Home Penyakit dan KelainanHemofilia 5 Ciri Ciri Hemofilia Ringan Pada Bayi dan Dewasa

5 Ciri Ciri Hemofilia Ringan Pada Bayi dan Dewasa

by Roro Dyiah

Ciri ciri hemofilia ringan pada bayi hingga orang dewasa sering diabaikan. Hemofilia merupakan suatu kondisi dimana terjadinya gangguan pada proses pembekuan darah. jadi seseorang yang mengalami hemophilia ini jika mengalami luka maka darah akan selalu keluar dan tidak ada tanda-tanda bahwa darah tersebut akan berhenti seperti pada orang normal biasanya kalaupun darah bisa membeku maka waktu yang dibutuhkan menjadi sangat lama.

Jenis-jenis Hemofilia

Saat ini terdapat beberapa jenis hemophilia namun yang paling sering ditemukan adalah jenis hemophilia A dan hemophilia B. semua jenis penyakit hemophilia ini akan membuat pendarahan menjadi parah dan berbahaya. Luka kecil yang diderita oleh orang normal mungkin bukanlah perkara besar dan akan sembuh dengan sendirinya namun hal ini tidak berlaku bagi para penderita hemophilia. Para penderita hemophilia jika menderita luka kecil saja maka bisa terjadi pendarahan yang sangat banyak dan dalam waktu panjang dan akan sangat berbahaya jika luka tersebut sangat dekat dengan daerah persendian. Jadi bagi para penderita hemophilia, luka sekecil apapun itu adalah masalah besar bagi mereka.

Penyakit hemophilia merupakan kondisi yang terjadi karena faktor genetic atau keturunan yang disebabkan oleh kelainan dari kromosom X. oleh karena itu, penyakit hemophilia ini biasanya akan diderita selama seumur hidup namun dengan melakukan perawatan yang baik dan benar resiko terjadinya pendarahan hebat dapat diminimalisisrkan. Saat ini juga banyak para penderita hemophilia yang mampu melakukan aktivitas kesehariannya denga normal dan tetap aktiv.

Penyebab Hemofilia

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa penyakit hemophilia ini adalah penyakit yang berhubungan dengan kromosom X atau karena bisa jadi faktor lain yang berkaitan dengan kelainan gen pada kode pembekuan darah. mungkin anda semua sudah tahu bahwa setiap manusia memiliki kromosom XX dan XY, dimana wanita mewarisi kromosom X dari ibu dan juga kromosom X dari ayah sedangkan pria memiliki warisan kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Nah, karena gen yang memiliki tanggung jawab pada penyakit hemophilia adalah kromosom X maka penyakit ini hanya bisa diwariskan oleh ibu ke anaknya dan tidak bisa dari ayah ke anak.

Nah uniknya lagi penyakit hemophilia A dan B lebih banyak diderita oleh anak laki-laki yang diturunkan oleh ibunya. Namun tanda-tanda dari hemophilia yang kurang begitu terlihat ini membuat banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa dirinya wewariskan gen penyakit hemophilia kepada anaknya. Selain karena faktor genetic atau keturunan yang diturunkan oleh ibu ke anaknya ada faktor lain yang mampu memunculkan penyakit hemophilia ini yaitu jika terjadi mutasi sel yang terjadi secara spontan. Jenis penyakit hemophilia lainnya yaitu jenis hemopifilia C juga bisa ditularkan dari ibu ke anak dan bisa terjadi pada baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

Ciri-ciri dan Gejala Hemofilia

Ciri ciri hemofilia sebenarnya cukup mudah ditemukan. Gejala yang akan dirasakan oleh para penderita penyakit hemophilia sendiri akan tergantung pada seberapa parahkah faktor kekurangan pada saat pembekuan darah. jika kekurangan tersebut cukup sedikit maka penderita akan mengalami pendarahan jika terkena luka namun jika kekurangan di gen tersebut cukup besar maka bisa menyebabkan pendarahan yang tanpa sebab pada penderita hemophilia.

Berikut ini adalah beberapa gejala dan ciri-ciri dari penyakit hemophilia:

1. Warna Kulit yang Kebiruan

Salah satu ciri dari penyakit hemophilia ini adalah munculnya warna kulit yang kebiruan atau yang sering disebut dengan lebam. Jika kulit mengalami lebam berarti menandakan terjadinya pendarahan di bawah kulit. Nah, orang normal yang mengalami lebam biasanya akan sembuh dalam jangka waktu yang sebentar saja namun bagi mereka para penderita hemophilia, lebam ini bisa terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama. Selain itu lebam ini juga disertai dengan beberapa kondisi seperti area lebam yang makin meluas, mengalami bengkak di sekujur tubuh, dan bengkak dengan warna yang kemerah-merahan.

2. Luka yang Sulit Kering dan Sulit Sembuh

Salah satu ciri lainnya dari penyakit hemophilia ini adalah jika terjadi luka maka akan sangat sulit sembuh dan tidak kunjung mengering. Ini merupakan gejala yang paling umum dialami oleh para penderita hemophilia. Luka yang sulit sembuh dan kering ini diakibatkan tidak adanya pembekuan di dalam darah sehingga membuat darah terus keluar.

3. Mudah Mengalami Pendarahan

Bagi orang normal mengalami luka kecil merupakan hal yang biasa saja namun bagi para penderita hemophilia jika mengalami luka maka bisa sampai menjadi pendarahan. Waktu yang dibutuhkan untuk menghentikan pendarahan ini cukup lama karena tidak ada upaya darah akan mengalami pembekuan. Bahkan pada penderita hemophilia berat bisa mengalami pendarahan dalam waktu dan kondisi yang tidak terduga atau tanpa sebab yang jelas.

4. Sakit dan Nyeri pada Sendi

Pada penderita hemophilia juga akan mengalami sakit dan nyeri pada sendi karena terjadinya pendarahan internal di dalam tubuh. para penderitanya biasanya akan merasakan rasa yang tidak nyaman dengan hal ini.

5. Mimisan

Nah, ini yang paling banyak dialami oleh para penderita hemophilia yaitu terjadi pendarahan yang keluar melalui hidung atau mimisan namun tanpa ada sebab yang jelas.

Demikian informasi mengenai penyakit hemophilia semoga bisa membantu anda semuanya. Terima kasih.

Info terkait kesehatan darah lainnya :

You may also like