Kontroversi Susu Kental Manis, Bahaya atau Tidak untuk Dikonsumsi?

281

Susu kental manis bukan susu adalah kontroversi susu kental manis paling anyar dan masih hangat dibicarakan oleh masyarakat. Kontroversi ini pun alhasil membingungkan banyak orang, khususnya yang memang gemar dan rutin mengonsumsi susu kental manis. Bahkan hal ini pun turut menimbulkan pertanyaan tentang apakah itu berarti susu kental manis berbahaya bagi kesehatan.

Kontroversi SKM, Bahaya atau Tidak?

Kontroversi tentang susu kental manis muncul setelah adanya larangan melalui surat edaran tentang produk SKM yang diterbitkan oleh BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan. Sesudah adanya kajian tersebut, keputusan baru dapat Kemenkes buat tentang aturan baru berhubungan dengan proses pembuatan dan pemasaran produk susu kental manis.

Sebelum ini pun, Kemenkes telah mengeluarkan penegasan tentang susu kental manis bukan termasuk dalam golongan susu yang bergizi dan bernutrisi. Jadi, apakah sebenarnya ini adalah tanda bahwa susu kental manis berbahaya untuk dikonsumsi oleh masyarakat? Konsumsi produk susu kental manis sah-sah saja, namun memang perlu ada pembatasan.

Susu jenis ini masih dapat dianggap sebagai produk susu, hanya saja memang kandungan gula adalah yang lebih banyak sementara kandungan susunya sendiri termasuk rendah. Karena alasan tersebutlah, produk susu kental manis tak diperuntukkan bagi bayi dan anak-anak balita dan tak sebaiknya diberikan oleh para orang tua untuk memenuhi gizi anak-anaknya.

Bukan sebagai pemenuh asupan gizi anak, susu kental manis di pasaran yang kita tahu adalah lebih berperan sebagai pelengkap sajian saja, seperti pada pembuatan kue dan puding. Untuk itulah, para produsen, distributor hingga importir perlu memerhatikan 4 hal penting berikut ini:

  • Tidak boleh menampilkan produk susu kental manis dalam iklannya bersama dengan balita atau bayi di mana produk SKM disetarakan dengan produk susu lain yang mampu melengkapi dan menambah gizi anak.
  • Tidak boleh memakai visualisasi gambar susu cair dalam mempromosikannya.
  • Tidak boleh memakai visualisasi gambar penyajian susu kental manis dengan cara diseduh di dalam gelas.
  • Tidak boleh menayangkan iklan susu kental manis khusus pada jam tayang program acara anak-anak.

Tentunya kesepakatan dan larangan tersebut dibuat berdasarkan pada kenyataan bahwa ada pemanfaatan anak-anak oleh perusahaan pembuat susu kental manis dalam setiap iklan produk. Karena susu kental manis tak diperuntukkan bagi anak-anak, sementara produk melalui label dan iklannya masih memanfaatkan anak-anak, para produsen, distributor dan importir wajib memerhatikan hal-hal tersebut.

Susu kental manis dalam kontroversinya sebenarnya bukanlah produk yang berbahaya karena masih boleh untuk dikonsumsi. Hanya saja, sekali lagi produk susu kental manis bukan untuk para bayi dan anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, apalagi dikonsumsi setiap hari dan berlebihan.

Fungsi Susu Kental Manis

Iklan dan label susu kental manislah yang menjadi media penyesatan, khususnya pada para orang tua yang memiliki bayi dan anak balita. Fungsi dan peran susu kental manis sendiri adalah sebagai pelengkap pembuatan minuman dan topping makanan yang utama. Jadi, susu kental manis bukan minuman menyehatkan sebab ada lebih dari 50 persen kadar gula di dalamnya.

Dengan alasan susu kental manis mengandung rendah protein dan gula yang cukup tinggi itulah IDAI atau Ikatan Dokter Anak Indonesia turut mempublikasikan tulisan mereka mengenai bahaya susu kental manis untuk anak-anak yang sama dengan bahaya konsumsi gula berlebihan. Jika dikonsumsi oleh anak-anak setiap hari dan berlebihan, penumpukan gula bisa terjadi pada tubuh anak, terutama kalau pembuatan SKM masih ditambah dengan gula lagi.

Sempat ada permintaan untuk penjualan susu kental manis dihentikan karena masyarakat merasa telah tertipu oleh label dan iklan produsen produk susu tersebut. Namun, pengertian jelas tentang kontroversi susu kental manis sudah diberikan oleh pihak BPOM sehingga masyarakat dihimbau untuk memilih jenis susu yang tepat bagi anak-anak mereka agar terhindar dari akibat terlalu banyak mengkonsumsi gula dari susu kental manis.