Home Obat A-ZObat C Calcium Phosphate – Obat Apa – Kegunaan – Komposisi – Efek Samping

Calcium Phosphate – Obat Apa – Kegunaan – Komposisi – Efek Samping

by sari

Calcium Phosphate Obat Apa?

Membahas mengenai calcium, hal pertama yang terpikirkan oleh kita yaitu calcium merupakan mineral yang berkaitan erat dengan pembentukan tulang dan gigi. Tak heran, calcium memang sangat identik dengan tulang dan gigi, karena hampir semua calcium dalam tubuh (99%) tersimpan pada tulang dan gigi, yang berfungsi untuk menopang atau membentuk struktur dan kekuatan atau kekerasan. Calcium yang terdapat di alam berbentuk dalam senyawa, sehingga meniral ini selalu ditemukan berikatan dengan unsur lainnya, salah satunya Calcium Phosphate. Calcium Phosphate dibuat dari kombinasi calcium dan phosphorus. Salah satu jenis calcium phosphate adalah hydroxyapatite.

Hydroxyapatite adalah mineral utama yang digunakan tubuh Anda untuk membangun dan menguatkan tulang dan gigi. Bentuk lain dari calcium phosphate dapat kita jumpai secara alami dalam bahan makanan dan bumbu seperti, garam meja, serta makanan yang dipanggang. Calcium phosphate adalah bukanlah bentuk suplemen atau obat-obatan calcium yang paling umum digunakan. Hal tersebut karena calcium phosphate mengandung lebih sedikit senyawa calcium didalamnya dibandingkan suplemen atau obat-obatan calcium lainnya seperti calcium citrate + vitamin d3 dan calcium carbonate + vitamin d3. Namun, jumlah calcium dalam dua jenis calcium phosphate lainnya yaitu dicalcium dan tricalcium phosphate memiliki jumlah senyawa calcium yang lebih besar. Bahkan tricalcium phosphate memiliki jumlah calcium per dosis yang sama dengan calcium carbonate.

Kegunaan dari Calcium Phosphate

Calcium phosphate digunakan oleh pasien yang memiliki kadar kalsium rendah dalam darah. Entah karena kekurangan calcium yang disebabkan oleh faktor makanan atau nutrisi yang dikonsumsi tak mencukupi kebutuhan calcium atau penyakit tulang dan sebagainya. Calcium phosphate memiliki fungsi untuk mencegah dan mengobati kadar calcium rendah dalam darah. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit yang disebabkan oleh rendahnya kadar kalsium dalam darah, seperti osteoporosis (pengeroposan tulang), osteomalacia (tulang lemah), hypoparathyroid (lemahnya kinerja kelenjar paratiroid, juga beberapa penyakit otot (latent tetany).

Dalam beberapa kasus, calcium phosphate jug digunakan untuk para pasien dengan kondisi tertentu untuk mencukupi kadar kalsium dalam darahnya, seperti wanita hamil, menyusui, atau wanita pasca-menopause, serta orang-orang yang sedang menjalani pengobatan phenyroin, phenobarbital, atau prednisone.

Penggunaan Calcium Phosphate

Dosis-dosis calcium phosphate tersedia dalam bentuk sebagai berikut:

  • Obat kunyah (chewing)
  • Tablet yang di larutkan (effervescent)
  • Obat cair atau bubuk

Calcium phosphate dapat dikonsumsi dengan cara sebagai berikut:

  • Oral/ (PO), jika Anda menerima calcium phosphate dalam bentuk obat kunyah (chewing) pastikan untuk mengunyahnya terlebih dahulu sebelum ditelan.

Kemudian, jikalau Anda menerima calcium phosphate dalam bentuk tablet yang dicairkan (effervescent), pertama sediakan segelas air putih dan masukan tablet (effervescent) didalamnya. Pastikan seluruh obat telah larut dalam air, dan minum larutan. Dalam penggunaan tablet (effervescent) dilarang untuk mengunyah ataupun menelan obat ini secara langsung. Terakhir bila Anda mendapatkan calcium phosphate dalam bentuk obat cair atau bubuk, sebelum mengkonsumsinya harap untuk menakar dosis yang telah dianjurkan untuk Anda dengan takaran sendok ataupun gelas takar obat. Agar takaran yang dihasilkan tepat. Tidak dianjurkan untuk menakar dosisi menggunakan sendok makan. Perhatian, harap kocok botol obat terlebih dahulu sebelum digunakan. Minum obat ini secara oral setelah makan. Jika produk yang anda konsumsi mengandung kalsium sitrat (calcium citrate), obat dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan. Ikuti semua petunjuk yang tertera di kemasan atau sesuai yang dianjurkan oleh dokter anda.

Penyimpanan Calcium Phospate

Untuk penyimpanan calcium phosphate berbentuk tablet kunyah, tablet yang dicairkan (effervescent), dan obat cair, sebaiknya simpan obat dalam suhu ruangan. Dalam menjaga obat agar selalu tetap kering, anda sebaiknya menjauhi dari adanya sinar cahaya panas secara langsung. Taruhlah obat di tempat yang paling aman dalam jangkauan anak-anak atau juga dari hewan peliharaan. Obat tidak boleh di bekukan kecuali memang ada saran dari medis yang memperbolehkan.

Obat yang sudah kadarluarsa, atau sudah tidak bisa dipakai lagi, jangan membuangnya ke dalam saluran air, apabila bisa di buang saluran air jika memang ada dari ijin dari medis. Setelah itu, ada bisa konsultasikan dengan Dokter juga Apoteker untuk menanyakan beberapa hal yang memang lebih detail saat pembuangan obat.

Dosis Calcium Phospate

Harap konsultasikan diri Anda terlebih dahulu ke Dokter atau Apoteker sebelum mengkonsumsi calcium phosphate. Dosis calcium phosphate akan diberikan oleh Dokter atau Apoteker Anda sesuai dengan kondisi dan riwayat Anda sebelumnya. Apabila dosis ini di resepkan dan melebihi batas dosis yang hingga mencapai 600mg dalam perhari, sebaiknya bila dianjurkan dalam mengonsumsi dalam obat ini bisa dengan dosis di bagi-bagi dalam waktu yang tentang yang seimbang dalam penyerapan obat yang lebih baik.

Penggunaan Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Belum ada kasus yang menunjukan jika calcium phosphate di konsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Namun, diharapkan untuk memberitahu Dokter jika Anda sedang Hamil sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi calcium phosphate. Ikuti saran medis dan aturan penggunaan obat, agar obat aman di konsumsi.

Calcium Phosphate dapat larut kedalam ASI. Untuk itu bicarakan kepada Dokter atau Apoteker Anda jika Anda dalam keadaan menyusui. Pihak medis akan mengatur dosis aman untuk penggunaan calcium phosphate bagi wanita menyusui.

Interaksi Dengan Penggunaan Obat-Obatan Lainnya

Dalam beberapa kasus penggunaan obat tidak sarankan untuk digunakan secara bersamaan, karena akan mengurangi keefektifan dari obat-obatan atau obat tidak dapat bekerja dengan baik hingga memicu resiko interaksi diantara obat-obatan tersebut. Untuk itu diperlukan untuk menunjukan riwayat penggunaan obat-obatan Anda kepada Dokter atau Apoteker sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi obat lainnya. Katakan kepada Dokter Anda tentang semua obat, vitamin, dan suplemen herbal yang sedang Anda gunakan, sehingga Dokter atau Apoteker dapat mengatur dosis atau mengganti obat lainnya untuk mencegah interaksi obat.

Pada kasus penggunaan calcium phospate, beberapa obat tergolong dapat berinteraksi dengan calcium phosphate. Berikut beberapa obat-obatan yang dapat berinteraksi dengan phospate:

  • Bisphosphonates
  • Cellulose sodium phosphate
  • Digoxin (Lanoxin, Lanoxicaps)
  • Estramustine
  • Levothyroxine
  • Quinolone antibiotics (ciprofloxacim, levofloxacin)
  • Doxycyline (Adoxa, Doryx, Oracea, Vibramycin)
  • Minocycline (Dynacin, Minocin, Solodyn, Vectrin),
  • Tetracycline (Brodspec, Panmycin, Sumycin, Tetracap)

Obat-obatan ini mungkin dapat mempengaruhi calcium phosphate atau dapat mempengaruhi seberapa baik kerjanya. Anda mungkin memerlukan dosis obat yang berbeda, atau Anda mungkin perlu minum obat yang berbeda.

Dokter dan apoteker Anda memiliki lebih banyak informasi mengenai penggunaan terhadap obat-obatan tersebut apakah berisiko tinggi atau dan tidak. Jika beresiko tinggi hindari saat minum obat-obatan tersebut saat mengkonsumsi calcium phospate.

Efek Samping Calcium Phospate

Sebelum mengkonsumsi obat, memang alangkah lebih baiknya untuk mengetahui efek samping dari obat tersebut. Untuk calcium phosphate efek samping yang ditimbulkan mulai dari ringan hingga berat. Berikut efek samping dari penggunaan calcium phosphate:

Efek samping tersebut tak dialami oleh semua orang. Banyak yang mengkonsumsi calcium phosphate dan tidak mengalami efek samping yang serius. Namun, jika ada efek ini yang terus berlanjut atau memburuk, segera beritahu Dokter atau Apoteker Anda.

Pencegahan dan Peringatan

Calcium phospate dapat memicu hipersensitivitas (alergi obat atau respon abnormal seseorang terhadap bahan obat) pada beberapa pasien tertentu. Untuk itu sebelum mengkonsumsi calcium phosphate beritahu Dokter atau Apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi. Hal ini harus diperhatikan karena akibat dari hipersensitivitas dapat memicu kontradiksi. Obat ini mungkin mengandung bahan tak aktif yang dapat memicu alergi atau masalah lainnya. Tanyakan kepada Dokter atau Apoteker Anda untuk lebih jelasnya.

Dalam beberapa kasus, calcium phosphate tidak boleh dikonsumsi untuk pasien-pasien dengan kondisi tertentu. Keadaan atau kondisi pasien yang tidak dibolehkan untuk mengkonsumsi calcium phosphate yaitu:

  • Hypercalcemia (kadar kalsium tinggi)

Namun, jika Anda dalam kondisi kesehatan berikut ini. Anda diharuskan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi calcium phosphate. Kondisi-kondisi medis yang harus Anda perhatikan adalah sebagai berikut:

  • Penyakit ginjal
  • Batu ginjal
  • Penyakit jantung
  • Sedikit atau tidak ada asam lambung (achlorhydria)
  • Penyakit pankreas
  • Penyakit paru-paru tertentu (sarcoidosis)
  • Kesulitan menyerap nutrisi dari makanan (malabsorpsi syndrome)

Harap konsultasikan kepada pihak medis jika sebelum mengkonsumsi calcium phosphate jika Anda memiliki kondisi seperti itu. Anda mungkin tidak dapat mengkonsumsi calcium lactate dalam kondisi seperti diatas. Untuk pembahasan lebih lanjut atau penggunaan calcium phosphate dengan kondisi  tersebut harus dengan konsultasi Dokter. Terakhir perlu Anda perhatikan jika Anda memiliki phenylketorunia (PKU) atau kondisi sejenis, yang mengharuskan Anda untuk membatasi asupan aspartam atau phenylalanine.

Hal tersebut karena beberapa jenis calcium bebas gula mungkin mengandung aspartam. Berbicaralah dengan Dokter atau Apoteker Anda tentang penggunaan aman calcium phosphate dalam keadaan tersebut. Informasi di situs ini disediakan tidak ditujukan untuk saran medis, diagnosis atau perawatan. Jika Anda memiliki masalah atau pertanyaan tentang kesehatan Anda, Anda harus selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional paramedis lainnya.

You may also like