Wajib Tahu 7 Mekanisme Pembekuan Darah Dalam Tubuh

√ Verified Pass quality & scientific checked by advisor, read our quality control guidelance for more info

Taukah anda, bahwa Tuhan menganugerahkan tubuh kita ini tidaklah sembarangan atau dengan kata lain setiap sel dan bagian memegang peranan yang sangat penting. Sistem yang terdapat pada tubuh kita sangatlah kompleks, hampir tidak mungkin dan sulit sekali ditiru oleh teknologi manusia saat ini. Bahkan satu sistem saja bermasalah akan berdampak pada sistem yang lain.

Mekanisme pada tubuh yang penting sekali adalah mekanisme pembekuan darah yang merupakan salah satu pertolongan pertama ketika tubuh terluka.

Mekanisme ini menghentikan luka dan darah yang mengalir melalui bantuan protein yang disebut dengan faktor pembekuan darah.

Meskipun pada beberapa kasus definisi hemofilia terdapat kelainan pada penderita yang tidak mampu membekukan darah dengan normal. Dimana penyebab utama penyakit hemofilia sendiri saat ini bersifat genetik dan turun menurun.

Pada artikel kali ini kita akan mempelajari dengan seksama tentang 7 mekanisme pembekuan darah yang terjadi pada tubuh jika mengalami luka.

  1. Tubuh mengalami luka atau cedera

Tubuh yang mengalami cedera akan mengalami kontradiksi pembuluh darah. Trombosit dalam hal ini akan bereaksi ketika tubuh kita mengalami luka dan cedera dimana mereka akan menempel pada dinding-dinding daerah yang mengalami luka dan bersama-sama membentuk sumbatan.

2. Trombosit pecah mengeluarkan Trombokinase

Trombosit akan pecah jika menyentuh area yang terluka atau cedera. Dimana saat terjadi perpecahan tersebut trombosit mengeluarkan enzim yang disebut dengan Trombokinase.

3. Protombin

Protombin adalah sejenis glikoprotein yang dibentuk oleh hati dan tersimpan di dalam hati. Keluarnya enzim trombokinase dapat memicu perubahan pada protombin menjadi trombin. Faktor-faktor pembekuan yang terdapat pada tubuh akan memberikan sinyal secara berantai dengan cepat. Salah satunya reaksi yang terjadi antara Trombokinase dan Protombin ini.

4. Trombin

Selanjutnya Protombin dengan bantuan dari ion kalsium (Ca2+) serta vitamin K akan membentuk atau terkonversi menjadi Trombin. Proses ini disebut juga dengan proses koagulasi.

5. Fibrinogen

Proses yang terjadi setelahnya dalam mekanisme pembekuan darah adalah Trombin (faktor koagulan) akan merubah Fibrinogen menjadi helai-helia Fibrin.

6. Fibrin

Fibrin sendiri adalah protein yang berbentuk serat-serat benang yang tidak larut pada plasma ketika terjadi proses penggumpalan darah. Cara kerja helai-helai fibrin adalah dengan menempel pada trombosit dan membentuk jaring. [AdSense-B]

Jaring tersebut dibentuk bertujuan untuk memerangkap lebih banyak trombosit dan juga sel. Bekuan (gumpalan) yang terjadi akan semakin kuat dengan adanya jaring dari helai Fibrin tersebut.

7. Luka tertutup

Setelah gumpalan yang terbentuk semakin kuat dan juga tahan lama serta terkendali karena adanya helai Fibrin. Mekanisme selanjutnya yang terjadi adalah protein-protein yang lain akan menghentikan faktor pembekuan agar gumpalan yang terjadi tidak berlanjut lebih jauh lagi.

Selanjutnya ketika jaringan kulit yang terluka sudah sembuh dan otomatis jaringan sumbatan tidak diperlukan lagi. Helai-helai fibrin akan hancur, sehingga darah akan mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari gumpalan darah setelahnya luka akan menutup.

Dari penjelasan tentang mekanisme pembekuan darah tentu kita paham betapa pentingan protein dan trombosit bagi tubuh kita. Oleh karena itu kita juga perlu mengetahui cara meningkatkan trombosit pada orang dewasa, obat penambah trombosit di apotik, serta buah untuk menaikan trombosit.

fbWhatsappTwitterLinkedIn