Futacef – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

54

Futacef mengandung Cefotaxime Sodium yang berbentuk serbuk injeksi 1 g/vial, diproduksi oleh PT Meprofarm. Obat ini tergolong antibitiok sefalosporin yang bekerja dengan membunuh bakteri, termasuk pneumonia dan infeksi saluran pernapasan bawah; gonore (penyakit menular seksual); meningitis (infeksi membran otak dan sumsum tulang belakang); infeksi otak dan sumsum tulang belakang; infeksi pencernaan, organ reproduksi wanita, kulit, darah, tulang, sendi, dan saluran kemih.

Mekanisme Kerja Futacef

Cefotaxime akan berikatan dengan protein dan menghambat transpeptidasi akhir pada proses sintesis peptidoglikan, yang mengakibatkan kematian dinding sel, serta menahan degradasi oleh enzim beta laktamase.

Indikasi Futacef

  • Futacef digunakan untuk mengobati berbagai infeksi berat yang diakibatkan oleh bakteri yang peka terhadap cefotaxime, serta dapat pula digunakan untuk mencegah infeksi saat terjadinya pembedahan.
  • Futacef juga terkadang digunakan untuk mengobati demam tifoid (infeksi serius), infeksi akibat salmonella, dan infeksi diare lainnya, keracunan makanan, penyakit Lyme, dan infeksi akibat gigitan anjing.

Dosis Futacef

Dewasa dan anak usia > 12 tahun

  • Infeksi sedang hingga berat : 1 – 2 g setiap 6 – 8 jam
  • Infeksi berat atau mengancam jiwa : 2 g tiap 4 jam. Maks 12 g per hari
  • Pencegahan infeksi pasca operasi : 1 g IM/IV 30 – 90 menit sebelum operasi
  • Seksio caesarea : 1 g IV segera sesudah tali pusat diklem, dilanjutkan dengan 1 g IM/IV, 6 atau 12 jam sesudah pemberian dosis pertama.
  • Gonore : 1 g IM dosis tunggal
  • Infeksi tak terkomplikasi : 1 g IM/IV tiap 12 jam

Dosis yang diberikan bergantung pada kondisi medis dan respon pasien terhadap pengobatan.

Efek Samping

  • Efek samping yang umum terjadi adalah bengkak, kemerahan, nyeri di area injeksi. Obat ini hanya diresepkan apabila manfaat lebih besar daripada risiko efek samping yang mungkin terjadi.
  • Apabila terjadi efek samping yang serius, seperti pendarahan/memar, kelelahan, ketidakmampuan untuk bergerak, perubahan mental/mood (seperti bingung), kejang, gejala-gejala penyakit ginjal (seperti perubahan jumlah urin), gejala gangguan hepatik (seperti mual/muntah yang tidak kunjung berhenti, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, kulit atau mata yang menguning, urine yang menggelap).
  • Segeralah minta bantuan medis apabila mengalami efek samping yang sangat serius, yaitu detak jantung yang tidak teratur.
  • Obat ini dapat mengakibatkan kondisi usus yang parah (diare yang disebabkan Clostridium difficile) yang disebabkan oleh bakteri yang mengalami resisten. Apabila mengalami gejala seperti ini: diare yang tidak kunjung berhenti, kram perut, adanya darah pada tinja, maka segera hubungi dokter.
  • Penggunaan obat ini dalam jangka waktu panjang akan mengakibatkan infeksi rongga mulut. Hubungi dokter apabila ditemukan bintik putih di dalam mulut, perubahan di area vagina, ataupun gejala lainnya.

Kontraindikasi

Obat ini dikontraindikasikan untuk pasien yang mengalami alergi atau hipersensitivitas terhadap antibiotik lain seperti penisilin atau golongan sefalosporin lain. Selain itu, obat ini juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita hamil dan yang sedang menyusui.

Perhatian Khusus

  • Apabila gejala telah membaik, obat tetap digunakan hingga beberapa hari untuk mencegah terjadinya infeksi yang berulang.
  • Sebelum penggunaan obat, beri tahukan kepada dokter terkait riwayat medis, khususnya terkait penyakit ginjal dan gangguan pencernaan seperti kolitis.
  • Infeksi Cefotaxime akan mengakibatkan pemberian vaksin hidup seperti vaksin tifoid tidak akan bekerja optimal. Jangan gunakan imunisasi/vaksinasi saat penggunaan obat ini, akan lebih baik apabila dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter terkait.
  • Apabila penggunaan obat dilakukan saat sedang mengonsumsi pil KB, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mencegah terjadinya kehamilan. Karena beberapa antibiotik dapat menurunkan efektivitas pil KB.

Interaksi Obat

  • Probenesid, dimana probenesid dapat memperlambat ekskresi probenesid.
  • Aminoglikosida dan diuretik kuat dapat meningkatkan risiko nefrotoksisitas

Cara Penggunaan Futacef

Obat ini diberikan dengan cara diinjeksikan terhadap otot atau pembuluh darah vena sesuai dengan instruksi dokter. Apabila injeksi ditujukan terhadap vena, maka obat harus diinjeksikan secara perlahan paling tidak 3 menit untuk menghindari terjadinya efek samping yang serius (seperti detak jantung yang tidak teratur). Apabila obat digunakan secara individu di rumah, maka perhatikan produk terlebih dahulu secara visual, apakah terdapat partikel atau mengalami perubahan warna.