Home Merk Obat A-ZMerk Obat B Bonefos – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Bonefos – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Reza Primayadin, ST.

Obat Bonefos adalah merupakan sejenis obat-obatan yang masuk kedalam kelompok obat anti-osteoporosis, yang biasanya digunakan sebagai salah satu alternatif untuk terapi penyakit hiperkalsemia karena kanker, terapi osteolisis karena tumor, dan juga untuk menurunkan resiko terkenanya metastasis pada tulang akibat kanker payudara primer.

Obat Bonefos sendiri diketahui diproduksi dan juga disebarluaskan kepada masyarakat luas oleh PT. Bayer Schering Pharma, yang dimana dalam penyebarannya sendiri dikemas dalam bentuk kapsul berkekuatan 400 mg dan 800 mg, serta ada juga yang berbentuk infus berkekuatan 60 mg sebanyak 5 ml.

Obat Bonefos ini juga telah didaftarkan kepada BPOM oleh Bayer Schering Pharma, yang dimana oleh BPOM sendiri, obat Bonefos ini dimasukkan kedalam golongan obat keras dengan logo lingkaran merah dengan huruf K ditengahnya. Oleh karena termasuk kedalam golongan obat keras, maka untuk dapat menggunakan obat Bonefos ini, dibutuhkan surat rujukan ataupun resep dari dokter.

Sebagai informasi tambahan, obat Bonefos ini baik yang berbentuk kapsul ataupun infus, mengandung senyawa Disodium Klodronat Tetrahidrat. Senyawa Disodium Klodronat Tetrahidrat ini bekerja dengan cara menghambat penghancuran dan juga pembentukan kalsium fosfat (hidroksiapatit), serta turut menghambat proses resorpsi tulang yang dilakukan oleh tubuh.

Indikasi:

Dibawah ini terdapat beberapa indikasi akibat dari penggunaan obat Bonefos yang perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Biasanya digunakan untuk mengobati kondisi metastasis osteolitik akibat penyakit tumor ganas yang menyerang bagian tulang.
  2. Digunakan untuk terapi penyakit hiperkalsemia, yang disebabkan oleh tumor ganas atupun yang disebabkan oleh kanker.
  3. Untuk mengatasi nyeri tulang yang berhubungan dengan metastasis tulang pada pengguna yang menderita penyakit kanker payudara primer ataupun multiple myeloma (mnozhestvennaya myeloma).
  4. Obat Bonefos ini juga dapat digunakan untuk menjaga penerimaan kadar serum kalsium pada pengguna yang menderita penyakit hiperkalsemia, yang pada awalnya diterapi dengan menggunakan bifosfonat intravena.

Dosis & Cara Penggunaan:

Dibawah ini terdapat beberapa dosis dan juga cara penggunaan obat Bonefos yang perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

Dosis untuk terapi peningkatan resorpsi tulang yang tanpa disertai dengan hiperkalsemia:

  • Cara pertama: berikan obat Bonefos ini sebanyak 300 mg/hari, yang dilarutkan ke dalam 500 mL NaCl 9% atau glukosa 5%, yang kemudian diberikan melalui infus lambat selama 2 jam atau dapat dilakukan selama 2 hari berturut-turut.
  • Cara kedua: berikan obat Bonefos ini sebanyak 1600 mg/hari yang diminum pada pagi hari dan malam hari, masing-masing satu kapsul yang berkekuatan 800 mg.

Dosis untuk terapi peningkatan resorpsi tulang yang disertai dengan hiperkalsemia:

  • Cara pertama: berikan obat Bonefos ini sebanyak 300 mg/hari, yang dilarutkan ke dalam 500 mL NaCl 9% atau glukosa 5%, yang kemudian diberikan melalui infus lambat selama 4 jam hingga tercapai kondisi nonkalsemia atau dapat dilakukan selama 5 hari berturut-turut.
  • Cara kedua: berikan obat Bonefos ini sebanyak 2400 mg/hari yang diminum pada pagi hari dan malam hari, masing-masing dua kapsul yang berkekuatan 800 mg.

Kontra Indikasi:

Dibawah ini terdapat beberapa kontra indikasi akibat dari penggunaan obat Bonefos yang perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Hindari penggunaan obat Bonefos ini apabila pengguna memiliki riwayat hipersensitif terhadap senyawa Disodium Klodronat Tetrahidrat ataupun jenis obat-obatan golongan bifosfonat lainnya.
  2. Dilarang menggunakan obat Bonefos ini, apabila pengguna menderita penyakit gagal ginjal berat dengan jumlah kreatinin berada di bawah 10 mL/ menit.
  3. Untuk pengguna yang sedang menyusui, disarankan untuk menghentikan penggunaan obat Bonefos ini terlebih dahulu. Karena diketahui bahwa obat Bonefos ini dapat terlarut dalam ASI sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan masalah serius pada bayi yang sedang menyusui.
  4. Hindari menggunakan obat Bonefos ini pada saat pengguna juga sedang melakukan terapi dengan menggunakan jenis obat-obatan bifosfonat lainnya.
  5. Tidak disarankan menggunakan obat Bonefos ini pada anak-anak yang berusia dibawah 18 tahun, karena tidak diketahui dengan pasti keamanan dan manfaatnya terhadap anak-anak dibawah usia 18 tahun tersebut.
  6. Menurut Badan keamanan makanan dan obat di Amerika, obat Bonefos ini masuk kedalam golongan obat kategori D pada keamanan terhadap ibu hamil. Kategori D berarti sudah terbukti secara klinis dapat menyebabkan masalah pada janin ibu hamil, oleh sebab itulah penggunaannya pada ibu hamil sangat tidak disarankan.

Efek Samping:

Dibawah ini terdapat beberapa efek samping yang sering terjadi akibat dari penggunaan obat Bonefos yang perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Diare
  2. Mual
  3. Muntah
  4. Sakit kepala
  5. Peningkatan kadar aminotransferase dalam darah, namun masih dalam batas normal
  6. Hipokalsemia asimtomatik.
  7. Insomnia
  8. Sakit perut.
  9. Sembelit
  10. Dispepsia
  11. Pusing.
  12. Perut kembung.
  13. Demam.
  14. Ruam pada kulit.
  15. Mengi.
  16. Gejala flu

Sementara itu dibawah ini merupakan beberapa efek samping yang jarang terjadi akibat dari penggunaan obat Bonefos, yaitu sebagai berikut:

  1. Peningkatan transaminase 2 kali dari tingkat normalnya, namun hal tersebut tidak disertai adanya gangguan fungsi hati ataupun sirosis hati.
  2. Terjadinya hipokalsemia yang disertai dengan kondisi klinis.
  3. Timbulnya perubahan konsentrasi alkali fosfatase dalam plasma darah.
  4. Meningkatnya kadar ALP metastatik pengguna
  5. Terjadinya metastasis di hati dan tulang.
  6. Meningkatkan konsentrasi senyawa paratiroid dalam darah.
  7. Menurunnya kadar kalsium dalam plasma darah.
  8. Gangguan fungsi ginjal akibat meningkatnya kadar serum kreatinin dan juga serum proteinuria pada plasma darah.
  9. Insufisiensi ginjal berat
  10. Terjadinya reaksi alergi klinis sehingga menyebabkan manifestasi kulit.
  11. pada pasien dengan asma bronkial, hipersensitif terhadap asam asetilsalisilat yang diamati dalam sejarah disfungsi pernafasan, bronkospasme.

Interaksi dengan Obat Lain:

Dibawah ini terdapat beberapa efek samping akibat dari penggunaan obat Bonefos bersamaan dengan obat-obatan lainnya yang sangat perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

  • Hindari penggunaan obat Bonefos ini bersamaan dengan obat-obatan yang mengandung aminoglikosida, hal tersebut disebabkan karena interaksi senyawa Disodium Klodronat Tetrahidrat dengan senyawa aminoglikosida dapat meningkatkan resiko dan memperparah penyakit hipokalsemia pengguna.
  • Tidak disarankan menggunakan obat Bonefos ini bersamaan dengan obat-obatan jenis NSAID, karena hal tersebut dapat menyebabkan meningkatkan resiko terkenanya gagal ginjal bagi penggunanya.
  • Jangan pernah menggunakan obat Bonefos ini pada saat pengguna sedang menggunakan obat-obatan yang mengandung estramustine fosfat. Hal tersebut disebabkan karena terdapat laporan yang menyebutkan bahwa interaksi antara senyawa Disodium Klodronat Tetrahidrat dengan senyawa estramustine fosfat, dapat menyebabkan meningkatnya konsentrasi estramustine fosfat dalam darah hingga mencapai 80%.
  • Hindari makanan ataupun minuman yang mengandung kation divalen, seperti antasid ataupun preparat besi pada saat pengguna sedang menggunakan obat Bonefos ini, karena hal tersebut dapat menyebabkan berkurangnya manfaat dari penggunaan obat Bonefos tersebut.
  • Tidak disarankan untuk menggunakan obat Bonefos ini bersamaan dengan obat-obatan lainnya yang mengandung senyawa bifosfonat lainnya, karena dikhawatirkan dapat menyebabkan efek overdosis pada penggunanya.

Peringatan dan Perhatian:

Dibawah ini terdapat beberapa informasi terkait dengan penggunaan obat Bonefos yang perlu diketahui dan diperhatian oleh pengguna sebelum menggunakan obat Bonefos tersebut, yaitu sebagai berikut:

  1. Pada saat menggunakan obat Bonefos ini, usahakan agar pengguna mendapatkan asupan air yang cukup, terutama pada pengguna yang menderita penyakit hiperkalsemia dan juga penyakit ginjal, seperti gagal ginjal.
  2. Pergunakan obat Bonefos ini sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan oleh produsen ataupun sesuai dengan resep dari dokter, hal ini perlu dilakukan agar terhindar dari gejala overdosis.
  3. Apabila pengguna mulai mengalami gejala overdosis, maka segera lakukan terapi simtomatik kepada pengguna tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan bahwa pengguna memiliki cukup cairan didalam tubuhnya. Setelah itu segera bawa ke pusat unit kesehatan terdekat.
  4. Penggunaan obat Bonefos yang melebihi dari dosis yang dianjuran oleh produsen ataupun dari resep dokter dapat menyababkan terjadinya kerusakan ginjal berat pada penggunanya.
  5. Untuk para pengguna yang sedang mengalami patah tulang paha atipikal, maka harus segera menghentikan penggunaan obat Bonefos ini sementara, hingga permasalahan patah tulang paha atipikal tersebut teratasi terlebih dahulu.
  6. Pada saat pengguna yang sedang mengalami gangguan ginjal ataupun hiperkalsemia menggunakan obat Bonefos berjenis infus, maka harus selalu diperhatikan kadar serum kreatinin, serum kalsium dan juga kadar serum fosfat yang ada di dalam darah pengguna, selama sedang menggunakan obat Bonefos tersebut.
  7. Pada saat menggunakan obat Bonefos ini, pengguna harus menghindari prosedur invasif gigi, karena hal tersebut dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan pengguna.
  8. Hindari penggunaan obat Bonefos ini untuk pengobatan jangka panjang, karena telah dilaporkan bahwa penggunaan obat Bonefos untuk terapi jangka panjang, dapat menyebabkan terjadinya osteonekrosis saluran pendengaran eksternal. Gejala pengguna telah terkena osteonekrosis saluran pendengaran eksternal adalah dengan munculnya infeksi telinga kronis.
  9. Lama usia penyimpanan obat Bonefos ini, untuk obat yang berbentuk infus selama 3 tahun, dan untuk obat yang berbentuk kapsul selama 5 tahun.
  10. Simpan obat Bonefos ini pada ruangan yang kering, serta memiliki suhu ruangan di bawah 25 °C (untuk obat yang berbentuk kapsul). Dan yang terpenting letakkan obat Bonefos ini ditempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  11. Untuk tempat penyimpanan obat Bonefos yang berbentuk infus, hanya dapat disimpan pada ruangan yang bersuhu 2 °C sampai dengan 8 °C.

You may also like