Wednesday, May 22, 2019
Home Penyakit dan Kelainan Rhinitis Vasomotor

Rhinitis Vasomotor

Rhinitis vasomotor juga dikenal sebagai sebuah kondisi rhinitis non-alergi yang biasanya penderita akan mengalami bersin kronis serta hidung berair tanpa alasan yang jelas karena bukan termasuk alergi akan alergen. Gejala yang muncul bisa dikatakan mirip dengan rhinitis alergi atau yang kita sebut juga dengan istilah hay fever, namun memang penyebabnya sendiri kurang begitu dapat dipastikan.

Gejala

Kemunculan gejala rhinitis vasomotor tidaklah begitu jelas karena keluhan bisa datang dan pergi selama sepanjang tahun, namun ada kemungkinan pula bahwa gejala yang muncul bisa secara konstan. Berikut di bawah ini merupakan beberapa gejala umum yang paling sering dialami sebagai tanda rhinitis vasomotor:

  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Hidung berair
  • Batuk
  • Ada lendir atau dahak di dalam tenggorokan

Namun perlu diketahui bahwa rhinitis vasomotor termasuk di dalam jenis rhinitis non-alergi yang artinya keluhan gejala mirip dengan rhinitis alergi hanya saja tidak seluruhnya mirip. Justru pada kondisi rhinitis non-alergi seperti rhinitis vasomotor ini tak akan menimbulkan tenggorokan gatal, mata gatal, atau hidung gatal.

Mata juga tidak akan berair pada kondisi rhinitis ini karena ketika tenggorokan, mata dan hidung gatal disertai pula mata berair, itu tandanya Anda mengidap rhinitis alergi dan bukannya non-alergi. Penting untuk mengetahui perbedaannya agar Anda bisa cepat bertindak untuk menangani rhinitis jenis ini.

Kapan harus ke dokter memeriksakan diri?

Saat Anda merasa bahwa gejala yang dialami sudah pada tahap yang parah, dan bahkan obat-obatan serta perawatan alami tidak membantu, segera ke dokter untuk memperoleh bantuan medis. Begitu juga saat Anda mengalami efek samping yang cukup membuat tak nyaman dari penggunaan obat rhinitis, silakan konsultasi langsung ke dokter.

Penyebab

Rhinitis vasomotor dialami oleh seseorang terutama sewaktu terjadi pelebaran pada pembuluh darah dalam hidung. Pembengkakan kemudian dapat muncul sebagai hasil dari pelebaran pembuluh darah tersebut sehingga akhirnya menjadi pemicu terjadinya penyumbatan. Dari kondisi ini, lendir yang berasal dari hidung pun mampu menjadi kering.

Penyebab jelas dan pasti dari rhinitis vasomotor belum jelas diketahui namun para ahli mengetahui bahwa terjadinya rhinitis non-alergi ini adalah karena pelebaran tadi sehingga akan membuat lapisan hidung terisi dengan darah serta cairan lendir. Adanya pembengkakan yang turut terjadi juga itulah yang meningkatkan potensi hiperresponsif pada ujung saraf hidung sehingga reaksi yang terjadi pada paru-paru pun mirip dengan asma.

Selain itu, perlu juga bagi kita untuk mengetahui beberapa hal yang menjadi faktor risiko dari rhinitis non-alergi ini, seperti faktor-faktor di bawah ini:

  • Perubahan hormon – Saat seseorang hamil, menstruasi, atau menggunakan kontrasepsi oral, maka kemungkinan perubahan hormon akan terjadi yang juga berpengaruh besar pada terjadinya rhinitis vasomotor. Bahkan kondisi hormonal seperti hipotiroidisme pun diperkirakan berisiko menyebabkan rhinitis vasomotor.
  • Penggunaan obat tertentu – Beberapa obat tertentu bisa menjadi pemicu terjadinya rhinitis non-alergi, seperti ibuprofen, aspirin, dan obat penekan darah tinggi.
  • Minuman dan makanan tertentu – Walau bukan rhinitis alergi, rhinitis vasomotor ini bisa terjadi ketika kita makan, terutama saat menikmati makanan-makanan yang pedas dan panas. Waspadai juga akan konsumsi atau penggunaan alkohol sebab meminum alkohol secara berlebihan bisa menyebabkan bengkaknya membran di dalam hidung yang berujung pada penyumbatan saluran pernapasan.
  • Infeksi – Infeksi virus seperti flu adalah contoh penyebab juga akan rhinitis non-alergi seperti rhinitis vasomotor ini.
  • Perubahan cuaca – Membran di dalam hidung cenderung akan lebih gampang membengkak dan berair atau tersumbat saat suhu dan kelembaban udara berubah.
  • Iritan yang berasal dari pekerjaan atau lingkungan – Asap, asap rokok, debu, bau-bau yang begitu menyengat seperti parfum mampu menjadi faktor peningkat risiko rhinitis vasomotor.
  • Stres – Stres secara fisik atau mental memperbesar risiko rhinitis non-alergi pada beberapa orang.
  • Kondisi kesehatan tertentu – Hipotiroidisme atau juga sindrom kelelahan kronis bisa menjadi pemicu rhinitis vasomotor atau malah menjadi faktor yang memperparah kondisi tersebut.
  • Faktor jenis kelamin – Seperti sudah disebutkan perubahan hormon merupakan salah satu pemicu rhinitis non-alergi ini dan perubahan hormon tersebut lebih sering terjadi pada wanita.
  • Faktor usia – Bila rhinitis alergi lebih sering dialami orang-orang yang usianya di bawah 20 tahun, maka untuk kasus rhinitis vasomotor berbeda, yakni lebih banyak terjadi pada orang-orang berusia 20 tahun ke atas.

Pengobatan

Ketika gejala terjadi dan Anda memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, ada serangkaian metode pemeriksaan yang kiranya perlu ditempuh, seperti:

  • Pemeriksaan kulit – Supaya dapat jelas diketahui bahwa kulit Anda tidaklah alergi terhadap benda tertentu, pemeriksaan ini perlu dilakukan.
  • Tes darah – Tes ini bertujuan untuk pengukuran respon imun tubuh terhadap berbagai jenis alergen dan memastikan bahwa gejala bukanlah rhinitis alergi.
  • CT scan – Prosedur pemeriksaan ini memakai teknik X-ray untuk memastikan bahwa gejala yang terjadi bukanlah tanda-tanda sinusitis.
  • Endoskopi hidung – Tes ini akan memeriksa hingga bagian dalam hidung untuk memeriksa bahwa apakah ada kondisi sinusitis yang dialami pasien.

Pengobatan Medis

Apabila telah positif Anda terdiagnosa rhinitis vasomotor, ada beberapa perawatan menggunakan obat yang biasanya akan dianjurkan oleh dokter, seperti misalnya:

  • Dekongestan OTC
  • Semprotan salin
  • Semprotan nasal kortikosteroid OTC

Ada kemungkinan obat lain akan diberikan kepada Anda oleh dokter ketika gejala yang dialami cukup parah dan ada efek samping dari obat OTC ini, yakni seperti semprotan antihistamin dan semprotan nasal kortikosteroid.

Pengobatan Alami

Selain perawatan dengan obat yang diresepkan dokter, ada pula beberapa langkah yang bisa dilakukan secara alami demi menyembuhkan gejala rhinitis vasomotor, yakni:

  • Mandi air hangat – Cara ini bisa sekaligus mencegah rhinitis vasomotor untuk terjadi juga. Jadi, mandilah atau shower air hangat 10-15 menit sehari setidaknya 2 kali untuk membantu kelancaran pernapasan.
  • Bernapas di uap – Uap yang berasal dari air hangat adalah suatu cara juga yang bisa dilakukan di rumah setidaknya 10-15 menit sehari 2 kali untuk membantu agar penyumbatan bisa lega kembali.
  • Akar horseradish – Tanaman yang pada umumnya dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat makanan ini akarnya bisa digunakan 1 saja untuk dijus bersama 3 buah lemon. Simpan di lemari es bila sudah jadi dan setiap harinya konsumsilah ½ sendok teh 3 kali.
  • Minyak kayu putih – Tambahkanlah beberapa tetes minyak kayu putih ke dalam bak air mandi Anda yang panas. Mengombinasikan keduanya akan sangat merilekskan dan sekaligus melegakan pernapasan.

Bila tak segera ditangani dengan benar, waspadai akan adanya sejumlah risiko komplikasi yang dapat dialami, seperti misalnya infeksi telinga tengah, sinusitis, dan polip hidung. Maka saat gejala rhinitis vasomotor hadir dan Anda merasa tak nyaman, cepat-cepat ke dokter dan tangani dengan benar.

No posts to display

Recommended