Home Merk Obat A-ZMerk Obat A Amiten – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

Amiten – Fungsi – Obat Apa – Dosis Dan Efek Samping

by Reinhart Ignasius Nugroho

Amiten adalah obat berupa cairan infus yang memiliki fungsi untuk menyuplai asam amino bagi pasien yang menderita penyakit gagal ginjal akut dan kronik, hipoproteinemia, malnutrisi, dan kondisi pra operasi maupun pasca operasi. Pasien perlu mengetahui tanda awal gagal ginjal akut dalam mencegah terjadinya kerusakan ginjal. Obat ini diproduksi oleh PT. Sanbe Farma. Obat ini termasuk dalam golongan obat keras. Penyimpanan obat pada suhu ruangan dan jauhkan dari sinar langsung matahari. Pemberian infus melalui intravena.

Komposisi

Setiap 1000 mL Amiten mengandung :

  1. Asam amino 7.2% (BCAA 45.8%)
  2. L-leusin 14 g
  3. L-isoleusin 9 g
  4. L-valin 10 g
  5. L-lisin asetat 7.1 g
  6. L-treonin 3.5 g
  7. L-triptofan 2.5 g
  8. L-metionin 3 g
  9. L-fenilalanin 5 g
  10. L-sistein 1 g
  11. L-tirosin 0.5 g
  12. L-arginin 4.5 g
  13. L-histidin 3.5 g
  14. L-alanin 2.5 g
  15. L-prolin 3 g
  16. L-serin 3 g
  17. L-asam aspartat 1 g
  18. L-asam glutamat 1 g

Osmolaritas : 592 mOsm

Energi : 288 kal

Indikasi

Amiten dengan kandungan asam amino yang dapat menyuplai tubuh untuk melawan patogen yang tumbuh di dalam organ maupun sistem kekebalan tubuh manusia. Beberapa rekomendasi obat ini terhadap penyakit adalah sebagai berikut :

  • Gagal ginjal akut

Pasien akan mengalami situasi di mana ginjal tidak dapat membuang kotoran dari dalam tubuh dan menyeimbangkan kadar elektrolit dari dalam tubuh. Faktor utama terserang penyakit ini karena pasien sudah berusia lanjut di mana fungsi ginjal tidak dapat bekerja dengan maksimal dalam mengontrol sistem ekskresi dengan baik.

  • Gagal ginjal kronik

Kondisi terjadi pada fungsi ginjal yang menurun secara bertahap karena adanya penumpukan limbah, cairan, dan elektrolit yang bisa membahayakan bagi tubuh. Untuk penanganan biasanya akan dilakukan proses dialisis atau cuci darah. Pasien memerlukan makanan yang baik untuk cuci darah.

  • Hipoproteinemia

Masalah gizi selalu menjadi pokok utama permasalahan dalam setiap timbulnya penyakit, masalah pada penyakit ini karena pasien kekurangan protein. Hal ini menimbulkan gizi buruk dan proses kerja albumin menjadi buruk dan adsorpsi albumin tidak terkontrol dengan baik. Kondisi ini menimbulkan pasien dengan penyakit hipoproteinemia yaitu keadaan di mana cairan berpindah dari intravaskuler ke rongga interterestrial yang menjadi penyebab timbulnya asites. Penyakit ini akan mengakibatkan luka sukar sembuh dan terkena infeksi lainnya.

  • Malnutrisi

Kondisi ini terjadi di mana pasien mengalami gizi yang buruk. Dapat mengakibatkan keterbelakangan mental dan proses tumbuh dan berkembang yang terganggu. Sistem kekebalan tubuh akan terganggu dan mengakibatkan pasien sering sakit dan luka akan sulit untuk sembuh.

  • Pra operasi dan pasca operasi

Tindakan sebelum operasi biasanya dilakukan pengobatan terlebih dahulu dengan infus untuk penanganan lebih lanjut. Namun pasien dengan pasca operasi akan mengalami perubahan kontinuitas jaringan di mana pasien memerlukan pemulihan dengan menjaga dan merawat luka. Tindakan yang kurang tepat akan mengakibatkan homeostasis kulit terganggu dan menyebabkan infeksi.

Dosis dan Penggunaan

Amiten diberikan dengan dosis sesuai anjuran dokter dan diberikan melalui infus sebagai berikut :

Dosis untuk pasien dewasa

  • Gagal ginjal kronik : dosis umum 200 mL/hari melalui vena perifer dengan kecepatan infus 100 mL selama 60 menit (25 tetes/menit) atau 400 mL/hari melalui vena sentral secara nutrisi parenteral total.
  • Gagal ginjal akut : dosis umum 600 mL/hari melalui vena sentral secara nutrisi parenteral total. Lebih dari 300 kkal dari nitrogen non protein kal/g harus diberikan untuk memperoleh manfaat dari asam amino secara efisien.

Dosis untuk pasien anak-anak 

  • Besarnya dosis bergantung pada kebutuhan individu dengan memperhatikan anjuran dokter yang diberikan melalui infus dengan kecepatan yang lambat.

Dosis untuk pasien lanjut usia

  • Besarnya dosis bergantung pada kebutuhan individu dengan memperhatikan anjuran dokter yang diberikan melalui infus dengan kecepatan yang lambat.

Dosis untuk pasien dengan kondisi yang serius

  • Besarnya dosis bergantung pada kebutuhan individu dengan memperhatikan anjuran dokter yang diberikan melalui infus dengan kecepatan yang lambat.

Kontraindikasi 

  • Tidak digunakan untuk pasien dengan hipersensitifitas terhadap asam amino.
  • Hindari penggunaan untuk pasien dengan koma hepatik.
  • Berakibat buruk untuk pasien penderita hiperamonemia.
  • Kandungan yang tidak sesuai untuk pasien dengan kelainan herediter asam amino
  • Resiko fatal untuk pasien dengan gangguan ginjal berat atau azotemia

Efek Samping

Efek samping yang disebabkan oleh Amiten adalah sebagai berikut :

  1. Pengguna obat ini umumnya akan terjadi reaksi hipersensitifitas.
  2. Jangka panjang akan terjadi mual dan muntah.
  3. Jangka panjang akan terjadi rasa tidak enak pada dada.
  4. Reaksi obat menimbulkan palpitasi.
  5. Kadar pada obat akan terjadi peningkatan kadar BUN atau kreatinin sehingga diperlukan makanan penurun kreatinin.
  6. Zat asam amino akan menimbulkan asidosis.
  7. Sensasi berupa rasa menggigil.
  8. Sensasi berupa kemerahan pada wajah.
  9. Mengalami sakit kepala.
  10. Menderita nyeri vaskular.
  11. Menderia edema.
  12. Mengakibatkan hiperkalemia.
  13. Kadar pada obat ini umumnya akan terjadi peningkatan kadar  γ GT.
  14. Akan terjadi peningkatan kadar LDH, LAP, dan ALP.
  15. Akan terjadi peningkatan kadar bilirubin total.
  16. Peningkatan kadar amonia.
  17. Peningkatan kadar SGOT dan SGPT, maka perlu diperhatikan pencegahannya dengan beberapa cara menurunkan SGOT dan SGPT.

Setiap pasien tidak tentu akan mengalami efek samping di atas. Jika pasien khawtir dengan hal tersebut atau pasien telah mengalami hal tersebut. Segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Interaksi dengan Obat Lain

Berikut beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan Amiten :

  1. Obat preparat kalsium yang memiliki fungsi untuk metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, dan gerakan tubuh.
  2. Obat flunarizin yang memiliki fungsi untuk serangan migren, vertigo, gangguan pendengaran, tinitus, dan pusing.
  3. Obat asam karbonat sebagai salah satu jenis obat maag yang dapat menetralisir asam lambung .
  4. Obat kalsium merupakan obat yang digunakan untuk mencegah osteoporosis dan resiko timbulnya kerusakan pada tulang.
  5. Obat metil salisilat berbentuk salep yang diolesi pada penderita nyeri pada otot dan persendian.
  6. Obat fucoidan berbentuk sirup yang mencegah terjadinya ulkus dan tukak dan memelihara kesehatan lambung.
  7. Obat aminofilin adalah obat tablet yang digunakan penderita penyakit pernapasan seperti emfisema, asma, dan bronkitis.
  8. Obat asam valproat yang membantu pemulihan saraf dan keseimbangan neurotransmiter seperti epilepsi dan gangguan bipolar.
  9. Obat atenolol akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan reaksi silang antar obat.
  10. Obat asam glikolat akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan reaksi silang antar obat.
  11. Obat ampisilin yang bekerja untuk membunuh infeksi bakteri.
  12. Senyawa asam amino yang tercampur dengan obat amitriptilin memberi efek meningkat karena termasuk dalam golongan antidepresan trisiklik.
  13. Obat amiodaron hanya mengobati aritmia yang fatal dengan mengembalikkan irama jantung yang normal dan mempertahankan detak jantung yang stabil.
  14. Obat sulfadiazin berfungsi mengobati infeksi bakteri dan mencegah perkembangan bakteri.
  15. Obat levotiroksin digunakan untuk penderita hipotiroidisme dan hipertiroidisme.
  16. Obat tetracilin berperan sebagai obat anti bakteri dan menghindari terjadinya berbagai macam infeksi.
  17. Reaksi dengan obat risperidon akan mengakibatkan kinerja obat tidak berjalan dengan optimal dikarenakan fungsi obat untuk menangani skizofrenia dan gangguan psikis lainnya.

Perhatian Sebelum Menggunakan Obat

Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pasien sebelum menggunakan obat Amiten adalah sebagai berikut :

  1. Konsultasikan ke dokter bagi pasien yang menderita gangguan fungsi serebrovaskular yang disebabkan karena tubuh kekurangan kolagen sehingga perlu pemahaman akan akibat kekurangan kolagen.
  2. Tidak disarankan bagi pasien yang menderita gangguan hati karena reaksi obat yang tidak baik bagi penderita dengan penyakit tersebut.
  3. Tidak disarankan bagi pasien yang menderita pendarahan pada saluran pencernaan karena sistem metabolisme obat akan terganggu.
  4. Hentikan pengobatan bagi pasien yang menderita gangguan asidosis berat.
  5. Hentikan pengobatan bagi pasien yang menderita gangguan keseimbangan elektrolit.
  6. Hindari penggunaan bagi pasien yang menderita gangguan keseimbangan pH.
  7. Pasien wanita yang sedang hamil diharapkan untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter karena efek obat akan mempengaruhi janin.
  8. Pasien wanita yang sedang menyusui diharapkan untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter karena akan efek obat mempengaruhi kualitas ASI.
  9. Penggunaan obat Amiten terhadap pasien anak-anak sebaiknya perlu diperhatikan dosis yang tepat dan sesuai anjuran dokter.
  10. Penggunaan obat Amiten terhadap pasien lanjut usia sebaiknya perlu diperhatikan dosis yang tepat dan sesuai anjuran dokter.

You may also like