Cetapain – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

413

Cetapain adalah obat penurun demam yang dapat digunakan oleh pasien dari segala rentang usia. Selain itu Cetapain dapat juga digunakan sebagai obat pereda nyeri seperti  sakit gigi, sakit kepala, serta kondisi nyeri ringan yang lain. Cetapain dapat juga digunakan untuk meredakan nyeri yang timbul setelah pelaksanaan tidakan operasi.

Cetapain diproduksi oleh Darya Varia dengan produk berbentuk infusion yang dikemas dalam botol bervolume 100ml.

Kandungan Cetapain

Kandungan utama yang terdapat pada Cetapain adalah Paracetamol dengan volume kandungan sebagai berikut:

  • 10 mg Zat aktif Paracetamol untuk setiap mililiter infusion Cetapain

Fungsi Cetapain

  1. Berfungsi sebagai antipiretic dan juga analgetic. Fungsi antipiretic pada paracetamol berguna untuk menurunkan demam yang dirasakan oleh pasien. Sedangkan fungsi Analgetic bekerja sebagai pereda nyeri.
  2. Paracetamol dalam Cetapain merupakan obat anti inflamasi namun belum termasuk pada golongan NSAID dikarenakan level anti inflamasi yang diberikan oleh obat ini masih pada taraf ringan dan tidak signifikan.
  3. Paracetamol dalam Cetapain bekerja dengan menghambat pembentukan prostaglandin yang dapat menyebabkan rasa nyeri pada pasien.
  4. Disamping itu Paracetamol juga bekerja pada pusat pengendali suhu di otak dengan menurunkan hipotalamus set-point yang berakibat pada turunnya suhu tubuh pasien.

Dosis Penggunaan Cetapain

Penggunaan Cetapain diberikan jika secara klinis pasien dapat diberikan obat secara intravena. Pemberian Obat ini diberikan ketika kondisi pasien menyebabkan pemberian obat secara oral maupun rectal tidak memungkinkan.

Adapaun acuan dosis penggunaan Cetapain adalah sebagai berikut :

  • Dosis pada pasien dewasa dan pasien anak anak yang memiliki berat badan 50 kg atau lebih adalah 1 gram Paracetamol diberikan dengan cara intravena selama durasi 15 menit. Obat dapat diberikan sampai batas jumlah pemberian 4 x dalam sehari. Dosis maksimal penggunaan obat ini adalah 4 gram paracetamol per hari.
  • Dosis pada pasien dewasa dan pasien anak anak yang memiliki berat badan antara 30 sampai 50 kg adalah 15 mg paracetamol untuk setiap kg Berat Badan Pasien dan diberikan secara intravena dengan durasi 15 menit. Obat dapat diberikan sampai batas pemberian maksimal 4 x dalam sehari. Dosis maksimal pemberian obat ini adalah 60 mg untuk tiap kg Berat Badan per hari.
  • Interval waktu sela adalah minimal 4 jam antara pemberian obat.

Pemberian dosis yang tepat untuk setiap pasien dapat berbeda sehingga ada baiknya dosis didasarkan pada hasil observasi awal dari dokter terkait kondisi pasien.

Efek Samping Cetapain

  • Hindari penggunaan pada jangka panjang karena dimungkinkan dapat memicu terjadinya efek samping pada ginjal termasuk memicu terjadinya penyakit ginjal atau bahkan gagal ginjal akut.
  • Dimungkinkan terjadi Efek samping pada kulit meskipun jarang terjadi seperti toksik akibat pemakaian paracetamol, sindrom stevens-johnson dan nekrolisis epidermal. Kondisi ini harus segera ditangani karena dapat berakibat fatal.
  • Penggunaan obat ini dengan dosis yag lebih dari ketentuan dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada hati. Potensi terjadinya efek samping ini akan semakin bertambah pada pasien yang mengkonsumsi alkohol selama menggunakan obat ini.
  • Penggunaan obat ini pada wanita hamil dapat berpengaruh pada resiko terjadinya ADHD pada anak dan juga dapat memicu terjadinya asma pada anak yang dikandung.
  • Efek samping lain yang bisa terjadi seperti kurang enak badan, mual, peningkatan kadar transaminase hepatik, tekanan darah rendah, leukopenia, neutropenia, dan trombositopenia.

 Kontraindikasi Cetapain

  •  Penggunaan obat ini pada penderita asma harus dihindari karena dimungkinkan akan memperburuk kondisi asmanya. Hal ini dikarenakan Kandungan Paracetamol mungkin menyebabkan efek samping sesak nafas.
  • Hipersensitifitas terhadap obat Paracetamol

Hal Hal yang Harus Diperhatikan

  1. Baca Instruksi penyimpanan obat yang tertera pada kemasan.
  2. Obat ini dapat diperoleh dengan resep dari dokter.
  3. Selalu perhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan obat.
  4. Hentikan pemakaian obat ini jika muncul tanda-tanda alergi seperti gatal, ruam, demam, sakit tenggorokan, pucat, arthralgia, atau tanda-tanda yang lainnya karena dapat berakibat fatal.
  5. Paracetamol dapat meresap bersama air susu ibu (ASI) sehingga penggunaan obat ini pada ibu menyusui harus selalu dalam pengawasan dokter dan diberikan dengan sangat berhati hati dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin terjadi.
  6. Penggunaan obat ini dengan dosis tinggi serta pada jangka waktu panjang dapat secara signifikan meningkatkan potensi terjadinya kerusakan hati. Resiko ini akan menjadi lebih parah apabila pasien juga mengkonsumsi alkohol.
  7. Pasien dengan riwayat penyakit asma harus berhati hati mengkonsumsi obat ini.
  8. Penderita gangguan fungsi hati dan ginjal juga harus berhati-hati mengkonsumsi obat ini.