Atarax – Fungsi Obat – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

3812

Atarax atau juga bisa dikenal dengan nama Atarax 0,5 mg adalah salah satu jenis obat yang biasanya difungsikan sebagai obat penenang, mampu merelaksasikan otot serta bersifat anti konvulsan. Obat ini masuk ke dalam golongan obat yang harus disertai resep dokter untuk bisa mendapatkannya karena merupakan obat keras. Obat produksi Mersifarma berbentuk tablet yang mudah dikonsumsi.

Kandungan Atarax

Atarax mengandung obat dengan nama pasaran yang terkenal Alprazolam. Alprazolam sendiri adalah salah satu obat yang secara umum digunakan untuk memberikan efek tenang atau obat penenang, anti konvulsan dan merelaksasikan otot. Alprazolam sangat sering diresepkan atau ditujukan untuk pengobatan rasa cemas, kejang otot, panik serta sulit tidur atau insomnia dalam jangka waktu penggunaan obat yang pendek, dalam artian bukan penggunaan berkepanjangan.

Alprazolam masuk ke dalam golongan benzodiazepine yang memiliki cara kerja dengan cara membuat efek dari neurotransmitter gamma-Aminobutyric acid atau GABA meningkat dengan sesuai. Dalam penjualan Alprazolam, disediakan jenis obat cair atau sirup serta tablet.

Fungsi Atarax

Atarax memiliki fungsi atau indikasi yang dapat digunakan oleh penggunanya sebagai berikut:

  • Dapat digunakan untuk membantu mengobati gangguan atau sindrom kecemasan
  • Dapat digunakan untuk membantu pengobata gangguan panik dengan agoraphobia maupun tanpa agoraphobia dalam jangka waktu yang pendek. Namun, obat ini sudah tidak diprioritaskan atau dijadikan pilihan utama karena akan lebih mengutamakan selective serotonin reuptake inhibitor. Khususnya di Australia, Atarax tidak digunakan lagi karena menimbilkan ketergantungan serta penyalahgunaan obat. Selain itu akan muncul kekhawatiran terhadap toleransi yang ditimbulkan.
  • Dapat digunakan bersamaan dengan obat lainnya yang mampu meredakan mual dan muntah pasca kemoterapi.

Dosis Penggunaan Atarax

Dalam menggunakan Atarax terdapat beberapa macam dosis yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan yang ada. Diantaranya:

  • Untuk penderita dewasa, dapat diberikan 0,25 miligram hingga 0,5 miligram sebanyak 3 kali sehari dengan peningkatan dosis dilakukan dengan interval atau jarak 3 hingga 4 hari dengan dosis maksimal aalah 4 miligram dan dibagi menjadi beberapa dosis.
  • Untuk penderita yang memasuki usia lanjut dan ditetapkan sebagai pasien debil, dapat diberikan 0,25 miligram sebanyak 2 hingga 3 kali sehari dan peningkatan dosis dapat dilakukan secara pertahap.

Efek Samping Atarax

Seperti obat lainnya, Atarax juga mampu menimbulkan efek samping bagi ebberapa penderitanya. Penderita yang mengonsumsi Atarax akan mengalami salah satu maupun beberapa efek samping dari Atarax . Berikut dibawah ini macam efek samping Atarax :

  • Pengguna dapat merasakan kantuk yang tak tertahankan dan kesulitan koordinasi
  • Pengguna merasa lebih mudah lelah dan mengalami kelemahan otot
  • Pengguna dapat merasakan kepala yang lebih ringan serta ataksia
  • Pengguna bisa mengalami nyeri dan sakit kepala serta vertigo
  • Pengguna dimungkinkan mengalami gangguan saluran pencernaan
  • Pengguna dapat mengalami ruam merah pada beberapa area kulit
  • Pengguna dapat merasakan perubahan salivasi yang signifikan
  • Pengguna akan mengalami gangguan penglihatan
  • Pengguna dimungkinkan mengalam depresi pernafasan namun jarang terjadi
  • Pengguna dapat dimungkinkan mengalami amnesia, kebingungan serta gangguan mental.
  • Pada kasus tertentu pengguna dapat mengalami sakit kuning serta kelainan darah
  • Penderita dapat dimungkinkan mengalami hipotensi atau darah rendah serta penurunan volume urin atau retensi urin
  • Penderita sangat dimungkinkan mengalami kegelisahan, kegembiraan yang berlebihan serta perasaan cepat marah
  • Penggunda dapat mengelami kejang
  • Pengguna dapat merasakan kram otot dan insomnia
  • Perubahan libido pada penderita juga biasanya dirasakan
  • Pengguna yang sedang aatau memiliki riwayat penyakit epilepsi, akan sering mengalami kejang apabila terlalu sering menggunakan Atarax
  • Penggunaan Atarax dalam jangka waktu yang berkepanjangan dapat mengakibatkan ketergantungan, toleransi serta muncul gejala putus obat ketika terjadi pengurangan dosis.
  • Pengguna yang pernah atau memiliki riwayat penyalah gunaan obat serta alkohol akan lebih sering mengalami beberapa efek samping diatas 

Kontraindikasi Atarax

Dalam menggunakan Atarax terdapat beberapa kondisi yang harus diperhatikan yang mampu menyebabkan adanya kontraindikasi. Kondisi tersebut diantaranya:

  • Tidak diperkenankan untuk diberikan kepada penderita yang memiliki riwayat alergi atau hipersensitivitas terhadap Atarax atau bahan penyusun Atarax
  • Penderita myasthenia gravis tidak diperbolehkan mengonsumsi Atarax
  • Penderita insufisiensi pernapasan berat tidak diperkenankan untuk mengonsumsi Atarax
  • Penderita insufisiensi hati berat tidak boleh mengonsumsi Atarax
  • Penderita insufisiensi ginjal berat tidak disarankan untuk menggunakan Atarax
  • Penderita insufisiensi pulmoner akut dilarang mengonsumsi Atarax
  • Penderita yang memiliki kondisi fobia, obsesi dan psikosis kronik tidak diperbolehkan mengonsumsi Atarax
  • Penderita serangan asma akut tidak diperkenankan mengonsumsi Atarax
  • Penderita sindrom sleep apnea tidak diperbolehkan menggunakan Atarax
  • Penderita gangguan kepribadian borderline atau kecenderungan melakukan bunuh diri dan kehilangan kontrol tidak diperbolehkan mengonsumsi Atarax
  • Penggunaan atarax terhadap penderita glaukoma sudut sempit akut harus diperhatikan dan diawasi secara langsung
  • Dalam menggunakan Atarax tidak dianjurkan untuk digunakan bersamaan dengan obat dengan kandungan ketoconazole dan itraconazole karena kedua jenis obat tersebut mampu mengganggu kinerja metabolisme oksidatif secara signifikan. Kedua obat tersebut biasanya dimediasi oleh sitokrom jenis P450 3A atau CYP3A

Hal-hal Yang Harus Diperhatikan 

Dalam mengonsumsi Atarax, terdapat beberapa hal mendasar yang harus dikatahui dengan baik dan tepat yaitu:

  • Jauhkan Atarax dari jangkauan anak, balita dan hewan peliharaan
  • Simpan Atarax di suhu ruangan yang sesuai sekitar 5 hingga 30 derajat celsius
  • Jauhkan Atarax dari paparan sinar matahari secara langsung
  • Simpan Atarax di tempat yang kering, sejuk dan tidak lembab.
  • Tidak diperkenankan untuk menggandakan dosis penggunaan Atarax tanpa resep atau ijin dari dokter atau tenaga ahli medis lainnya.
  • Tidak diperkenankan untuk membuang Atarax di saluran pembuangan semacam drainase karena dapat merusak lingkungan sekitarnya, kecuali diinstruksikan seperti itu
  • Apabila penderita melewati jadwal konsumsi dosis yang diterapkan sebelumnya, penderita tidak diperkenankan mengonsumsi dosis ganda pada waktu konsumsi selanjutnya
  • Tidak diperkenankan mengonsumsi minuman alkohol selama menggunakan Atarax
  • Hentikan penggunaan Atarax apabila muncul ruam merah pada area kulit karena mampu mengakibatkan hal fatal
  • Penggunaan Atarax mampu menimbulkan rasa pusing dan mengantuk. Tidak diperkenankan untuk mengemudi, mengendalikan mesin atau melakukan pekerjaan dengan tingkat konsentrasi tinggi selama menggunakan Atarax
  • Gunakan Atarax untuk pasien lanjut usia dengan hati-hati dan pengawasan penuh
  • Penggunaan Atarax dalam waktu yang lama mampu menimbulkan ketergantungan. Dan tingkat ketergantungan orang yang pernah mengalami penyalahgunaan narkoba dan alkohol lebih tinggi.
  • Gunakan dosis yang lebih rendah untuk pengguna yang mengalami insufisiensi pernapasan kronis karena mampu menimbulkan depresi pernapasan
  • Tidak diperkenankan utnuk menghentikan pengobatan secara mendadak setelah mengonsumsi Atarax dalam jangka waktu panjang karena berbahaya
  • Gunakan dosis Atarax yang rendah bagi penderita yang mengalami ataksia atau oversedation pada penderita lanjut usia atau pasien kondisi fisik lemah
  • Jika muncul reaksi kejiwaan dan paradoks setelah mengonsumsi Atarax, segera hentikan pemakaian.

Atarax Untuk Wanita Hamil

Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan pernyataan bahwa Atarax tidak dianjurkan untuk diberikan kepada wanita yang sedang hamil atau dalam masa menyusui. Hal tersebut dinilai mampu menimbulkan efek samping dan memberikan kondisi yang buruk terhadap janin yang ada di dalam kandungan seperti akan mengalami kelainan atau cacat fisik serta untuk anak yang sedang dalam masa menyusui dapat mengalami oenurunan berat badan yang signifikan dan mengalami lemas.

Atarax memiliki sifat lipofilik dan memiliki kemampuan menembus membran dengan cepat sehingga Atarax dapat menyeberang ke plasenta janin dengan menyerap obat. Pada penggunaan Atarax dalam masa akhir kehamilan terutama dengan dosis yang cukup tinggi, dapat menimbulkan janin mengalami sindrom bayi floppy, keengganan untuk mengisap, hipotonia, sianosis, hipotermia dan depresi saluran pernafasan moderat.