Penyebab Disentri Amoeba dan Bakteri – Diagnosa dan Pengobatan

5874

Penyebab disentri belum diketahui masyarakat luas meskipun disentri bukanlah penyakit yang asing. Disentri adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, maupun orang dewasa sebab disentri ini termasuk dalam tipe diare yang bisa datang secara tiba-tiba. Namun, apabila membandingkannya dengan diare itu sendiri, disentri terbilang lebih parah dibandingkan diare. Alasannya diare hanya mengeluarkan feses cair sedangkan disentri mengeluakan feses disertai dengan lendir bahkan darah.

Tipe Penyakit Disentri

Penyakit disentri sebenarnya ada dua tipe menurut pemicunya, berikut ini adalah tipe peyakit disentri berdasarkan pemicunya :

  • Disentri Basiler

Disentri basiler yang kerap kita jumpai di Indonesia di mana penyebabnya adalah bakteri shigella. Disentri jenis ini bisa menyerang berbagai kalangan dengan segala usia.

  • Disentri Amoeba

Disentri ini dipicu oleh parasit bersel satu atau amoeba. Disentri amoeba dianggap lebih serius daripada disentri basiler. Namun dengan lingkungan yang kumuh dan kotor, maka kedua tipe disentri tersebut dapat menyebar dan mengakibatkan penularan lebih cepat sehingga membuat manusia menjadi terinfeksi.

Tidak ada kata musiman bagi penyakit satu ini karena di Indonesia kemunculan penyakit ini ada di sepanjang tahun. Jenis disentri yang lebih kita kenal di sini adalah disentri basiler. Sebelum kita mengetahui bagaimana cara mengobatinya, kita perlu melihat beberapa penyebab dari penyakit ini pada bayi dan juga orang dewasa. Berikut ini ada beberapa penyebab disentri yang harus diwaspadai :

Bakteri

Awalnya bakteri ini hanya akan memicu gejala diare  saja namun lama kelamaan gejala disentri pun akan muncul. Banyak dari kita yang sudah tahu nama bakteri yang dapat memicu penyakit disentri, yaitu bakteri shigella. Bakteri ini terdiri dari empat jenis, yaitu Shigella Dysenteriae, Shigella boydii, Shigella flexneri, dan Shigella sonnei. Bakteri Shigella Dysenteriaeyang dikenal sebagai pemicu disentri tingkat paling serius dibandingkan dengan ketiga jenis bakteri Shigella yang lainnya.

Bakteri yang bernama shigella ini kita temukan pada tinja dan rupanya penyebarannya cukup cepat apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik. Bakteri ini akan bahaya jika masuk ke dalam tubuh manusia. Salah satu bahaya tidak mencuci tangan sebelum makan adalah menyebabkan kuman masuk ke dalam tubuh. Tangan yang kotor jika memegang suatu benda yang ada bakteri Shigellanya, orang tersebut akan mudah terinfeksi dengan bakteri itu. Kebanyakan kasus yang terjadi adalah jika ada orang yang tidak sengaja makan dengan tangan yang terinfesi kuman tersebut, hal itu sama saja dengan memindahkan bakteri  ke tubuh. Bakteri akan menuju usus dan menginfeksi usus. Sel usus pun akan terinfeksi dengan kuman itu. Gejala awal disentri adalah sakit kepala, pusing mual dan juga muntah. Mual dan muntah merupakan tanda bakteri itu suda menimbulkan infeksi di saluran pencernaan usus. Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dari penyebaran bakteri Shigella ini :

  • Feses orang terkena disentri mudah sekali menyebar dan mengkontaminasi daerah di sekitarnya. Hal itu bisa terjadi di area yang diberikan pupuk kotoran manusia.
  • Tangan orang yang menyentuh area penyebaran bakteri Shigella akan mudah terkena disentri dan bisa mengontaminasi makanan.
  • Makanan yang mudah terinfeksi tersebut adalah makanan dengan kondisi mentah atau makanan yang setengah matang.
  • Bakteri bisa berkembang biak di sanitasi tidak terjaga dengan baik.
  • Bakteri bisa berkembang biak pada area yang saluran pembuangan air limbahnya yang terbatas atau malah justru tidak ada sama sekali.
  • Jarak waktu penyakit disentri dengan penyebab dari bakteri shigellaini satu hingga tujuh hari. Jangka waktu tersebut adalah mulai dari saat bakteri menyerang kita sampai gejala-gejala disentri itu muncul atau yang kita sebut dengan masa inkubasi. ( Baca juga : Mata kunang-kunang kepala pusing  – Kepala sering pusing  – Kepala sering terasa berat pusing dan mual )

Amoeba

Kalau pernah mendengar yang namanya Entamoeba histolytica, maka amoeba itulah yang memicu penyakit disentri. Amoeba sejenis parasit yang hanya memiliki sel satu. Amoeba ini lebih sering ditemukan di kawasan tropis, tentu Indonesia sebagai negara tropis menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran penyebaran penyakit ini. Masyarakat yang tinggal di daerah kurang bersih bisa terserang penyakit ini. Biasanya para amoeba akan melindungi diri dengan dinding pelapis setelah berkumpul untuk bersiap-siap keluar bersama dengan kotoran manusia yang menderita disentri tipe ini. Kista merupakan sebutan bagi kumpulan amoeba yang keluar dari tubuh orang yang mengalami disentri dan kista tersebut akan tetap hidup meski di luar tubuh manusia. Amoeba dapat mengontaminasi kawasan yang rendah dalam hal standar kebersihan, baik itu mengontaminasi air maupun makanan di sekitarnya. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan amoeba penyebab disentri.

  • Faktor resiko. Orang yang tinggal di kawasan dekat dengan limbah atau dengan sanitasi rendah akan dengan mudah terinfeksi oleh amoeba tadi jika mengkonsumsi air serta makanan yang diolah dengan air tersebut, alasannya kista telah mencemari air yang ada di daerah itu. Manusia yang tinggal di kawasan di mana pupuk dari kotoran manusia sering digunakan harus lebih waspada. Kemungkinan munculnya disentri tipe ini di kawasan tersebut lebih besar.
  • Perjalanan kista di dalam tubuh manusia. Kista yang masuk melalui mulut akan langsung menuju ke usus dan di usus terjadi pecahnya dinding pelapis usus yang berguna untuk menangkis serangan kuman sehinggaamoeba kemudian menyebar. Saat kumpulan amoeba terlepas dan tersebar di dalam usus amoeba akan dengan mudah menginfeksi usus. Amoeba-amoeba ini secara bersama-sama akan membuat diri mereka terbenam di dinding usus sehingga tukak atau ulkus disertai abses kecil terbentuk di sana.
  • Jenis Amoeba. Ada dua jenis parasit penyebab disentri yaitu yang pertama parasit yang tidak memiliki efek apapun terhadap manusia dan tidak akan memunculkan gejala apapun. Inilah yang disebut dengan parasit tanpa gerak. Parasit yang kedua adalah yang membuat perut terasa kembung, mulas, dan memicu peningkatan suhu tubuh seseorang akibat dinding usus yang sudah diserang. Inilah yang dikenal dengan parasit bergerak. Parasit bentuk ini sangat berbahaya karena penderita yang mengalami buang air besar disertai dengan lendir dan darah itu disebabkan oleh serangan dari parasit ini, walau memang intensitas tidak terlalu tinggi. ( Baca juga : Fungsi usus buntu  – Gejala usus buntu  – Cara menjaga kesehatan lambung dan usus )

Diagnosa Disentri

Tes laboratorium merupakan cara yang paling disarankan untuk bisa mendeteksi secara jelas apa yang menyebabkan disentri. Biasanya medis bisa tahu penyebab disentri setelah kotoran atau tinja pasien diperiksa sehingga tes laborat yang akan dilakukan melibatkan tinja yang dikeluarkan pasien. Jika pemeriksaan ditemukan tropozoid yang mirip dengan keong dan masih bergerak aktif itu tandanya pasien positif mengalami disentri. Jika tinja tercampur dengan darah, amoeba telah menginfeksi sel darah merah manusia sehingga menyebabkan tinja berdarah.

Baca : Penyebab  BAB berdarah merah segar 

Pengobatan Disentri pada Bayi

Bagi para orang tua yang anaknya secara tiba-tiba terserang disentri, terutama jika masih bayi atau balita, jangan panik. Meski feses dan diare disertai dengan adanya darah, tetap tenang dan coba ubah pola makan sang buah hati.

  • Bantuan pektin. Buatkan makanan di mana ada pektin terkandung di makanan tersebut, contohnya adalah apel dan pisang yang bisa diberikan secara mentah atau sudah diolah. Demi penyerapan air yang lancar, maka tubuh si kecil membutuhkan pektin. Makanan lainnya yang bisa diberikan kepada anak adalah kentang, apricot, wortel, serta kacang polong yang kandungan pektinnya tinggi.
  • Hindari lemak. Para ibu untuk sementara waktu sebaiknya tidak memberikan makanan yang mengandung kaya akan lemak kepada si bayi atau balita, seperti halnya es krim atau cokelat. Makanan mengandung santan dan juga makanan yang digoreng semuanya tidak diperbolehkan demi kesembuhan sang buah hati.
  • Konsumsi yoghurt. Sangat disarankan untuk memberikan yoghurt kepada si kecil sebab makanan ini terdapat lactobacillusyang dapat secara cepat membantu sistem pencernaan berfungsi seperti semula.
  • Hindari serat. Jangan dulu memberikan si kecil buah-buahan dan sayuran yang kandungan seratnya banyak, seperti jambu biji, alpukat, mangga, anggur, kangkung, buncis, kol dan kacang panjang.
  • Bantuan makanan rendah serat. Sangat dianjurkan untuk memberikan sang buah hati makanan-makanan yang kandungan serat tidak terlalu tinggi selama mengalami disentri, yaitu pir, apel, semangka, pisang, labu kuning, wortel dan labu siam.
  • Daun sagu. Boleh dicoba juga dengan menggunakan daun sagu yang dipercaya sangat ampuh untuk mengatasi disentri dan juga batuk-batuk. Caranya sangat mudah, karena para ibu hanya tinggal meremas-remas daun sagu tersebut, kemudian minumkan airnya pada si kecil.

Pengobatan Disentri Pada Orang Dewasa

Jika seseorang mengalami disentri yang disebabkan bakteri shigella dan sudah cukup serius, maka dokter akan memberikan pengobatan yang intensif. Berikut ini adalah pengobatan yang akan dilakukan pihak medis :

  1. Antibiotik

Dokter biasanya akan menyarankan untuk mengonsumsi antibiotik. Dengan antibiotik, diyakini masa kesembuhan akan menjadi lebih cepat. Jenis antibiotik yang banyak direkomendasikan adalah ciprofloxacin, tapi tentunya juga daya tahan bakteri turut menentukan cepat tidaknya kesembuhan si penderita. Antibiotik tidak akan diberikan oleh dokter jika disentri yang dialami tidak terlalu serius alias pada tahap yang ringan. Ini dikarenakan penyakit ringan yang diobati dengan antibiotik malah akan membuat keefektifan dari antibiotik itu menjadi hilang atau berkurang, khususnya untuk mengatasi penyakit yang lebih parah di kemudian hari. Berikut ini adalah hal yang berhubungan dengan antibiotik dalam pengobatan disentri :

  • Bila seseorang menderita disentri yang diakibatkan oleh parasit bersel satu atau amoeba, maka metronidazol adalah antibiotik yang biasanya diberikan oleh dokter. Untuk jangka waktu pengkonsumsian, selebihnya akan diberitahukan selengkapnya oleh sang dokter, namun biasanya cukup selama lima hari saja.
  • Tinidazol adalah contoh antibiotik lainnya yang dokter berikan kepada penderita. Baru setelah tinidazol habis, dokter selanjutnya akan memberikan diloxanideuntuk dikonsumsi sekitar 10 hari demi memusnahkan kumpulan amoeba yang berdaya tahan tinggi.
  • Jika memang harus mengkonsumsi antibiotik, sebaiknya meminumnya atas resep dan saran dokter supaya tidak terjadi efek samping yang tidak diinginkan.( Baca : Bahaya antibiotik  )
  1. Mengubah Sanitasi

Obat-obatan di atas tidak akan memiliki efek yang baik jika tidak disertai dengan sanitasi yang baik pula oleh sebab itu sanitasi yang baik bisa membuat pasien disentri cepat sembuh dari penyakitnya.

Itulah beberapa penyebab disentri yang harus diwaspadai. Mencegah lebih baik dengan mengobati. Dengan pola hidup sehat dan membersihkan sanitasi lingkungan diharapkan penyakit disentri bisa dihindari.