Cetinal – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Cetinal adalah salah satu jenis produk obat yang digunakan untuk membantu menyembuhkan berbagai macam alergi yang dialami oleh tubuh. Cetinal diproduksi oleh kalbe farma dan cara penggunaannya adalah dengan dikunyah. Untuk bisa menggunakan obat ini, pengguna harus mendapatkan resep resmi dari dokter dan membelinya di apotik.

Kandungan Cetinal

  • Cetinal mengandung zat aktif dengan nama Cetirizine HCl 10 mg/tablet.

Fungsi Cetinal

Cetinal dapat digunakan untuk mengobati dan meringankan beberapa jenis kondisi seperti:

  1. Digunakan untuk mengobati rinitis baik rinitis biasa atau rinitis vasomotor atau hay fever
  2. Dapat membantu menyembuhkan urtikaria akut ataupun kronis
  3. Membantu menyembuhkan penyakit Kimura

Dosis Penggunaan Cetinal

Agar mampu dengan cepat dan tepat dalam pengobatan dan penyembuhan penyakit yang sudah disebutkan diatas, Cetinaldapat disesuaikan dosisnya untuk diberikan kepada penggunanya. Dosis yang dapat digunakan oleh pengguna adalah sebagai berikut:

  • Untuk pengguna dengan usia diatas 12 tahun dan dewasa, dapat digunakan sejumlah 10 mg sebanyak 1 kali sehari atau 5 mg sebanyak 2 kali sehari dan diutamakan dikonsumsi setelah makan malam
  • Untuk pengguna dengan usia antara 6 hingga 12 tahun, dapat digunakan sejumlah 10 mg setiap harinya sebagai dosis tunggal atau dibagi menjadi 2 dosis dalam sehari dan dikonsumsi pada pagi serta setelah makan malam

Efek Samping Cetinal

Seperti jenis obat lainnya, Cetinal juga bisa memberikan salah satu atau beberapa efek sampingnya sekaligus pada penggunanya. Untuk dapat mengantisipasinya, berikut macam efek samping yang dapat ditimbulkan oleh Cetinal:

  1. Pengguna dapat merasa mengantuk
  2. Pengguna dimungkinkan merasa mudah lelah
  3. Pengguna dapat mengalami pusing dan sakit kepala
  4. Dimungkinkan pengguna mengalami insomnia
  5. Pengguna dapat merasa sakit perut
  6. Pengguna dimungkinkan mengalami faringtis
  7. Pengguna dapat merasa mual dan muntah
  8. Pengguna dimungkinkan mengalami batuk
  9. Pengguna akan mengalami diare
  10. Pengguna akan mengalami epistaksis
  11. Pengguna dapat mengalam bronkospasme dan mulut kering

Kontraindikasi Cetinal

Dalam menggunakan Cetinal, perlu diketahui dengan baik beberapa jenis kondisi yang harus dijauhi agar tidak menimbulkan kontraindikasi obat yang membahayakan. Macam kondisi tersebut diantaranya:

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi atau hipersensitif terhadap penggunaan Cetinal atau bahan penyusunnya
  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna dibawah usia 6 tahun
  • Tidak diperkenankan diberikan kepada penderita epilepsi

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan

Dalam penggunaan Cetinal, terdapat beberapa macam hal yang harus diperhatikan dengan baik dan benar. Hal tersebut adalah:

  1. Simpan Cetinal di tempat yang kering, sejuk dan tidak lembab
  2. Jauhkan Cetinal dari jangkauan anak dibawah umur dan hewan peliharaan
  3. Jauhkan penyimpanan Cetinal dari paparan sinar matahari
  4. Tidak disarankan untuk merubah dosis penggunaan Cetinal baik menambah atau mengurangi dosis penggunaannya
  5. Jika pengguna melewatkan waktu konsumsi Cetinal, konsumsi Cetinal seperti biasa tanpa harus menggandakan dosis dengan tujuan agar dosis sebelumnya yang terlewat bisa digantikan 
  6. Pengguna tidak disarankan untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi seperti mengemudi
  7. Tidak diperbolehkan mengonsumsi alkohol selama menggunakan Cetinal
  8. Tidak boleh membuang Cetinal di area drainase karena memungkinkan merusak lingkungan

Cetinal Untuk Wanita Hamil

Hingga saat ini belum ada pernyataan yang secara resmi memberikan pernyataan bahwa penggunaan Cetinal untuk wanita yang sedang hamil atau menyusui tidak diperbolehkan. Selain itu, didukung juga dengan tidak adanya penelitian yang mampu memberikan bukti bahwa penggunaan Cetinal untuk pengguna yang sedang hamil atau menyusui mampu membahayakan nyawa penggun, jnin dalam kandungan dan bayi yang sedang menyusu.

Maka dari itu, penggunaan Cetinal masih disarankan asalakan sesuai dengan dosis yang diberikan dokter dan berada di bawah pengawasan ketat dari dokter atau tenaga medis lainnya yang bberwenang.