12 Bahaya Bipolar Patut Diwaspadai

1375

Salah satu gangguan mental yang seringkali tidak diketahui namun berdampak sangat buruk adalah gangguan mental bipolar. Gangguan bipolar ini termasuk gangguan mood yang mengakibatkan penderitanya terkadang mengalami perasaan senang yang berlebih atau perasaan sedih yang berlebih. Bipolar sendiri terdiri atas gejala bipolar ringan hingga tingkat berat. Setiap tingkatan ini mempunyai gejala tersendiri. Biasanya, penderita bipolar harus minum obat mood stabilisator dan anti psikotik untuk mempertahankan mood agar tetap stabil.

Pada umumnya, gangguan bipolar akan mulai dideteksi melalui ciri-ciri bipolar mulai usia 15 tahun. Gangguan ini akan terus berlanjut sepanjang hidup orang tersebut. Bahkan dapat semakin parah jika tidak dilakukan penanganan yang serius. Gangguan bipolar ini tidak selalu terjadi setiap waktu. Penderita bipolar terkadang terlihat biasa saja tanpa ada gangguan sedikit pun. Namun, jika gangguan ini kambuh ia harus mendapatkan cara menyembuhkan bipolar yang tepat. Bahkan terkadang ia memerlukan penanganan hingga dirawat inap di rumah sakit.

Penderita bipolar tidak bisa mengatasi gangguan ini seorang diri. Orang-orang di sekitarnya harus berperan aktif untuk menjaga agar mood penderita bipolar tetap stabil. Orang sekitar harus tahu bagaimana cara menghadapi orang bipolar. Penderita bipolar dapat menunjukkan gejala bipolar yang mungkin di luar dugaan dan dapat membahayakan diri sendiri ataupun orang sekitar. Bipolar menimbulkan beberapa bahaya yang sebaiknya diantisipasi sejak awal. Berikut adalah beberapa bahaya bipolar yang wajib diwaspadai:

1. Kualitas pekerjaan menurun

Penderita bipolar terkadang akan merasa dirinya tak berguna. Bahkan seringkali ia merasa tidak semangat dalam melakukan pekerjaan yang mungkin sebelumnya ia sukai. Hal inilah yang kemudian mengakibatkan produktivitas kinerjanya dapat menurun dengan drastis. Terkadang penderita bipolar tidak mempunyai semangat untuk bekerja. Ia akan bekerja sesuka mereka, tanpa mempedulikan aturan yang berlaku.

2. Prestasi akademik menurun

Bagi penderita bipolar yang masih dalam usia sekolah, dampak yang terasa adalah prestasi akademik yang menurun. Penderita bipolar biasanya akan merasa susah fokus dan susah konsentrasi ketika belajar. Bahkan gejala lain dari bipolar ini kemudian dapat mempengaruhi keinginan mereka untuk bersekolah ataupun belajar. Akibatnya, nilai sekolah mereka akan menurun secara signifikan.

3. Berat badan menurun

Gejala depresi pada penderita bipolar seringkali membuat mereka tidak nafsu makan. Ia tidak merasa lapar dan tidak ingin makan. Ia juga tidak akan mau jika diminta untuk makan. Terkadang penderita bipolar lebih memilih untuk mengurung diri, menjauhkan dari orang-orang di sekitar, dan melakukan aktivitas yang mereka sukai. Dampak dari hal ini adalah berat badan mereka akan menurun dengan drastis. Akan tetapi, hal ini tidak akan mereka sadari walaupun ada perubahan yang signifikan dari penampilannya.

4. Obesitas

Selain mengalami berat badan menurun, bahaya bipolar juga dapat menjadi penyebab obesitas. Hal ini karena mereka lebih memilih untuk makan ketika mereka mengalami gejala bipolar. Setiap kali mereka merasakan senang atau sedih maka sasaran mereka selanjutnya adalah makan dan makan lagi. Akibatnya, secara perlahan mereka akan terkena risiko obesitas. Jika sudah terkena obesitas, maka risiko penyakit lain pun akan membayangi.

5. Depresi berlebihan

Penderita bipolar mempunyai risiko lebih tinggi mengalami depresi berlebihan. Ada perbedaan depresi dan gangguan bipolar. Kondisi depresi berlebihan ini akan berdampak lebih buruk terhadap penderita bipolar. Terkadang, penanganan medis akan diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin dilakukan oleh penderita bipolar. Bahaya bipolar ini tentunya dapat diantisipasi jika penderita rajin mengkonsumsi obat bipolar dan tetap menjaga keseimbangan mood dalam dirinya.

6. Insomnia

Bahaya bipolar lainnya adalah risiko mengalami insomnia. Insomnia sendiri adalah gangguan tidur. Penderita bipolar terkadang akan merasakan gangguan ketika tidur seperti tidak bisa tidur dengan nyenyak, sering terbangun ketika malam, atau yang lebih parah adalah tidak bisa tidur hingga berhari-hari. Penderita selanjutnya akan mengalami dampak insomnia bagi kesehatan Bahkan kondisi fisik penderita juga akan mulai terganggu jika tidak ada penanganan terhadap gangguan insomnia ini.

7. Dijauhi orang sekitar

Penderita bipolar seringkali menarik diri dari lingkungan sosial. Akan tetapi, terkadang mereka justru dijauhi oleh orang sekitar. Hal ini disebabkan oleh aktivitas dan perilaku penderita bipolar yang mungkin mengganggu lingkungan sekitar. Penderita bipolar terkadang terlalu aktif dan agresif dalam mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Perilaku ini dapat membuat orang-orang di sekitarnya tidak nyaman dan secara perlahan akan menjauh.

8. Dipandang sebagai orang aneh

Selain dijauhi, penderita bipolar terkadang dipandang sebagai orang aneh. Rasa senang atau sedih yang meledak-ledak dan terkadang diungkapkan dengan cara-cara yang tidak biasa akan membuat orang di sekitarnya merasa risih. Apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mengetahui bahwa orang tersebut mempunyai gangguan bipolar. Mereka akan dicap sebagai orang aneh dan secara perlahan akan dijauhi.

9. Halusinasi

Bahaya bipolar selanjutnya adalah sebagai penyebab halusinasi. Penderita bipolar terkadang berpikir macam-macam. Bahkan ia merasakan apa yang hanya ada dalam pikirannya benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Biasanya ini terjadi pada hal-hal buruk yang sering dipikirkan oleh penderita bipolar.

10. Boros uang

Bahaya bipolar juga dapat berdampak pada perekonomian penderita. Beberapa penderita bipolar akan merasa senang dengan kegiatan berbelanja. Bahkan ia akan berbelanja secara berlebihan sehingga akan sangat boros dalam menggunakan uang.

11. Penyalahgunaan obat terlarang

Harus diwaspadai bahwa penderita bipolar sangat rentan dalam penggunaan dan penyalahgunaan obat terlarang. Bukan hanya berbahaya bagi kesehatan, penggunaan obat terlarang ini justru dapat memperparah kondisi bipolarnya. Itulah mengapa peran orang sekitar sangat penting dalam mengontrol tindakan penderita bipolar.

12. Risiko bunuh diri

Bahaya bipolar terparah dan bahkan seringkali terjadi adalah tindakan bunuh diri. Sebagian besar penderita bipolar pasti pernah memikirkan untuk melakukan bunuh diri. Terutama ketika mereka sedang mengalami depresi.