Crinone – Fungsi – Obat Apa – Dosis dan Efek Samping

Crinone termasuk ke dalam golongan keras yang hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter.

Komposisi

  • Crinone merupakan obat berbentuk gel untuk penggunaan di vagina, mengandung progesteron sebagai senyawa aktifnya

Indikasi

  • Crinone diindikasikan untuk terapi infertilitas pada wanita yang disebabkan produksi hormon progesteron yang tidak memadai

Mekanisme Kerja Obat

Progesteron merupakan salah satu hormon yang secara alami diproduksi oleh ovarium. Progesteron memiliki berbagai fungsi di dalam tubuh, namun fungsi utamanya adalah mempertebal dinding rahim pada masa ovulasi (masa kematangan sel telur / ovum) untuk mempersiapkan rahim untuk ditempati oleh embrio jika terjadi pembuahan. Selain itu, progesteron juga berperan penting dalam mempertahankan kehamilan. Wanita yang memproduksi progesteron dalam jumlah yang tidak mencukupi seringkali sulit hamil, mengalami keguguran atau melahirkan bayi yang prematur.

Kondisi seperti ini dapat diatasi dengan memberikan terapi progesteron, salah satunya adalah dengan menggunakan gel Crinone yang mengandung progesteron. Progesteron yang diberikan ini akan menghasilkan efek yang sama seperti progesteron alami pada tubuh.

Dosis dan Cara Penggunaan

Crinone biasanya diresepkan untuk digunakan sebanyak 1 kali sehari pada hari ke18-21 siklus menstruasi. Jika terjadi kehamilan, maka penggunaan Crinone sebaiknya dilanjutkan selama 10-12 minggu. Berikut adalah cara menggunakan Crinone dengan benar (secara umum, langkah-langkah ini bisa diterapkan untuk menggunakan obat lain yang juga berbentuk gel vaginal):

  1. Cuci kedua tangan Anda menggunakan air dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk atau tisu
  2. Buka tutup tube Crinone (Crinone tersedia dalam bentuk kemasan berupa tube kecil untuk sekali pemakaian)
  3. Tekan bagian ujung tube (bagian yang berbentuk persegi, berisi gel) sampai ada sedikit gel yang keluar di ujung aplikator
  4. Ratakan gel yang keluar tersebut di ujung aplikator (untuk melumasi aplikator)
  5. Berbaringlah telentang
  6. Tekuk kedua lutut dan lebarkan paha
  7. Perlahan-lahan sisipkan aplikator ke dalam vagina, sedalam mungkin tanpa menggunakan kekuatan
  8. Tekan bagian ujung tube sampai semua gelnya keluar
  9. Lepaskan aplikator dari vagina, kemudian buanglah tube Crinone ke tempat sampah
  10. Cuci kembali kedua tangan Anda menggunakan air dan sabun

Kontraindikasi

Pasien yang memiliki kondisi-kondisi berikut tidak diperbolehkan menggunakan Crinone:

  1. Kanker payudara atau riwayat kanker payudara
  2. Porfiria
  3. Gangguan fungsi hati atau kanker hati
  4. Perdarahan vaginal yang abnormal
  5. Hipertensi / darah tinggi yang tidak terkontrol
  6. Riwayat stroke atau serangan jantung

Kategori Keamanan bagi Ibu Hamil dan Menyusui

  • Progesteron aman untuk digunakan oleh ibu hamil dan biasa digunakan pada awal kehamilan untuk membantu mempertahankan kehamilan
  • Progesteron cukup aman untuk digunakan oleh ibu menyusui, namun konsultasikanlah dengan dokter jika Anda mendapatkan resep Crinone atau obat lainnya yang mengandung progesteron saat masih dalam masa menyusui

Efek Samping

Berikut adalah efek samping yang mungkin timbul setelah penggunaan Crinone:

  1. Pembesaran payudara
  2. Payudara terasa keras / kencang
  3. Kram
  4. Perubahan mood / mudah marah
  5. Mual
  6. Merasa pusing
  7. Gangguan siklus tidur
  8. Sakit kepala
  9. Sakit perut
  10. Batuk
  11. Diare
  12. Konstipasi / sembelit

Tidak semua pasien yang menggunakan Crinone akan mengalami efek samping di atas. Namun, jika Anda merasakan efek samping apapun, baik yang telah disebutkan di atas maupun efek samping lainnya setelah menggunakan Crinone, segeralah konsultasikan hal tersebut kepada dokter atau apoteker agar efek samping tersebut bisa segera ditindaklanjuti.

Interaksi Obat

Crinone adalah obat yang digunakan secara lokal di vagina, umumnya tidak menimbulkan interaksi dengan obat lain. Namun, beritahukan kepada dokter dan/atau apoteker mengenai obat yang sedang atau akan Anda gunakan (sintetis maupun herbal), terutama obat yang juga digunakan di vagina untuk memastikan bahwa penggunaan obat tersebut bersamaan dengan Crinone tidak akan menimbulkan efek samping yang merugikan bagi Anda. jangan ragu untuk menanyakan apapun perihal obat ini kepada apoteker.

Jika Anda mendapat resep obat lain yang juga digunakan di vagina, berilah jeda waktu pemakaian minimal 6 jam sebelum / setelah pemakaian Crinone.

Perhatian

  1. Jangan memulai atau mengulangi pengobatan dengan menggunakan Crinone tanpa menggunakan resep dokter
  2. Jangan mengubah dosis Crinone yang telah diresepkan oleh dokter
  3. Jangan menghentikan penggunaan Crinone tanpa anjuran dari dokter
  4. Lakukanlah kontrol ke dokter sesuai anjuran dari dokter
  5. Jangan memberikan Crinone kepada orang lain walaupun mereka terlihat memiliki gejala yang sama seperti Anda, penggunaan Crinone perlu didasarkan pada diagnosis dokter
  6. Crinone tidak diindikasikan untuk penggunaan pada anak-anak
  7. Sebagian pasien yang menggunakan Crinone mengalami efek samping berupa rasa kantuk atau kepala yang terasa pusing, jika Anda merasakan efek samping ini, hindarilah mengemudikan kendaraan atau mengoperasikan alat yang dapat membahayakan jika tidak dioperasikan dengan benar
  8. Usahakanlah untuk menggunakan Crinone pada waktu yang sama setiap harinya untuk memaksimalkan efeknya dan membantu Anda mengingat untuk menggunakan obat ini
  9. Perhatikan kondisi tube Crinone sebelum Anda menggunakannya, jika Anda melihat adanya kerusakan pda tube Crinone, jangan gunakan obat ini dan tanyakanlah kepada apoteker mengenai apa yang harus Anda lakukan
  10. Selalu perhatikan tanggal kadaluwarsa Crinone atau obat apapun yang akan Anda gunakan, pastikan obat tersebut belum melewati tanggal kadaluwarsanya
  11. Simpanlah Crinone pada suhu kamar di tempat yang kering dan terlindung dari sinar matahari langsung, jauhkan dari jangkauan anak-anak