapat pecah, sehingga membuat pasien muntah mengeluarkan darah. (Baca juga: Gangguan fungsi hati)

Pengecilan bentuk hati dikarenakan sel-sel normal hati telah berganti menjadi jaringan parut (fibrosis). Pada saat perubahan terjadi pada seluruh sel, maka hati akan mengkerut dan permukaannya tidak akan rata. Permukaan hati akan tampak berbenjol-benjol (disebut nodul)

Pencegahan Pengerasan Hati

Berdasarkan banyak literatur, penyebab utama dan paling sering dari pengerasan hati adalah karena riwayat mengkonsumsi alkohol yang lama, riwayat penyakit hepatitis dengan infeksi dari virus hepatitis B dan infeksi dari hepatitis C. Namun penyebab lain tidak dapat dianggap remeh. (Baca juga: Cara mencegah kerusakan hati)

Berdasarkan hal itu, dapat kita lakukan pencegahan berupa:

1. Hindari alkohol

Mengubah gaya hidup dengan menghindari konsumsi alkohol. Jika tidak bisa, kurangi secara perlahan-lahan.

2. Hindari faktor terjadinya infeksi dari virus hepatitis

Penyebaran virus hepatitis dapat terjadi seperti penggunaan suntik berulang, seks bebas, atau terkena cairan tubuh langsung dari penderita hepatitis (misalnya donor).

3. Vaksin hepatitis

Melakukan vaksin hepatitis secara bertahap dan tepat waktu. Namun dikatakan vaksin hepatitis B masih belum ada. vaksin hanya dapat berguna ketika sebelum terinfeksi. Ketika sudah terinfeksi, vaksin tidak memberikan efek.

4. Mengurangi mengkonsumsi makanan berlemak

Hal ini dapat meringankan fungsi kerja hati, sehingga sel-sel hati terhindar dari kerusakan. (Baca juga: Makanan yang baik untuk ginjal dan hati)

5. Menurunkan berat badan bagi orang gemuk.

Hal ini bertujuan mengendalikan lemak dalam tubuh pada orang yanng terlanjur gemuk

6. Zat besi secukupnya

Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi secukupnya, dan jangan sering menggunakan suplemen zat besi bila tidak perlu. (Baca juga: Makanan untuk menyehatkan fungsi hati)

7. Hindari terjadi penyakit jantung

Menghindari faktor terjadinya penyakit jantung. Termasuk orang dengan riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Jika memiliki penyakit jantung, segera melakukan perawatan medis untuk mencegah komplikasi.

8. Tangani batu empedu

Orang yang memiliki riwayat penyakit batu empedu sebaiknya melakukan kontrol dan mencegah baliknya batu empedu. (Baca juga: Makanan sehat untuk penderita batu empedu)

You may also like