Apa Perbedaan Mimpi Buruk dan Teror Malam? – Penyebab, Gejala dan Dampak

Mimpi buruk atau nightmare pastinya merupakan salah satu pengalaman gangguan tidur yang hampir setiap orang pernah alami, namun ada beberapa orang yang kurang dapat membedakan antara mimpi buruk dengan yang namanya teror malam alias night terror. Keduanya memang dapat dianggap sebagai kondisi yang sama, hanya saja pengalamanlah yang membuatnya berbeda. Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai perbedaan mimpi buruk dan teror malam supaya Anda tidak lagi bingung dalam membedakan keduanya.

Mimpi Buruk

Mimpi buruk merupakan sebuah pengalaman tidur yang sama sekali kita tak harapkan di mana hal ini dialami saat hendak tertidur, saat sudah terlelap dalam tidur, atau terbangun. Mimpi buruk bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti halnya:

  • Mendengar atau melihat suatu hal yang mengejutkan dan mengerikan.
  • Faktor penyakit
  • Rasa stres
  • Rasa cemas
  • Efek negatif dari obat-obatan tertentu yang sedang digunakan.
  • Kehilangan orang terdekat yang disayangi.

Mimpi buruk pada umumnya bisa dialami siapapun tanpa melihat usia, namun yang paling kerap mengalami hal ini adalah anak-anak yang usianya antara 3-6 tahun sekitar 50 persen. Meski demikian, orang dewasa pun juga dapat bermimpi buruk, khususnya bila sedang merasa stres atau cemas.

Waktu mimpi paling kuat adalah sewaktu tidur Rapid Eye Movement atau Gerakan Mata Cepat alias ketika sudah masuk dalam siklus tidur. Mimpi yang bisa dialami dapat mimpi indah maupun mimpi buruk. Mimpi buruk dapat terjadi karena beberapa hal sebagai penyebab walau memang ada kalanya kita bisa mendapat mimpi buruk tanpa alasan.

Mimpi buruk memiliki ciri-ciri tertentu, yakni seperti:

  • Orang yang mengalami mimpi buruk biasanya bakal terjaga dari mimpinya yang seakan benar-benar terjadi alias terasa nyata sambil dipenuhi dengan rasa stres, cemas dan takut.
  • Ada alur cerita dalam mimpi buruk yang dialami seseorang di mana kerap kali ada hubungannya dengan diri yang terancam keamanan atau keselamatan si pemimpi.
  • Ketika seseorang yang bermimpi buruk tiba-tiba terjaga, ia akan merasa bahwa mimpinya menempel benar di ingatannya sehingga ia akan mampu bercerita secara rinci akan alur mimpi buruknya.
  • Hanya saja, saat sudah terbangun, kita akan mampu berpikir jernih kembali.
  • Saat terbangun, pada umumnya orang-orang akan mampu tertidur lagi secara mudah.

Setelah mengenal sedikit gejala dan penyebab mimpi buruk, maka kita pun perlu mengetahui apa saja dampak mimpi buruk. Saat kita bermimpi buruk dan sudah terbangun darinya, tetap ada perasaan seram, takut, serta cemas yang ditinggalkan di mana ada yang bisa kemudian langsung tidur kembali, namun ada pula yang sampai sulit untuk terlelap lagi.

Bila anak Andalah yang mengalaminya, tenangkanlah dan hiburlah. Jangan lupa untuk meyakinkannya bahwa itu hanyalah mimpi sehingga tak ada yang perlu lagi ditakutkan. Jika orang dewasalah yang mengalami mimpi buruk, maka biasanya melakukan konsultasi dengan konselor bisa menjadi solusi supaya mampu mengetahui apa penyebab stres, kecemasan dan ketakutan yang dialami yang timbul melalui mimpi buruk sewaktu tidur di malam hari.

Teror Malam

Teror malam sebenarnya merupakan sebuah kondisi yang kurang begitu umum, namun bila pun kasus ini ada, biasanya terjadi pada anak-anak dengan persentase 6,5 persen. Kasus ini masih ada hubungannya dengan efek dari sistem saraf pusat yang bertumbuh dewasa sehingga teror malam justru malah jarang dialami oleh orang-orang dewasa dengan persentase 2,2 persen saja.


Teror malam pada umumnya terjadi ketika seseorang sedang tidur, dan bukannya REM seperti mimpi buruk yang sudah dijelaskan sebelumnya. Lazimnya, teror malam dialami selama periode gelombang pendek tidur dan itulah mengapa teror malam paling kerap terjadi setelah terlelap, beberapa jam sesudah kita tidur.

Kalaupun teror malam dialami oleh para orang dewasa, ada beberapa faktor psikologis yang menjadi dasarnya, seperti halnya kondisi stres dan juga trauma.

  • Pada dasarnya, teror malam bukanlah keadaan berbahaya bagi anak-anak. Tak perlu khawatir bila seorang anak mengalami teror malam karena hal ini bukan lantas berarti sang anak mengalami gangguan psikologis atau bahkan sedang marah/kesal oleh sesuatu. Bila sudah bertumbuh makin dewasa, teror malam ini pada umumnya tak akan dialami lagi.
  • Justru pada orang dewasalah teror malam biasanya menjadi tanda bahwa orang tersebut tengah menderita gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan, hingga gangguan gejala bipolar. Namun bukan hanya, itu faktor gangguan stres pascatrauma pun bisa menjadi pemicu, berikut juga penyalahgunaan obat terlarang maupun minuman yang mengandung alkohol.
  • Teror malam pun berkemungkinan dipengaruhi faktor genetis di mana bila ada anggota keluarga yang mengalami teror malam, kemungkinan besar sang anak pun bakal mengalami juga.

Seperti halnya mimpi buruk, teror malam pun memiliki ciri-ciri tersendiri yang membedakannya dari mimpi buruk, yakni:


  • Berteriak ketakutan
  • Terbangun dan kemudian berada dalam posisi duduk
  • Meninjukan lengan
  • Menendangkan kaki
  • Mata terbelalak sambil menatap
  • Berperilaku agresif (tanda ini lebih sering dijumpai pada orang dewasa).
  • Jantung berdebar
  • Berkeringat saat tidur
  • Tersengal-sengal

Berbeda dari mimpi buruk, seseorang dengan teror malam lebih sulit dibangunkan dan saat sudah terjaga, ia akan berada dalam kondisi kebingungan. Bila kita mengalami teror malam, biasanya kejadiannya akan terasa samar dan kita tak akan mampu mengingatnya seperti pada kasus mimpi buruk. Bahkan bila kita dibangunkan, kita seringkali tak akan mengenali orang yang membangunkan kita walau ia adalah orang terdekat atau keluarga sendiri karena seperti tengah tak sadar. Dampak lainnya adalah kita bakal sulit melakukan komunikasi walau tampaknya kita sudah terbangun dan semua itu karena teror malam dialami tepat di kala kita sudah terlelap dalam tidur.

Demikianlah perbedaan mimpi buruk dan teror malam dilihat dari penyebab, gejala hingga dampaknya. Namun yang paling penting di sini adalah untuk mendampingi orang yang mengalami mimpi buruk serta teror malam hingga merasa tenang kembali, terutama pada orang yang mengalami teror malam sebab ada potensi perilaku berbahaya yang dilakukan.

, , ,
Post Date: Tuesday 31st, October 2017 / 06:16 Oleh :
Kategori : Gangguan Tidur