Home Penyakit dan KelainanKram 13 Gejala Kram Perut dan Cara Mengatasinya

13 Gejala Kram Perut dan Cara Mengatasinya

by Erlita

Kram perut biasanya memang dialami oleh para wanita karena memang para wanitalah yang merasakannya terutama saat menstruasi. Sakit perut dikarenakan kram memang sangat luar biasa nyerinya karena seperti dililit dan bahkan seolah seperti sedang diremas-remas. Lebih mengesalkannya lagi, rasa sakit akibat kram tersebut dapat muncul dan hilang sesuka hati, sebentar hilang dan sebentar datang lagi.

Ketika kram datang di bagian perut, penderitanya otomatis bakal memegangi bagian perut bahkan hingga membungkuk saking nyerinya. Ada juga yang sampai tak tahan dan berteriak kesakitan karena benar-benar menderita. Istilah medis untuk kram perut ini adalah colic abdomen di mana kram terjadi dikarenakan kontraksi otot polos di organ rongga perut.

Ada banyak organ yang ikut termasuk dalam rongga perut tersebut, seperti lambung, kandung empedu, esofagus, pankreas, ureter, ginjal, rahim, usus dan organ-organ reproduksi lainnya di tubuh wanita. Kelihatannya sepintas kram perut ini memang termasuk ringan, tapi hati-hati karena bisa menjadi tanda suatu penyakit tertentu. Lalu, gejala kram perut apa yang harus Anda tahu dan waspadai betul?

(Baca juga: penyebab kram perut bagian kiri bawah)

1. Nyeri di Perut

Kram atau kontraksi di dalam perut dapat terjadi di mana saja yang bahkan juga mampu terjadi di area tertentu seperti di perut bagian bawah. Penyebab kram perut bagian bawah ini cukup beragam dan Anda harus tahu agar dapat mewaspadai dan mencegah kondisi yang tak diharapkan.

Rasa sakit di bagian perut ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, yakni kadang timbul dan kemudian sebentar hilang begitu saja. Namun tak berapa lama kemudian, rasa kram itu akan melilit perut Anda lagi yang berpotensi lebih menyakitkan. Kalau tidak tahan, cobalah untuk mengonsumsi pereda rasa sakit lebih dulu.

2. Demam

Ada beberapa kasus kram perut yang juga disertai dengan kondisi demam. Demam ini dapat terjadi dengan suhu yang biasa dan tak terlalu mengkhawatirkan, namun pada beberapa kasus lain dapat berisiko demam tinggi. Bila suhu tubuh termasuk tinggi, terkadang penderita pun mengalami yang namanya menggigil.

(Baca juga: penyebab kram perut normal dan pada wanita hamil)

3. Dehidrasi

Kram perut juga mampu memicu timbulnya bahaya dehidrasi pada penderitanya. Hal ini dapat terjadi apabila kram perut sudah pada tahap yang serius dan disertai dengan demam. Demam merupakan salah satu penyebab timbulnya dehidrasi. Anda mengalami dehidrasi apabila mengalami kebingungan, jantung berdetak lebih cepat, sakit kepala, tubuh lemah, mulut kering, rasa dahaga yang begitu tinggi, tak bisa berkeringat, sedikitnya urin yang keluar saat buang air kecil, bahkan hingga pingsan mendadak. Dehidrasi juga dapat ditandai dengan warna urin yang kuning pekat di mana ini menjadi bahaya akibat kurang minum air putih dalam aktivitas sehari-hari Anda.

4. Rasa Sakit Perut Selama Berjam-jam

Bila sebelumnya dikatakan rasa sakit akibat kram dapat hilang dan muncul sebentar-sebentar, pada beberapa kasus lain agak berbeda. Rasa sakit atau nyeri yang diakibatkan kontraksi otot mampu bertahan selama berjam-jam. Hal ini tak kalah menyiksa karena selama beberapa jam penderita akan merasakan kesakitan yang hebat di bagian perut.

(Baca juga: penyebab kram perut)

5. Makanan di dalam Perut Tak Bisa Turun

Saat kram perut hebat terjadi, makanan yang masuk ke dalam tubuh penderita kram akan sulit untuk turun. Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna makanan ini biasanya terjadi selama 2 hari atau lebih. Hal tersebut bakal otomatis membuat penderita makin tak nyaman karena perut akan terasa penuh ditambah dengan kram yang muncul secara berulang.

6. Konstipasi

Sulit buang air besar atau sembelit pun dapat terjadi sebagai gejala dari kram perut yang sudah pada tahap parah. Ketidakmampuan untuk buang air besar ini berpotensi dialami penderita terutama apabila disertai juga dengan muntah-muntah. Jika sudah demikian, jangan ragu lagi untuk ke dokter memeriksakan diri dan memperoleh diagnosa serta penanganan medis.

(Baca juga: perut terasa penuh)

7. Sakit saat Buang Air Kecil

Ada berbagai faktor yang menjadi penyebab sakit pada saat buang air kecil dan salah satunya bisa jadi adalah kram hebat yang kemungkinan besar menjadi sebuah awal penyakit kronis tertentu. Rasa sakit yang muncul ketika berkemih bisa jadi adalah gejala radang panggul atau infeksi kandung kemih maupun jenis penyakit reproduksi lainnya. Namun kram perut pun mampu menimbulkan masalah ini sehingga Anda sebaiknya memang menemui dokter supaya kram tersebut bisa diatasi secara lebih tepat ketimbang Anda abaikan dan menjadi makin parah.

8. Lebih Sering Buang Air Kecil

Kram perut bisa juga menyebabkan perubahan frekuensi buang air kecil. Meski tidak minum terlalu banyak, potensi Anda untuk lebih sering buang air kecil sangat besar. Ini memang bukanlah kondisi yang normal apabila Anda mengalaminya bersama dengan gejala-gejala kram perut lainnya yang disebutkan sebelumnya. Jadi, lebih pekalah dan tempuh jalur diagnosa untuk mengetahui penyebab pastinya.

(Baca juga: penyebab nyeri perut bagian bawah)

9. Perut Terasa Empuk saat Ditekan

Cobalah untuk memeriksa bagian perut Anda dengan menyentuh atau menekannya sedikit. Kondisi dari kram perut mampu membuatnya lebih empuk atau kenyal ketika Anda memegangnya. Ini akan lebih terasa berbeda ketika Anda mencoba untuk memberi tekanan sedikit di bagian perut. Jika Anda merasakan adanya hal yang tak wajar dari tanda ini, Anda wajib untuk segera ke dokter supaya memperoleh penanganan medis yang tepat.

10. Muntah Darah

Gejala kram perut yang jauh lebih serius terjadi ketika Anda mengalami muntah darah. Hal ini sudah tak bisa diremehkan lagi karena muntah darah menandakan adanya pendarahan di bagian sistem pencernaan Anda. Indikasi masalah internal di dalam tubuh Anda bisa sangat beragam dan muntah darah juga dapat ditimbulkan dari kondisi yang Anda kerap anggap sekadar kram perut.

(Baca juga: sakit perut sebelah kiri bawah)

11. Feses Disertai Darah

Satu lagi yang cukup membahayakan dan sudah saatnya untuk diperiksakan ke dokter, yaitu bila gejala kram perut seperti feses keluar bersama darah Anda alami. Ketika warna darah yang keluar bersama feses tersebut pun berwarna hitam atau merah pekat, hal ini menandakan ada gangguan serius di dalam perut Anda. Untuk memastikan di organ manakah yang sedang terganggu, silakan Anda menemui dokter.

12. Kesulitan Bernapas

Rasa sesak nafas tak hanya berkaitan dengan penyakit asma atau penyakit paru-paru lainnya. Kesulitan dalam proses bernapas juga dapat terjadi yang merupakan akibat dari kram perut. Ketika gejala seperti ini timbul, Anda pun harus tahu bahwa kondisi di dalam perut Anda kemungkinan sudah cukup serius.

13. Sakit Terus-menerus Selama Hamil

Pada wanita yang sedang hamil, rasa kram mungkin terjadi namun tak begitu intens. Anda patut memeriksakan diri ke dokter dan menerima perawatan medis saat rasa sakit akibat kram perut muncul terlalu intens alias sering selama masa kehamilan. Keadaan ini patut menjadi kekhawatiran Anda karena kalau dibiarkan bakal berpotensi mengacu pada keguguran.

(Baca juga: gangguan pencernaan pada lambung)

Cara Menangani Kram Perut

Karena kram perut dapat disebabkan oleh banyak kondisi, maka pengobatan kram perut biasanya disesuaikan dengan faktor pemicunya. Namun, secara umum penanganan ini dapat dilakukan:

  • Mengonsumsi ibuprofen atau acetaminophen yang merupakan obat penghilang rasa sakit akan sangat menolong. Obat ini bisa dibeli tanpa resep dokter tapi tak begitu disarankan untuk yang menderita penyakit hati maupun ulcus.
  • Menggunakan botol yang diisi air panas dan mengompreskannya ke area perut yang terasa kram adalah cara tradisional nan sederhana untuk dipraktikkan. Boleh juga menggunakan bantalan pemanas karena banyak orang yang memanfaatkannya juga.
  • Antasida dan obat maag juga dapat menjadi solusi apabila memang kram perut dipicu oleh gangguan pencernaan seperti asam lambung yang naik atau tukak lambung.
  • Obat antipasmodic biasanya dokter resepkan bagi yang mengalami kram perut dengan penyebab yang belum ada obatnya seperti IBS. Obat antidiare biasanya ampuh untuk membuat gejala kram perut lebih ringan.

(Baca juga: penyebab perut panas)

Demikianlah gejala kram perut yang Anda bisa ketahui dan cegah agar tak makin serius. Sebelum menjadi lebih parah dan sulit ditangani bahkan harus membutuhkan jalan operasi, segera ke dokter.

You may also like