Home Featured Rutin dan Berlebihan Minum Milk Tea Pria Ini Sampai Alami Koma, Kok Bisa?

Rutin dan Berlebihan Minum Milk Tea Pria Ini Sampai Alami Koma, Kok Bisa?

by Erlita

Tak salah lagi deh, milk tea adalah salah satu jenis minuman yang segar dan jadi favorit banyak orang karena juga mengandung kadar gula tinggi. Namun karena kadar gulanya yang banyak itulah, para ahli nutrisi memberi saran agar milk tea tidak dikonsumsi terlalu sering apalagi sampai kebanyakan.

Melansir dari World of Buzz, seorang pria asal Fuzhou, China gara-gara minum milk tea terlalu banyak sampai mengalami koma. Namun sebelum koma, kondisi mual, muntah, kram perut hingga diare pernah ia derita. Tak hanya gangguan pencernaan, parahnya pria ini pun sampai tak ada nafsu makan sehingga akhirnya memilih mengonsumsi milk tea setiap hari dan beraneka ragam dessert.

Ia bahkan mampu mengonsumsi milk tea sebanyak 500-1000 ml setiap hari tanpa asupan nasi dan bahkan tanpa minum air putih. Kebiasaan tidak sehat inilah yang kemudian membuatnya berakhir dengan diagnosa diabetic hyperosmolar. Penyebab kondisi ini adalah kenaikan kadar gula darah yang terlalu drastis dan tinggi di mana hal ini lebih umum dialami penderita diabetes yang tak terdiagnosis maupun yang kadar gulanya sudah sulit dikendalikan.

Pada kasus diabetic hyperosmolar, pada umumnya penderita akan mengalami beberapa gejala seperti berikut:

  • Lebih sering buang air kecil
  • Mulut kering
  • Rasa haus berlebihan
  • Kadar gula darah bisa sampai 600 mg/dL dan bahkan bisa lebih tinggi
  • Demam
  • Kulit kering
  • Kebingungan
  • Ngantuk
  • Penglihatan menurun
  • Timbul halusinasi
  • Tubuh kejang-kejang
  • Koma

Pria ini pun akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisi makin buruk. Menurut hasil pemeriksaan dokter, gangguan elektrolit juga dialami pria ini. Karena gangguan pencernaan yang menyebabkannya sempat diare dan muntah, akhirnya cairan tubuh pun terlalu banyak yang hilang.

Tak hanya itu, rupanya ada pula kondisi kelainan elektrolit yang terdeteksi pada pria ini, yakni hyponatremia dan hyperkalemia. Beruntung dokter masih bisa menangani dengan cepat sehingga kondisi pria ini dapat diselamatkan.

Pada umumnya, metode perawatan untuk penderita penyakit ini antara lain adalah:

  • Insulin intravena sebagai cara agar kadar gula darah tinggi bisa turun dan normal lagi.
  • Cairan intravena yang berguna untuk menangani masalah dehidrasi serius penderita.
  • Kalium intravena yang membantu agar fungsi sel-sel tubuh dapat bekerja dengan baik.

Belajar dari kasus pria ini, hindari konsumsi makanan maupun minuman bergula tinggi secara berlebihan apalagi tanpa mengasup nutrisi lainnya secara seimbang. Pastikan pula memeriksakan kesehatan secara rutin agar kondisi yang berhubungan dengan kondisi gula darah bisa terdeteksi dari awal.

You may also like