Clafexim – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Obat suntik merek Clafexim adalah salah satu jenis obat antibiotik Cephlosporin, yang umumnya digunakan untuk mengatasi berbagai masalah yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti jenis infeksi kulit , infeksi saluran kemih, infeksi saluran nafas bagian bawah, infeksi sendi, infeksi area abdomen, hingga masalah organ genital dan meningitis. Pasien yang sudah mengalami operasi juga perawatan pasca operasi tiroid diberikan Clafexim untuk pencegahan infeksi pada luka bekas operasinya.

Kandungan Clafexim

Obat Clafexim ini memiliki kandungan utama zat Cefotaxime yang merupakan kategori antibiotic sefalosporin untuk mengatasi infeksi karena bakteri. Cara kerjanya, Cefotaxime akan menghambat secara maksimal sintesis bakteri pada bagian dinding sel nya.

Fungsi Clafexim

Selain sebagai penghambat bakteri penyebab infeksi hingga ke bagian dinding sel nya, ternyata obat Clafexim ini juga memiliki fungsi makanan yang cepat menyembuhkan luka operasi  lain yang tidak kalah penting, seperti :

  1. Selain untuk mengatasi masalah penyakit karena infeksi bakteri, obat ini juga dapat menjadi obat yang tepat untuk mengatasi infeksi lainya yang disebabkan oleh virus seperti pilek dan flu.
  2. Utamanya, Clafexim dapat menjadi obat suntik antibiotic untuk infeksi kulit dan jaringan tulang, infeksi saluran pernafasan bawah hingga infeksi sendi
  3. Mengatasi penyakit meningitis yaitu selaput pelindung yang menutupi bagian saraf belakang dan otak pasien, sehingga membuat rusak sistem saraf dan otaknya
  4. Bagi pasien yang telah menjalani operasi, suntikan Clafexim ini dapat menjadi imun sebagai pencegah infeksi pada luka bekas operasi yang telah dijalani

Dosis Obat Clafexim

Clafexim dalam bentuk obat suntik diberikan pada pasien berdasarkan dosis tertentu. Dosinya harus disesuaikan dengan jenis infeksi yang diderita oleh pasien. Begitu juga perawatan pasca pengangkatan rahim dengan keterangan lain seperti riwayat kesehatan pasien dan  tingkat keparahan penyakitnya.

  • Untuk Dewasa

Secara umum, takaran Clafexim yang memiliki kandungan Cefotaxim ini diberikan sebanyak 2 gram/ hari setiap 6 hingga 8 jam. Dosis ini untuk pemberian penyakit :

  1. Meningitis
  2. Endometritis
  3. Epiglotitis
  4. Gonore
  5. Lyme
  • Untuk Anak-anak

Anak-anak biasanya diberikan dosis sesuai dengan anjuran setelah operasi amandel  berat badan dan jenis infeksinya, yaitu 150 hingga 200 mg/kg berat badanya. Anak-anak biasanya  bisa dengan mudah terserang vrus pilek dan juga flu atau sakit lyme.  Jika kondisi infeksi cukup parah, harus ditambah dosisnya menjadi 12 gram /hari selama 3 hingga 4 kali pemberian.

Efek Samping Clafexim

Sebagai obat suntik yang diberikan berdasarkan resep dokter, Clafexim dapat menyebabkan efek samping khusus pada sebagian pasienya, seperti :

  1. Mengalami pusing
  2. Mengalami kejang-kejang
  3. Mengalami diare
  4. Mengalami ruam-ruam di kulit
  5. Mengalami demam

Efek samping yang dirasakan bisa berbeda-beda suntik kortison setiap orang, tergantung pada sistem imunitasnya yang bisa menurun atau malah meningkat terhadap reaksi obat yang dikonsumsi.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, sebelum pasien diberikan obat suntik Clafexim, dikhawatirkan hal-hal ini akan membuat kondisi pasien menjadi tidak stabil :

  • Perhatikan pasien yang bisa saja mengalami preparat, yaitu gerakan peristalsis pada saluran cernanya yang menjadi terhambat karena pengaruh Clafexim
  • Sebaiknya lakukan pemantauan pada fungsi ginjal pasien, dan berikan obat suntik tersebut bersamaan dengan aminoglikosida (jika perlu)

Kontraindikasi Clafexim

Kontraindikasi yang dapat muncul karena obat Clafexim ini, berupa hipersensitivitas, yaitu baxima terjadi respon terhadap imunitas yang berlebihan, dan membuat tubuh pasien menjadi tidak nyaman.

Clafexim untuk Wanita Hamil

Obat suntik Clafexim yang memiliki kandungan Cephotaxime) dalam dunia medis, dikenal sebagai orang. Obat kategori B, yaitu boleh dikonsumsi jika memang akan bermanfaat atau bisa juga Clafexim tidak dikonsumsi jika malah muncul gejala lain yang berbahaya bagi tubuh wanita hamil.